UCAN Indonesia Catholic Church News

Pihak Berwenang China Melarang Anak-anak ke Gereja

30/08/2017

Pihak Berwenang China Melarang Anak-anak ke Gereja thumbnail

Dalam foto ini tampak seorang balita Katolik menghadiri Misa Malam Natal di Beijing, Desember 2014. (Foto: Wang Zhao/AFP)

Otoritas komunis terus memperketat cengkeraman mereka atas kegiatan orang-orang Kristen. Setidaknya empat pemerintah daerah di seluruh China mengeluarkan pemberitahuan yang membatasi anak-anak untuk bergabung dengan kelompok Kristen dan menghadiri kegiatan keagamaan.

Larangan tersebut mencakup mendidik anak-anak oleh gereja-gereja bahkan jika mereka ditemani oleh orang tua dan guru mereka. Selain itu, larangan tersebut mencakup janji bahwa pejabat akan melancarkan investigasi ke gereja-gereja yang diakui oleh pemerintah dan umat bawah tanah yang beroperasi di luar gereja Katolik dan Protestan yang diawasi ketat Beijing.

Langkah terakhir dilakukan sebagai bagian dari tindakan keras terhadap agama yang dimulai dengan kampanye penyingkiran salib tiga tahun lalu di propinsi Zhejiang, yang disebut sebagai benteng kristiani.

Langkah negara melawan agama menjadi resmi tahun lalu ketika pemimpin China Xi Jinping melembagakan rencana formal untuk mencinaisasi agama dengan tujuan untuk membawa lebih banyak pengikut agama di bawah kendali Partai Komunis yang berkuasa, yang secara resmi ateis dan melarang anggotanya untuk memeluk agama.

“Pemberitahuan darurat dari otoritas yang lebih tinggi melarang semua guru sekolah menengah dan sekolah dasar, siswa dan balita untuk bergabung dengan gereja Katolik atau Protestan,” kata rayon sekolah Yonglin di Wenzhou, Zhejiang timur, dalam sebuah catatan untuk semua sekolah dasar, intitut pendidikan untuk remaja dan taman kanak-kanak.

Maria, seorang wanita awam Katolik di distrik yang memperkenalkan dirinya dengan nama baptisannya, mengatakan kepada ucanews.com bahwa sekitar seminggu yang lalu guru putrinya mengirim sebuah pesan suara dan tertulis ke kelompok obrolan orang tua “meminta kami untuk tidak membawa anak-anak ke gereja.”

Guru tersebut mengindikasikan bahwa biro pendidikan tersebut mengeluarkan instruksi tersebut sambil menambahkan bahwa sebuah tim inspeksi akan memulai penyelidikan terbuka dan tersembunyi pada hari Minggu untuk mengetahui berapa banyak anak yang pergi ke gereja tersebut.

Pada 12 Agustus, kantor komite setempat juga pejabat ke gereja membujuk orang tua untuk tidak membawa anak-anak mereka ke sana. Namun, Maria mengatakan, masih banyak anak yang ikut serta dalam prosesi perayaan Maria asumpta, satu dari empat pesta terpenting bagi Gereja China, pada 15 Agustus.

Dalam insiden lain, sebuah kamp musim panas yang dikelola gereja yang diikuti dua teman sekelas keponakan Protestannya, akhirnya dibubarkan dan semua peserta dikirim pulang ke rumah, kata Maria.

“Langkah oleh pihak berwenang tidak perlu, bahkan jika mereka tidak diijinkan pergi ke gereja, kami orang tua dapat menyampaikan keyakinan agama kami kepada anak-anak kami di rumah,” kata Maria sambil mengakui bahwa kejadian baru-baru ini membuatnya khawatir.

Distrik Ouhai di Wenzhou juga mengeluarkan pemberitahuan serupa bahwa anak-anak tidak diizinkan untuk menghadiri kegiatan gereja. “Anak-anak yang menerima pendidikan agama dan pembentukan terlalu dini di gereja-gereja akan secara serius mempengaruhi penerapan normal sistem pendidikan,” kata pemberitahuan tersebut.

Situasi paralel dilaporkan terjadi di Daerah Otonomi Mongolia Dalam di Cina utara. Maria diberitahu oleh seorang teman di sana bahwa pejabat agama melarang sebuah perkemahan musim panas yang dikelola oleh Gereja Katolik di Wuhai, Keuskupan Bameng.

“Seorang pejabat wanita bertanya kepada orang awam tentang perkemahan musim panas di sana tanpa mengungkapkan identitasnya tapi dia mengatakan bahwa dia ingin anaknya bergabung dalam perkemahan itu. Orang-orang Katolik tidak tahu bahwa itu adalah perangkap dan menceritakan semuanya,” kata Maria.

“Pejabat agama kemudian menanyai imam, pastor tersebut awalnya menyangkalnya tapi setelah petugas mengungkapkan apa yang mereka ketahui, dia terpaksa membubarkan kamp tersebut,” katanya.

Melarang agama menginfiltrasi pendidikan

Menurut laporan media China Changsha, di ibu kota provinsi Hunan tengah, diadakan konferensi video darurat pada bulan Juni yang membahas bagaimana menstabilkan kerja di sistem pendidikan.

Sebagai bagian dari itu, Liang Guochao, kepala Biro Pendidikan, menekankan bahwa “upaya tegas untuk mencegah agama menyebar ke sekolah dan membimbing siswa untuk secara sadar menolak kultus agama sehingga membuat kampus menjadi tanah murni.”

Di provinsi tetangga Henan, sebuah dokumen “Memisahkan Pendidikan dari Agama” dikeluarkan pada bulan Juli yang mengulangi kebijakan komunis yang telah berlangsung puluhan tahun untuk tidak mengizinkan agama-agama menjalankan kelas studi, sekolah minggu, dan kamp musim panas untuk anak di bawah umur, dan segera menghentikan kegiatan semacam itu.

Dokumen tersebut berbicara tentang kecenderungan sekularisasi dalam pendidikan universal dan mencatat bahwa bahkan institusi tinggi yang dijalankan oleh kelompok agama pun telah berubah sekuler dan independen dari agama-agama.

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan di Tianzhujiao Zaixin, sebuah situs Katolik populer di China, seorang penulis bernama “Pastor Lu” mengatakan bahwa pejabat agama berkata kepadanya bahwa dokumen tersebut dikeluarkan oleh Departemen Front Persatuan provinsi, sebuah organ Partai Komunis yang berhubungan dengan kelompok agama sebagai bagian dari operasinya.

Pastor Lu mengatakan bahwa dia diminta untuk menghadiri kelas belajar yang dikelola pemerintah tentang dokumen tersebut sehingga tidak ada yang bisa menafsirkan dokumen tersebut sesuai pemikiran mereka namun mengikuti persis apa dokumen yang diinstruksikan.

Pastor tersebut juga menerima tiga panggilan dalam satu hari dari pejabat dari tiga departemen yang berbeda, memperingatkannya untuk berhenti menawarkan kelas bahasa Inggris dan musik gratis untuk anak-anak.

Sumber-sumber gereja mengatakan bahwa masih belum jelas apakah larangan tersebut merupakan kebijakan yang diterapkan secara ketat di China karena beberapa tempat lainnya mengadakan perkemahan musim panas tanpa gangguan, meski mereka sepakat bahwa situasinya tidak terlihat optimis.

2 Comments on "Pihak Berwenang China Melarang Anak-anak ke Gereja"

  1. ANTONIUS NAIBAHO on Sat, 2nd Sep 2017 5:02 pm 

    Gereja adalah rumah allah dibumi, dan semoga ajaran religius tidak dicampur baurkan kepada politis praktis.
    Masalahnya seringkali kegiatan politis selalu dimasukkan kepada religius yang semakin memjadi hambatan. Pada hal sangat memiliki formula yang berbeda, yang dimainkan oleh pihak yang berkepentingan.

  2. ANTONIUS NAIBAHO on Sat, 2nd Sep 2017 5:04 pm 

    religius sendiri sangat erat kaitannya kepada seluruh kegiatan umat termasuk lingkungan. diimplikasikan bahwa religi original adalah damai dan lingkungan berkelanjutan, terlepas dari segala kepentingan.




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. VIDEO: Memahami Masyarakat China Modern
  2. Aung San Suu Kyi Lamban, Warga Muslim di Asia Kecewa
  3. Paus Akui Gereja Terlambat Menangani Pelecehan Seksual
  4. Menjadi Gembala “Berbau Ikan Asin”
  5. Pastor China Dipenjara Kasus Pencurian, Umat Mengatakan Dia Dijebak
  6. Diduga Karena Tekanan, Pemerintah Menutup Sebuah Misi Katolik di India
  7. Gempa Meksiko Menewaskan 11 Orang Saat Acara Pembaptisan
  8. Renungan Hari Minggu XXV Tahun A – 24 Sept 2017
  9. Partai Khunto Mundur, Timor-Leste Dipimpin Koalisi Minoritas
  10. Mgr Adrianus Sunarko Ditahbiskan Uskup Pangkalpinang Akhir Pekan Ini
  1. Pengertian radikal adalah konsep kebersamaan dlm Al-Quran dan hadist TDK boleh m...
    Said Ali Hanafiah on 2017-09-25 10:39:31
  2. Terima kasih atas masukannya Romo. Salam hangat...
    Said cnindonewsletter on 2017-09-18 16:37:16
  3. Koreksi: Sejak Oktober 2016, Superior Generale CDD bukan lagi R.P. Jhon Cia, ...
    Said Yustinus CDD on 2017-09-18 11:19:22
  4. Suster, perkenalkan saya Dame. Saya berumur 25 tahun dan saya sudah baptis katol...
    Said Parningotanna Dameria Siahaan on 2017-09-15 14:17:52
  5. kalau ada pohon yang tumbang sebab angin kencang, maka jangan salahkan angin yan...
    Said mursyid hasan on 2017-09-13 00:02:54
  6. Salam Kenal Sahabat seiman, Nama sy Antonius, tinggal di Jakarta Indonesia. Sy...
    Said Antonius on 2017-09-10 21:25:14
  7. Selamat siang Romo Indra Sanjaya. Di Wahyu 13:1 kitab deuterokanonik ada salah t...
    Said agus eko on 2017-09-10 14:04:11
  8. Infonya sangat bermanfaat. Semoga umat Katolik makin mencintai kitab suci.......
    Said Deo Reiki on 2017-09-07 08:31:09
  9. Selamat siang, Jika boleh saya meminta nomer telp ibu Angelic Dolly Pudjowati...
    Said Cornellia on 2017-09-04 15:26:00
  10. sejarah masa lalu, yang masih belum jelas keputusan dari Pemerintah, dan belum j...
    Said ANTONIUS NAIBAHO on 2017-09-02 17:16:52
UCAN India Books Online