UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Ratusan Katekis Belajar Cara Berbicara tentang Seks Kepada Remaja

Juli 27, 2017

Ratusan Katekis Belajar Cara Berbicara tentang Seks Kepada Remaja

Para katekis baru pada akhir pelatihan pada 22 Juli di pusat pastoral Keuskupan Agung Ho Chi Minh City. (ucanews.com)

Katekis di sebuah keuskupan agung di Vietnam bagian selatan telah mengikuti pelatihan tentang bagaimana cara terbaik mendidik remaja tentang seks.

Sekitar 400 katekis menghadiri kursus pendidikan seks selama seminggu untuk remaja yang diadakan oleh Komite Pelayanan Katekese Keuskupan Agung Ho Chi Minh City pada tanggal 17-22 Juli.

“Pengetahuan tentang pendidikan seks yang kami pelajari sangat membantu kami untuk mendidik siswa untuk mengendalikan hasrat seksual mereka,” kata Dominic Nguyen Minh Hy, seorang katekis dari paroki Phat Diem.

Minh dan para katekis lainnya yang mengikuti kursus diberi informasi tentang pendidikan seks, martabat manusia, hasrat seksual dan kasih sayang, kontrol diri, kesetiaan, cinta sejati dan saling menghormati.

Minh mengatakan informasi semacam itu sangat penting bagi remaja yang penasaran dengan seks sementara orang tua mereka enggan membicarakan masalah ini dengan mereka.

“Tanpa bantuan pendidik, pemuda akan menikmati informasi beracun yang ditemukan di internet,” kata pemuda berusia 24 tahun itu.

Minh mengatakan bahwa dia merasa hatinya hancur saat melihat seorang siswa kelas sembilan meninggalkan sekolah karena hamil dan seorang gadis berusia 13 tahun lainnya yang melakukan aborsi.

Dia mengatakan bahwa pendidikan seks yang tepat bertujuan untuk mengajarkan remaja bagaimana melindungi diri dari hubungan seks usia dini dan menghormati martabat orang lain.

“Penting untuk menerapkan pendidikan seks ke dalam program katekismus bagi kaum muda di tahun ajaran yang akan datang,” kata Minh. Anak-anak muda Katolik akan menghadiri kelas katekismus di parokinya pada bulan September.

Pastor Peter Nguyen Van Hien, kepala Komite Pelayanan Katekese, mengatakan kebanyakan katekis merasa malu untuk membicarakan masalah seksual, karena itu tabu dalam budaya Vietnam. Jika dilakukan melalui katekese jauh lebih mudah, katanya.

“Kami bertujuan untuk mengembangkan kepribadian siswa dan pendidikan seks bagian dari pendidikan iman,” kata Pastor Hien.

Imam tersebut mengatakan bahwa gereja tidak dapat menghadapi semua tantangan yang dihadapi anak-anak, namun gereja dapat memberi mereka landasan moral untuk membantu mereka mengatasi masalah tersebut.

“Kita bisa memperkuat kekuatan internal mereka dengan memberi mereka nilai moral, keterampilan hidup dan pengalaman yang sangat membantu sehingga melindungi diri dan menghormati tubuh dan martabat manusia,” katanya seperti dilaporakn ucanews.com.

Pendidikan seks adalah bagian wajib dari program katekese untuk anak-anak tahun ini.

Pastor Hien mengatakan bahwa komite tersebut, yang secara resmi mulai beroperasi pada tahun 2010, mengawasi pendidikan seks untuk orang dewasa, yang pindah agama, remaja, pasangan yang mau menikah dan orang-orang cacat fisik.

Panitia juga melakukan kursus pelatihan tiga tahun untuk para katekis.

Keuskupan agung memiliki 6.000 katekis, kebanyakan dari mereka adalah sukarelawan awam tanpa gaji.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi