Militer Dituduh Menyiksa dan Membunuh Pengungsi Marawi

07/08/2017

Militer Dituduh Menyiksa dan Membunuh Pengungsi Marawi thumbnail

Tim gabungan polisi Filipina melakukan patroli di sebagian kota Marawi yang telah dikuasai (ucanews.com)

Sedikitnya tiga orang tewas dalam serangkaian pelanggaran hak asasi manusia yang dituduhkan kepada militer juga termasuk penyiksaan dan penghilangan paksa terhadap pengungsi yang mengungsi karena perang di kota Marawi, Filipina selatan, kata seorang relawan kemanusiaan.

Suster Famita Somogod, seorang biarawati yang memimpin Misionaris Pedesaan di Filipina, mengatakan bahwa temuan mereka membantah klaim militer bahwa tidak ada pelanggaran hak asasi manusia di Marawi.

Investigasi yang dilakukan dari 26 hingga 29 Juli, tercatat “setidaknya tiga pembunuhan diluar hukum, lima kasus penyiksaan, dan dua penghilangan paksa.”

Kelompok hak asasi manusia Karapatan mengatakan selain “pelanggaran berat pembunuhan dan penculikan,” ada “kecenderungan di mana pasukan negara menculik pengungsi yang seakan-akan dilakukan oleh musuh untuk membenarkan kelanjutan darurat militer.”

“Konflik di Marawi telah menyebabkan pelanggaran dalam banyak bentuk, dan telah memisahkan banyak keluarga dengan sedikit harapan untuk mereka bersatu kembali,” kata Cristina Palabay, sekretaris jenderal kelompok hak asasi manusia tersebut.

Dia mengutip kasus hilangnya Sakraman Decampong yang berusia 18 tahun dan seorang anak laki-laki berusia 15 tahun bernama Eman.

Saksi mata mengatakan tentara menuduh anak-anak itu menjadi teroris dan membawa mereka pergi.

“Ada sesuatu yang berbahaya dengan pemerintah yang mengizinkan berbagai peraturan sewenang-wenang ini dengan mengorbankan hak asasi manusia,” kata Palabay.

Suster Somogod mengatakan kepada ucanews.com bahwa para pengungsi yang ditemukan menceritakan kisah pelanggaran ini karena “mereka tahu mereka mendapat dukungan dari komunitas antaragama.”

Biarawati tersebut menekankan “kebutuhan untuk mendampingi pengungsi dalam pencarian keadilan dan rehabilitasi mereka.”

Dia juga mengungkapkan harapannya untuk membebaskan pastor Katolik Teresito Soganub, yang ditangkap oleh orang-orang bersenjata pada 23 Mei.

Sumber dari militer mengatakan 514 teroris dan 116 tentara dan 45 warga sipil tewas dalam bentrokan bersenjata yang sedang berlangsung di Marawi.

Lebih dari 400.000 orang lainnya telah terpengaruh oleh pertempuran yang dimulai pada 23 Mei dan menyebabkan deklarasi dan perluasan darurat militer di seluruh Mindanao.

ucanews.com




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Uskup Militer Ajak Anggota TNI/POLRI Katolik Wujudkan Nilai-nilai Kristen
  2. Uskup: Rencana Keterlibatan Amerika Memperburuk Konflik Mindanao
  3. Uskup Korea Mendorong Pihak yang Bertikai Menahan Diri
  4. Renungan Hari Minggu XX Tahun A – 20 Agustus 2017
  5. Caritas Memberi Bantuan kepada Korban Banjir
  6. Timor-Leste Berjuang Membentuk Pemerintahan Baru
  7. Demo Menuntut Keadilan bagi Papua Berujung Penangkapan
  8. PBB Berlaku Tidak Adil Terhadap Pengungsi Kristen di Bangkok
  9. HUT RI Ke-72, Ormas Katolik Ajak Masyarakat Mengamalkan Pancasila
  10. Gereja dan Aktivis Indonesia Prihatin dengan PRT di Bawah Umur
  1. Saya ingin dapatkan versi Bahasa Indonesia buku panduan Legionis Maria( Legion o...
    Said Maria Ithaya Rasan on 2017-08-15 14:22:31
  2. Visitator Apostolik itu tugasnya adalah mengunjungi pihak-pihak yang dianggap me...
    Said Matheus Krivo on 2017-08-14 11:40:48
  3. Ada asap PASTI karna ada api... Tontonlah film 'Spotlight' yg brdasarkn kisah n...
    Said RESI Kurniajaya on 2017-08-12 22:38:30
  4. Teman-teman saudara-saudariku yang ada di dan berasal dari Keuskupan Ruteng. Saa...
    Said Matheus Krivo on 2017-08-12 15:12:04
  5. Berita menggembirakan, shg para imam tak memberi eks komunikasi bagi yang berce...
    Said Tono Tirta on 2017-08-11 20:10:43
  6. Permasalahan di Keuskupan Ruteng sampai mencuat seperti ini, tentu tidak main ma...
    Said Tono Tirta on 2017-08-11 16:19:26
  7. Keberadaan uskup bukan seperti presiden hingga kepala desa, yang dilakukan melal...
    Said aloysius on 2017-08-11 10:53:19
  8. sebaiknya umat bersabar dan berdoa agar kemelut ini segera berakhir. kendatipun...
    Said yohanes on 2017-08-11 10:21:16
  9. Pembuktian kebenaran jika ada proses pengadilan/tribunal. Sebagai pemimpin Gerej...
    Said Matheus Krivo on 2017-08-11 06:54:24
  10. Umat Katholik dimana saja. Jangan bicara tentang uang di Gereja yang anda telah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-08-11 06:48:21
UCAN India Books Online