UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Dubes RI untuk Vatikan Bicara Tentang Pentingnya Asian Youth Day

Juli 31, 2017

Dubes RI untuk Vatikan Bicara Tentang Pentingnya Asian Youth Day

Peserta Asian Youth Day ke-7 menunjukkan kegembiraan dalam keberagaman budaya (@ayd2017)

Perayaan Asian Youth Day ke-7 di Indonesia sudah dimulai pada hari Minggu (30/7) dengan acara pendahuluan ‘Days in Dioceses’ di mana lebih dari 2000 pemuda Katolik dari 21 negara Asia tinggal di keluarga-keluarga di 11 keuskupan dari tanggal 30 Juli sampai 2 Agustus.

Untuk di Keuskupan Agung Jakarta, acara dipusatkan di Paroki St Paskalis Cempaka Putih.

Setelah itu mereka akan berkumpul di kota Yogyakarta -Keuskupan Agung Semarang- untuk acara AYD utama, 2-6 Agustus.

AYD mulai diselenggarakan sejak tahun 1999 di berbergai di Asia, dengan interval 2, 3 atau 5 tahun.

Tahun ini mengusung tema “Joyful Asian Youth: Living the Gospel ‎in Multicultural Asia‎!” dengan tujuan menggarisbawahi kebutuhan kaum muda Asia untuk mengikuti Kristus di tengah keragaman keragaman budaya dan alam Asia yang sangat luas di mana Indonesia adalah model utama .

Model persatuan di tengah keragaman

Dengan sekitar 17.000 pulau yang tersebar di wilayah seluas 1,9 juta kilometer persegi, Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Ini adalah rumah bagi lebih dari 300 kelompok etnis dan lebih dari 700 bahasa. Dengan lebih dari 85% dari 250 juta penduduknya menganut Islam, ini adalah rumah bagi populasi Muslim terbesar di dunia, dan merupakan negara dengan jumlah penduduk terpadat ke-4.

Namun secara resmi Indonesia adalah negara sekuler dengan Konstitusi Indonesia yang menjamin kebebasan beragama, walaupun negara secara resmi hanya mengakui enam agama (Islam, Protestan, Katolik, Hinduisme, Budha dan Konfusianisme).

Keanekaragaman hayati

Dengan sekitar 12% mamalia dunia, 16% reptil dan amfibi dunia, 17% burung dunia dan 25% populasi ikan global, Indonesia juga merupakan wilayah kaya keanekaragaman hayati di dunia setelah Amazon.

Pancasila

Begitu luas dan beragamnya Indonesia, bangsa ini telah lama menjadi contoh harmoni, toleransi dan persatuan yang harmonis di antara masyarakatnya, berkat Pancasila atau 5 prinsip atau sila yang mendasari negara.

Sebagian besar Muslim Indonesia adalah moderat, namun insiden baru-baru ini menunjukkan bahwa fenomena radikalisme Islam yang semakin meningkat mengancam persatuan ini di tengah keragamannya.

Dalam sebuah wawancara dengan Radio Vatikan, duta besar Indonesia untuk Takhta Suci, Antonius Agus Sriyono, mencatat bahwa dengan menyelenggarakan AYD ke-7, negaranya ingin menekankan perlunya orang muda Asia dan Indonesia untuk mempromosikan dan menghormati persatuan di tengah keragaman.

Reporter Radio Vatikan Stefano Lesczynski yang mewawancarai Sriyono, bertanya tentang harapan masyarakat Katolik dan Kristen dari AYD di Indonesia.

Duta Besar Sriyono mengatakan bahwa kaum muda sangat penting bagi Indonesia dalam dekade mendatang. Penting bagi umat Katolik muda Indonesia untuk mempromosikan dan menghormati cita-cita persatuan Indonesia. Dia juga mengatakan bahwa di semua negara Asia juga ada kebutuhan untuk mempertahankan persatuan di tengah keragaman dan keragaman mereka.

“Marilah kita bersama menghargai keragaman,” kata Dubes Sriyono

Berkaitan dengan sila kedua Pancasila, yakni tentang kemanusiaan, dia mengatakan sangat penting bagi pemuda Indonesia untuk “menghormati perbedaan berdasarkan kemanusiaan”.

Dengan menjadi tuan rumah AYD ke-7, Indonesia ingin menekankan sila pertama Pancasila, yang menghormati kepercayaan lain dan sila kedua tentang menghormati perbedaan berdasarkan kemanusiaan.

Duta Besar Sriyono juga menekankan perlunya dialog antar iman untuk mencegah pertumbuhan radikalisme di Indonesia. Dialog antaragama menciptakan pemahaman di tengah perbedaan.

“Dialog penting untuk menjembatani perbedaan,” tegasnya.

Dalam konteks ini, kunjungan seperti yang dilakukan Kardinal Jean-Louis Tauran dari Dewan Pontifcal Vatikan untuk Dialog Antar-agama ke Indonesia awal tahun ini sangat penting. Kunjungan ini, katanya, memberi kesempatan bagi negaranya untuk menunjukkan pentingnya memberi keberlanjutan.

Sumber: Radio Vatikan

Foto: AYD7Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi