UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Vatikan Tunjuk Visitator Apostolik untuk Selesaikan Konflik Keuskupan Ruteng

Agustus 9, 2017

Vatikan Tunjuk Visitator Apostolik untuk Selesaikan Konflik Keuskupan Ruteng

Uskup Bandung Mgr Antonius Subianto Bunjamin, OSC ditunjuk oleh Vatikan untuk menyelesaikan kemelut di Keuskupan Ruteng, Flores, Nusa Tenggara Timur. (Foto KWI)

Tahta Suci telah menunjuk Uskup Bandung, Antonius Subianto Bunjamin OSC yang juga Sekretaris Jenderal Konferensi Waligereja Indonesia sebagai visitator untuk membantu menangani polemik di Keuskupan Ruteng, Flores.

Uskup Bunjamin mengatakan kepada ucanews.com pada Selasa, 8 Agustus, Vatikan menugaskannya untuk memverifikasi laporan terkait kasus yang melibatkan Uskup Ruteng, Mgr Hubertus Leteng yang mencuat beberapa bulan terakhir.

Ia berencana mendatangi keuskupan di ujung barat Pulau Flores itu pada 15 Agustus mendatang.

Keuskupan Ruteng menjadi sorotan setelah pada 12 Juli lalu, 69 imam menyatakan mengundurkan diri dari sejumlah jabatan, sebagai bentuk potes terhadap Uskup Leteng, di mana ia dianggap menggelapkan dana Gereja senilai Rp 1.675.000.000.

Bersamaan dengan itu, mencuat pula dugaan adanya relasi tidak wajar (affair) Uskup Leteng dengan seorang perempuan, yang olehnya disebut sebagai “anak angkat”.

Praktek korupsi dan affair itu diduga kuat berkaitan erat, di mana uang hasil korupsi dipakai dalam rangka membiayai kebutuhan dan gaya hidup anak angkat itu.

Uskup Bunjamin mengatakan, sebelum ada kesimpulan dari proses yang akan ditempuhnya, semua umat diharapkan untuk sabar dan ikut membantu mensuplai data-data.

“Selama proses ini, kita juga tetap menghargai asas praduga tidak bersalah,” katanya.

Publikasi terkait penunjukkan visitator ini muncul setelah pada Selasa petang beredar pengumuman tentang rencana aksi umat Keuskupan Ruteng yang berdomisi di Jakarta ke kantor Kedutaan Vatikan, di mana mereka akan menggelar doa bersama sebagai bentuk ungkapan harapan agar Vatikan segera menyelesaikan persoalan itu.

Uskup Bunjamin mengatakan, “aksi itu lebih baik tidak dilakukan” karena malah akan “mempekeruh suasana.”

“Vatikan lewat Propaganda Fidei sudah mengambil tindakan serius, dengan adanya penunjukkan saya sebagai visitator,” katanya, sambil menyebut kasus ini tentu “mencoreng nama baik Gereja.”

Uskup Bunjamin menjelaskan, tidak ada batasan waktu bagi proses yang akan ia tempu.

“Kalau data yang diverikasi cepat selesai, maka saya juga akan cepat buat kesimpulan untuk diserahkan ke Vatikan. Keputusan terkait Uskup Leteng tetap dari Roma berdasarkan kesimpulan itu,” katanya.

Rm Rober Pelita, Vikep Labuan Bajo yang ikut memprotes uskup mengatakan, langkah Vatikan ini merupakan sebuah kabar baik.

“Ini bisa mencegah perpecahan di antara imam dan awam, juga kerusakan makin besar di dalam reksa pastoral,” katanya.

Ia mengatakan, mereka pasti akan menyiapkan semua data yang dibutuhkan dan membantu visitator apostolik dalam menjalankan tugasnya.

Sementara itu, Rikard Rahmat, umat lain menyebut, langkah Vatikan ibarat “secercah cahaya di ujung terowongan gelap.”

“Semoga dengan bimbingan Roh Kudus, umat Katolik Keuskupan Ruteng segera mendapatkan sebuah kabar yang telah lama ditunggu-tunggu, yaitu pembaharuan nyata yang dimulai dari pucuk pimpinan tertinggi,” katanya.

BERITA TERKAIT:

Terkait Polemik di Keuskupan Ruteng, Akan Digelar Doa Bersama di Kedutaan Vatikan

Pendukung Mgr Hubertus Leteng Meminta Umat Membela Uskup

Tanggapan Resmi Keuskupan Ruteng Terkait Berita tentang Mgr Hubertus Leteng

 

9 responses to “Vatikan Tunjuk Visitator Apostolik untuk Selesaikan Konflik Keuskupan Ruteng”

  1. Alfonsus gintus or ginyus says:

    Ya.masalah uskup ruteng didalam tubuh greja harusnya diseledaikan dengan damai dan penuh menjaga kerahasiasn..ingat greja katolikk terkenal menjaga kerahasian utk menghormati para uskup dan pastor krna mereka sdalah Tuhan Yesus yang kita lihat..dan suster adalah BundaMaria yang kita lihat..saya sayngkan madalah ini dibeberkan diluar greja via fb…smg kedepan tidak terjadi.gembar gembor gini diluar grrja…kita perlu bedakan masalah greja dan madalah politik umum..terimakasih..salam hormat saya..utk mgr Hubert Lteng.dari alfons gintus..ketua psnitys nstal manggarai di kaltim feb.2016..bp uskup.smg ttp sehat.tegar..kuat..amen

  2. Titin says:

    Akhirnya, memang ini seperti cahaya terang di ujung terowongan gelap. Masalah sebesar ini tidak mgkin bisa ditutup tutupi-apalagi dri pemberitaan medsos-di jaman sekarang. Pemberitaan ada karena rasa ingintahu umat akan kebenaran kasus tidak bisa dipenuhi dengan jawaban ‘normatif’ dari BapaUskup

  3. AB Raturangga says:

    Hirarki Gereja dari Paroki sampe Roma Vatikan sudah saatnya memberikan transparansi dan akuntabilitas keuangan umat sebagai persembahan kepada Tuhan-nya. Gunakan jasa akuntant dalam penyelenggaraan keuangan Paroki. JANGAN LAPORAN KEUANGAN BIBIR PASTOR SAJA.

  4. Bernardus Wato Ole says:

    Khabar sukacita buat Gereja sejagat. “Tuhan, pada-Mulah sumber kehidupan, dalam terang-Mu kami melihat cahaya”.

  5. Matheus Krivo says:

    Wahai saudara-saudarikuumat Keusukupan Ruteng. Berilah kesempatan kepada Visitator Apostolik untuk bekerja. Pastikan bahwa visitator mendapatkan informasi yang benar dan riil bukan hanya sekedar opini dan prasangka buruk. Sebagai seorang manusia, mungkin Mgr Hubert memiliki kelemahan tapi sebagai Gembala Umat dia perlu ditempatkan tetap seagai yang terhormat karena dia sedang berperan sebagai Gereja Lokal. Ingat kepemimpinan dalam Gereja bukan dipilih umat tapi diberikan oleh Gereja. Hargailah martabat Gereja dengan bersikap bijak sehingga menggambarkan sikap dewasa dalam beriman dan hidup bersosial. Saya tetap sepakat Mgr Hubert harus diam menghadapi semua celaan kelompok umat. Ampunilah mereka Mgr sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat

  6. Matheus Krivo says:

    Umat Katholik dimana saja. Jangan bicara tentang uang di Gereja yang anda telah beri dalam derma. Derma itu pemberian sukarela dalam perayaan misa. Mengapa harus mempersoalkannya? Koh memberi dengan hati tapi congkak memperbincangkannya. Percayalah Gereja bergerak sejak semula untuk selalu memberi yang terbaik bagi kehidupan umat manusia dalam bidag pelayanan iman. Siapa yang bicara mamon melulu orang itu berkekuatan negatif dan mudah dilemahkan oleh mamon pula

  7. Tono Tirta says:

    Permasalahan di Keuskupan Ruteng sampai mencuat seperti ini, tentu tidak main main. Saya sangat setuju ada Visitator dari Vatikan.
    Ingat Bapa Paus kita sangat perhatian thd imam imam yang tak pas dg Katolik Roma. Beliau tegas memecat mereka bahkan sampai uskup.
    Semoga kejadian di Keuskupan Ruteng jadi renungan Keuskupan di Indonesia, Jangan terulang lagi. Deo gratias

  8. RESI Kurniajaya says:

    Ada asap PASTI karna ada api…
    Tontonlah film ‘Spotlight’ yg brdasarkn kisah nyata..!
    Memang Uskup seorg manusia biasa yg dipilih+diurapiNYA mnjdi gembala agung & imamat-nya abadi tapi…bila sudah ada banyak data & fakta bhw beliau telah menodai keSUCIan imamat-nya, alangkah baiknya jika beliau mundur daripada dipaksa mundur sperti sekarang ini…

  9. Matheus Krivo says:

    Visitator Apostolik itu tugasnya adalah mengunjungi pihak-pihak yang dianggap menimbulkan permasalahan. Visitator akan mendengar dengan sungguh dan pada akhirnya menuliskan hasil kunjungannya ke Vatikan. Dia akan juga mendengarkan Uskup Hubert, para pastor, umat/awam dan sejumlah pihak lainnya. Isu tentang Mgr Hubert, sebetulnya Visitator cukup mendengarkan Mgr sendiri. Saya yakin Mgr akan berkata jujur sebagai sesama uskup akan apa yang dituduhkan/dikeluhakan tentang dirinya. Tapi ingat, jika visitator tidak menemukan alasan apapun dari yang difitnahkan kepada Mgr, apakah umat berani merendah untuk merangkul lagi seorang Mgr Hubert. Ataukah tetap mau demo dengan versinya sendiri yang sebetulnya hanya hasil provokasi. Ataukah ada sesuatu dibalik itu, Mgr disudutkan karena keberpihakan dia selama ini terhadap perjuangan – perjuangan sosial. Semoga jalan terang yang harus terjadi bukan jalan neraka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi