UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Yesuit Membangun Dialog dengan Biksu Budha di Kamboja

Agustus 29, 2017

Yesuit Membangun Dialog dengan Biksu Budha di Kamboja

Par anggota Yesuit dan Budha melakukan meditasi ketika lokakarya di Kambodia. (Foto: Jesuit Conference of Asia Pacific)

Yesuit dari berbagai belahan dunia belum lama ini berkumpul di Kamboja untuk berdialog dengan biksu Buddha sebagai cara untuk mendorong dialog antaragama.

Enam belas Jesuit dari Korea, Filipina, Amerika Serikat, Jepang, India, China, Thailand, Nepal dan Myanmar bertemu pada pertengahan Agustus di Siem Reap. Mereka bergabung dengan empat biksu Budha Kamboja, mantan Yesuit dan aktivis Budha, seorang mantan biksu Buddha dan seorang pastor Maryknoll, demikian dilaporkan sjapc.net.

Lokakarya ini merupakan bagian dari pertemuan rutin Kristen-Buddha yang dilakukan  Konferensi Yesuit di Asia Pasifik.

Even ini memberi kesempatan untuk “membangun jaringan, persahabatan dan persekutuan antara para Yesuit yang terlibat dalam studi dan dialog Buddhis,” kata Pastor Jaroslav Duraj, seorang Yesuit asal Portugal yang berkarya di Macau, yang baru pertama kali mengikuti acara ini.

Hadir sebagai¬†narasumber adalah Pastor Jerry Cusumano SJ dari Universitas Sophia di Jepang yang berbicara tentang Latihan Zen dan Spiritual St. Ignatius Loyola, yang memperlihatkan bagaimana Zen dan Latihan Spiritual saling melengkapi, bukan¬†saling bertentangan, dan Pastor Bernard Senecal SJ dari Universitas Sogang di Korea Selatan, yang berbicara tentang “Kristus sebagai Yang Tercerahkan,” yang menggambarkan Buddhisme dan Kekristenan sebagai agama kebangkitan.

Biksu Buddha Yang Mulia Sovechea berbicara tentang “Buddhisme dan Spiritualitas Kristen” dari perspektif lintas agama, memberikan contoh karya lintas agama di Kamboja berdasarkan pada ajaran tokoh penting Budha, seperti Kaisar Ashoka, Maha Ghosananda dan Thich Nhat Hanh.

Para peserta juga mengunjungi kuil dan tempat bersejarah lainnya, termasuk Universitas Asia Sophia di Siem Reap dimana mereka belajar tentang proyek untuk perlindungan, restorasi dan konservasi monumen dan situs Angkor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi