UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Menteri Lukman Tekankan AYD Sebagai Kesempatan Mempromosikan Solidaritas

Agustus 5, 2017

Menteri Lukman Tekankan AYD Sebagai Kesempatan Mempromosikan Solidaritas

Menteri Agama RI Lukman Hakim Saiffudin membuka AYD 2017 di JEC Yogyakarta.

 

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menekankan pentingnya mempromosikan solidaritas di kalangan anak muda yang saat ini mengikuti serangkaian acara Asian Youth Day (AYD) Ke-7 yang digelar pada 2-6 Agustus di Jogya Expo Center di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

“Kehadiran kita semua menunjukkan komitmen solidaritas untuk membangun hidup bersama dalam kemajemukan budaya, ras dan negara. Semangat ini selaras dengan tema yang diusung yakni ‘Joyful Asian Youth! Living the Gospel in Multicultural Asia,’ mewartakan kabar sukacita di wilayah Asia yang memiliki kemajemukan sebagai akar dari Tuhan. Satu sekaligus majemuk dan beraneka,” katanya dalam sambutan yang disampaikan pada upacara pembukaan AYD di hadapan lebih dari 2.000 Orang Muda Katolik (OMK) dari 21 negara Asia.

Ia menyarankan agar kemajemukan semacam itu hendaknya menuntun anak muda pada penerimaan akan kehadiran sesama dengan segala keutuhan latar belakang mereka sehingga tidak ada lagi tempat bagi prasangka rasial atau agama.

“Penghayatan kita adalah bahwa sesama manusia merupakan saudara. Bahkan saya ingin menegaskan bahwa sesama kita hakikatnya adalah satu keluarga. Ini yang seharusnya menjadi rule dalam persahabatan dengan siapa saja sehingga kita pun aktif menggaungkan agar sukacita dan pesan solidaritas kepada sesama baik di lingkungan terkecil di sekitar kita maupun di tingkat regional seperti kita semua tengah lakukan saat ini,” katanya.

Menteri Lukman juga meminta anak muda untuk menjadi agen perubahan yang menjadikan peradaban dunia ini menjadi semakin baik.

“(Saya berharap) kaum muda Katolik di wilayah Asia ini semakin memiliki kepribadian yang kuat dan kemandirian maupun suara hati yang jernih, beriman teguh dan tangguh dalam hidup berdampingan, berdialog dan berinteraksi dengan sesama yang berkeyakinan dan berbudaya yang berbeda,” lanjutnya.

OMK dari Korea Selatan membawakan tarian mereka dalam acara pembukaan AYD pada 2 Agustus 2017

 

“Dan yang paling esensial adalah dapat memotivasi Anda sekalian sebagai orang muda Katolik di Indonesia khususnya dan di Asia umumnya dan dalam misi menebarkan nilai-nilai agama lewat dialog multikuktural dan kerjasama untuk keadilan sosial dan perdamaian,” kata Menteri Lukman.

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X mengatakan bahwa anak muda hendaknya menjadi pelopor dalam penyebaran cinta kasih.

“Apakah Anda bisa menjadi sesama bagi agama lain?” tanyanya kepada peserta AYD.

Ia pun berharap  AYD akan membangun hubungan antaragama antara OMK dan anak muda dari berbagai latar belakang agama.

Niccolas Joseph dari Keuskupan Agung Yangon berjanji akan menjadi agen perubahan karena di beberapa negara di Asia seperti Myanmar, “kami mash melihat banyak konflik.”

Berbicara dengan ucanews.com, Uskup Ketapang Monsignor Pius Riana Prapdi, ketua Komisi Kepemudaan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), percaya bahwa AYD bisa menjadi model bagi anak muda dari berbagai agama untuk berkumpul.

Katharina R. Lestari & Konradus Epa, Yogyakarta

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi