UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Ketegangan di Korea Meningkat, Para Uskup Berdoa Mohon Perdamaian

Agustus 10, 2017

Ketegangan di Korea Meningkat, Para Uskup Berdoa Mohon Perdamaian

Kardinal Nicholas Cheong Jin-suk dari Seoul sedang memimpin Misa untuk memperingati Perawan Maria Diangkat ke Surga dan Hari Kemerdekaan di Katedral Myeongdong.

Menyusul ketegangan yang meningkat setelah program rudal dan nuklir Korea Utara, para uskup mendorong orang-orang Katolik di Korea Selatan agar meminta pertolongan Bunda Maria untuk perdamaian di semenanjung itu.

Para uskup, termasuk Kardinal Andrew Yeom Soo-jung dari Seoul, menyampaikan hal itu dalam pesan mereka menjelang perayaan Perawan Maria Diangkat ke Surga pada 15 Agustus.

Dalam pesannya, Kardinal Yeom meminta umat Katolik untuk berdoa rosario dalam rangka memperingati 100 tahun penampakan Maria di Fatima.

“Perawan Maria mendesak kita untuk berdoa rosario untuk pertobatan orang-orang berdosa dan untuk perdamaian di dunia,” kata Kardinal Yeom.

“Rosario adalah senjata spiritual kita untuk mengalahkan kejahatan secara efektif dan ini akan membantu kita mengatasi tantangan dalam iman kita dan mengubah kita menjadi pekerja untuk perdamaian dunia,” katanya.

Korea merdeka dari penjajahan Jepang pada 15 Agustus 1945, secara kebetulan pada hari yang sama umat Katolik merayakan pesta Maria Diangkat ke Surga. Gereja Katolik di Korea juga didedikasikan kepada Bunda Maria dan menganggap kemerdekaanya sebagai “pemberian dari Maria.”

Kardinal Yeom mengungkapkan keprihatinan serius atas meningkatnya ketegangan di semenanjung Korea yang didorong oleh program senjata nuklir dan rudal Korea Utara.

“Untuk keamanan dan masa depan semua orang Korea, Korea Utara harus datang ke meja perundingan dan meninggalkan senjata nuklir mereka,” katanya.

Pada 9 Agustus Korea Utara mengatakan bahwa pihaknya “secara hati-hati mempertimbangkan” rencana serangan rudal ke wilayah AS di Guam, beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan Pyongyang bahwa ancaman terhadap Amerika akan disambut dengan “api dan kemarahan,” menurut laporan Reuters.

Dalam pesannya untuk pesta Maria, Uskup Lazarus You Heung-sik dari Daejeon mengatakan “Gereja harus mempromosikan budaya damai dan kehidupan, dan melawan budaya kematian yang meningkat di semenanjung Korea. Kita harus mempertahankan perdamaian dengan berdoa untuk belas kasihan dan damai. ”

Uskup Peter Lee Ki-heon dari Uijeongbu menyerukan sebuah kesepakatan damai antara kedua Korea yang secara teknis masih berperang.

Uskup juga meminta para pemimpin dunia untuk bekerja sama untuk menyelesaikan ketegangan di semenanjung tersebut.

Uskup John Chrysostom Kwon Hyeok-ju dari Andong meminta umat Katolik di Korea untuk menjadi pekerja untuk perdamaian.

“Mari kita mengupayakan kedamaian di negeri ini dengan melakukan pekerjaan untuk perdamaian dalam kehidupan kita sehari-hari,” katanya.

 

Baca juga: Tensions mount in Korea

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi