Aksi Doa di Kedutaan Vatikan untuk Keuskupan Ruteng Batal

11/08/2017

Aksi Doa di Kedutaan Vatikan untuk Keuskupan Ruteng Batal thumbnail

Uskup Ruteng Mgr Hubertus Leteng Pr

Aksi doa sambil memasang seribu lilin yang rencananya digelar pada Sabtu esok, 12 Agustus 2017 diumumkan batal, demikian informasi yang diperoleh dari inisiator aksi itu.

Rikard Rahmat, salah satu inisiator menjelaskan, keputusan itu diambil setelah mereka mendapat informasi resmi bahwa Tahta Suci telah menunjuk Uskup Bandung, Mgr Anton Subianto Bunjamin OSC sebagai Visitator Apostolik yang akan menyelesaikan polemik di Keuskupan Ruteng.

“Vatikan telah menjawab apa yang menjadi tuntutan kaum awam diaspora selama ini, yaitu mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan krisis yang terjadi di Keuskupan Ruteng,” katanya dalam keterangan pers, Jumat, 11 Agustus.

Ia mengatakan, sebagai gantinya kelompok awam akan menggelar rapat terbatas dengan Mgr Anton.

Ia menambahkan, meskipun tidak ada yang salah dengan acara doa bersama itu dan bahkan merupakan bagian dari dukungan untuk Mgr Anton dalam menjalankan tugas mulianya, kaum awam akhirnya memilih membatalkannya.

Ia menjelaskan, bagaimanapun juga, pilihan cara terbaik dan efektif jangan sampai mengorbankan tujuan utama gerakan ini, yaitu memperbarui Keuskupan Ruteng yang dimulai dari pucuk pimpinan tertingginya.

Sementara itu, Yosef Sampurna Nggarang, kordinator pelaksana aksi mengatakan, meskipun acara di depan Kedutaan Vatikan dibatalkan, namun seluruh keluarga awam diaspora tetap diminta untuk berdoa di rumahnya masing-masing.

“(Berdoa) agar Vatikan, melalui Visitator Apostolik, segera memberi jalan keluar terbaik bagi umat Keuskupan Ruteng, sebagaimana diharapkan selama ini,” katanya.

Informasi soal penunjukkan Uskup Anton, yang juga Sekertaris Jenderal Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) terungkap setelah pada Selasa, 8 Agustus lalu, muncul berita terkait rencana aksi di Kedutaan Vatikan.

Keuskupan Ruteng menjadi sorotan setelah pada 12 Juli lalu, 69 imam menyatakan mengundurkan diri dari sejumlah jabatan, sebagai bentuk potes terhadap Uskup Leteng, di mana ia dianggap menggelapkan dana Gereja senilai Rp 1.675.000.000.

Bersamaan dengan itu, mencuat pula dugaan adanya relasi tidak wajar (affair) Uskup Leteng dengan seorang perempuan, yang olehnya disebut sebagai “anak angkat”.

Praktek korupsi dan affair itu diduga kuat berkaitan erat, di mana uang hasil korupsi dipakai dalam rangka membiayai kebutuhan dan gaya hidup anak angkat itu.

Mgr Anton akan mendatangi Keuskupan Ruteng pada 15 Agustus mendatang dan menjalankan tugas sesuai mandat yang diberikan Tahta Suci.

One Comment on "Aksi Doa di Kedutaan Vatikan untuk Keuskupan Ruteng Batal"

  1. Matheus Krivo on Sat, 12th Aug 2017 3:12 pm 

    Teman-teman saudara-saudariku yang ada di dan berasal dari Keuskupan Ruteng. Saat ini seorang uskupmu, Mgr Hubert Leteng; telah ‘diusir’ olehmu dengan aneka alasan yang selama ini seakan mendapatkan kebenaran riil. Mgr Hubert telah menambah barisan para Uskup di KR yang selalu digosipkan dengan isu tidak sedap. Apa benar semua yang diisukan ini? Jangan pernah terlibat dalam urusan ini jika anda tidak tahu dan tidak yakin dengan kebenaran. Siapa pun dia; Mgr Hubert adalah seorang uskup yang sedang menjadi respresentasi Gereja Lokal. Ketika kita mau terlibat maka kita sudah menghakimi seorang Uskup tanpa memiliki keyakinan akan kebenaran itu. Semua yang dilakukan selalu ada karma pada waktunya




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Uskup Militer Ajak Anggota TNI/POLRI Katolik Wujudkan Nilai-nilai Kristen
  2. Uskup: Rencana Keterlibatan Amerika Memperburuk Konflik Mindanao
  3. Uskup Korea Mendorong Pihak yang Bertikai Menahan Diri
  4. Renungan Hari Minggu XX Tahun A – 20 Agustus 2017
  5. Caritas Memberi Bantuan kepada Korban Banjir
  6. Timor-Leste Berjuang Membentuk Pemerintahan Baru
  7. Demo Menuntut Keadilan bagi Papua Berujung Penangkapan
  8. PBB Berlaku Tidak Adil Terhadap Pengungsi Kristen di Bangkok
  9. HUT RI Ke-72, Ormas Katolik Ajak Masyarakat Mengamalkan Pancasila
  10. Gereja dan Aktivis Indonesia Prihatin dengan PRT di Bawah Umur
  1. Saya ingin dapatkan versi Bahasa Indonesia buku panduan Legionis Maria( Legion o...
    Said Maria Ithaya Rasan on 2017-08-15 14:22:31
  2. Visitator Apostolik itu tugasnya adalah mengunjungi pihak-pihak yang dianggap me...
    Said Matheus Krivo on 2017-08-14 11:40:48
  3. Ada asap PASTI karna ada api... Tontonlah film 'Spotlight' yg brdasarkn kisah n...
    Said RESI Kurniajaya on 2017-08-12 22:38:30
  4. Teman-teman saudara-saudariku yang ada di dan berasal dari Keuskupan Ruteng. Saa...
    Said Matheus Krivo on 2017-08-12 15:12:04
  5. Berita menggembirakan, shg para imam tak memberi eks komunikasi bagi yang berce...
    Said Tono Tirta on 2017-08-11 20:10:43
  6. Permasalahan di Keuskupan Ruteng sampai mencuat seperti ini, tentu tidak main ma...
    Said Tono Tirta on 2017-08-11 16:19:26
  7. Keberadaan uskup bukan seperti presiden hingga kepala desa, yang dilakukan melal...
    Said aloysius on 2017-08-11 10:53:19
  8. sebaiknya umat bersabar dan berdoa agar kemelut ini segera berakhir. kendatipun...
    Said yohanes on 2017-08-11 10:21:16
  9. Pembuktian kebenaran jika ada proses pengadilan/tribunal. Sebagai pemimpin Gerej...
    Said Matheus Krivo on 2017-08-11 06:54:24
  10. Umat Katholik dimana saja. Jangan bicara tentang uang di Gereja yang anda telah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-08-11 06:48:21
UCAN India Books Online