Gereja Syro-Malankara di India Memiliki Keuskupan Baru

10/08/2017

Gereja Syro-Malankara di India Memiliki Keuskupan Baru thumbnail

Catholic Centre milik Gereja Katolik Syro-Malankara yang menjadi markas Kuria Episkopal di Thiruvananthapuram, ibukota negara bagian Kerala.

Sinode para Uskup Gereja Siro-Malankara, setelah berkonsultasi dengan Takhta Suci dan mendapat persetujuan paus, mendirikan Keuskupan yang baru di Parassala, India bagian selatan.

Parassala merupakan bagian selatan Keuskupan Agung Trivandrum yang berpusat di Thiruvananthapuram, ibukota negara bagian Kerala, India selatan.

Uskup baru keuskupan itu adalah Uskup Eusebios Naickamparambil, yang dipindahkan dari Keuskupan St. Maria Ratu Damai di Amerika Serikat dan Kanada,  demikian  dilaporkan news.va.

Tidak seperti di Gereja ritus Latin dimana paus secara langsung menunjuk uskup, sinode gereja Katolik Ritus Timur memiliki otonomi untuk menunjuk uskup mereka sendiri, dimana paus memberikan persetujuannya.

Uskup Naickamparambil lahir di Mylapra, Keuskupan Agung Trivandrum pada tahun 1961. Dia ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1986. Dia menguasai bahasa Malayalam, Inggris, Jerman, Italia dan Hindi, dan juga bisa bahasa Siria, Yunani dan Prancis.

Gereja Syro-Malankara dimulai pada tahun 1930 ketika sebagian dari Gereja kristen Yakub bergabung dengan umat Katolik dan tetap mempertahankan liturgi mereka.

Gereja Katolik di India terdiri dari ritus Latin dan dua ritus Timur yang disebut Syro-Malabar dan Syro-Malankara.

Ritus Latin mengikuti liturgi Romawi yang diperkenalkan oleh misionaris Eropa pada abad ke-15, sementara dua ritus Timur, keduanya berpusat di Kerala, mengikuti tradisi Gereja Syria dan berawal mula dari Santo Thomas Rasul.




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Uskup Militer Ajak Anggota TNI/POLRI Katolik Wujudkan Nilai-nilai Kristen
  2. Uskup: Rencana Keterlibatan Amerika Memperburuk Konflik Mindanao
  3. Uskup Korea Mendorong Pihak yang Bertikai Menahan Diri
  4. Renungan Hari Minggu XX Tahun A – 20 Agustus 2017
  5. Caritas Memberi Bantuan kepada Korban Banjir
  6. Timor-Leste Berjuang Membentuk Pemerintahan Baru
  7. Demo Menuntut Keadilan bagi Papua Berujung Penangkapan
  8. PBB Berlaku Tidak Adil Terhadap Pengungsi Kristen di Bangkok
  9. HUT RI Ke-72, Ormas Katolik Ajak Masyarakat Mengamalkan Pancasila
  10. Gereja dan Aktivis Indonesia Prihatin dengan PRT di Bawah Umur
  1. Saya ingin dapatkan versi Bahasa Indonesia buku panduan Legionis Maria( Legion o...
    Said Maria Ithaya Rasan on 2017-08-15 14:22:31
  2. Visitator Apostolik itu tugasnya adalah mengunjungi pihak-pihak yang dianggap me...
    Said Matheus Krivo on 2017-08-14 11:40:48
  3. Ada asap PASTI karna ada api... Tontonlah film 'Spotlight' yg brdasarkn kisah n...
    Said RESI Kurniajaya on 2017-08-12 22:38:30
  4. Teman-teman saudara-saudariku yang ada di dan berasal dari Keuskupan Ruteng. Saa...
    Said Matheus Krivo on 2017-08-12 15:12:04
  5. Berita menggembirakan, shg para imam tak memberi eks komunikasi bagi yang berce...
    Said Tono Tirta on 2017-08-11 20:10:43
  6. Permasalahan di Keuskupan Ruteng sampai mencuat seperti ini, tentu tidak main ma...
    Said Tono Tirta on 2017-08-11 16:19:26
  7. Keberadaan uskup bukan seperti presiden hingga kepala desa, yang dilakukan melal...
    Said aloysius on 2017-08-11 10:53:19
  8. sebaiknya umat bersabar dan berdoa agar kemelut ini segera berakhir. kendatipun...
    Said yohanes on 2017-08-11 10:21:16
  9. Pembuktian kebenaran jika ada proses pengadilan/tribunal. Sebagai pemimpin Gerej...
    Said Matheus Krivo on 2017-08-11 06:54:24
  10. Umat Katholik dimana saja. Jangan bicara tentang uang di Gereja yang anda telah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-08-11 06:48:21
UCAN India Books Online