UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Paus dan Patriark Orthodoks Mendesak Dunia Agar Peduli Lingkungan

Agustus 31, 2017

Paus dan Patriark Orthodoks Mendesak Dunia Agar Peduli Lingkungan

Uskup Agung Konstantinople dan Patriark Ekumenis Bartholomew I (kiri) membetulkan kerah jubah Paus Fransiskus ketika tiba di bandara Mytilene di Pulau Lesbos, Yunani, 16 April 2016. (Louisa Gouliamaki/AFP)

Bersama dengan pemimpin Gereja Orthodoks, Paus Fransiskus telah mendesak warga dunia untuk bersikap hormat dan bertanggung jawab terhadap penciptaan, dan menyadari betapa ekosistem yang terganggu berdampak pada masyarakat miskin.

Untuk menandai Hari Doa Sedunia untuk Pemeliharaan Ciptaan pada 1 September, paus mengatakan bahwa dia dan Patriark Ekumenis Bartholomew dari Konstantinopel “menyiapkan sebuah pesan bersama.”

Meskipun teks itu tidak dipublikasikan segera, Paus Fransiskus menyampaikannya pada khalayak umum saat audiensi umum pada 30 Agustus bahwa pesan tersebut akan menjadi undangan bagi semua orang untuk mengadopsi pendekatan menghormati dan bertanggung jawab terhadap ciptaan.

“Selanjutnya,” katanya, “kami memohon kepada mereka yang memegang peran berpengaruh untuk mendengarkan tangisan bumi dan jeritan orang miskin, yang lebih menderita karena ketidakseimbangan ekologis,” kata paus seperti dikutip Catholic News Service.

Paus Fransiskus melembagakan hari doa dunia untuk Gereja Katolik pada tahun 2015, bergabung dengan patriarkat ekumenis yang telah menjalankan doa 1 September sejak tahun 1989.

Hari Doa Sedunia untuk Pemeliharaan Ciptaan, kata Paus Fransiskus ketika melembagakannya, menjadi waktu bagi individu dan masyarakat untuk “menegaskan kembali panggilan pribadi mereka menjadi pelayan bagi ciptaan, untuk bersyukur kepada Tuhan atas hasil karya indah yang dia telah percayakan kepada kita, dan untuk memohon pertolonganNya untuk melindungi ciptaan serta pengampunan atas dosa-dosa yang dilakukan terhadap dunia tempat kita tinggal.”

Jika orang Kristen memberikan kontribusi khusus untuk melindungi ciptaan, mereka harus menemukan kembali landasan spiritual dari pendekatan mereka terhadap apa yang ada di bumi, dimulai dengan sebuah pengakuan bahwa “kehidupan roh tidak dipisahkan dari tubuh atau dari alam,” namun hidup dalam persekutuan dengan semua realitas duniawi, kata paus.

 

ucanews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi