UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Pekerja Caritas Diminta Gabungkan Karya Amal dan Pewartaan

September 1, 2017

Pekerja Caritas Diminta Gabungkan Karya Amal dan Pewartaan

Sekitar 600 perwakilan Caritas dari paroki di Keuskupang Agung Hanoi menghadiri pertemuan pada 24-25 Agustus 2017.

Pemimpin Gereja Katolik telah meminta para pekerja Caritas di sebuah keuskupan agung Vietnam Utara untuk tidak hanya melakukan karya amal tapi sekaligus karya pewartaan.

Sekitar 600 perwakilan Caritas dari sejumlah paroki di kuskupan agung Hanoi menghadiri pertemuan di Seminari Tinggi St. Joseph pada 24-25 Agustus untuk membicarakan hal tersebut.

Turut hadir pada kesempatan itu Cardinal Peter Nguyen Van Nhon dari Hanoi, Uskup Thomas Aguino Vu Dinh Hieu, pemimpin Caritas Vietnam, uskup Alfonse Nguyen Huu Long, Ketua komisi pewartaan dan sejumlah uskup serta imam.

Pada pertemuan tersebut uskup Hieu mengatakan bahwa karya amal merupakan inti karya penginjilan

Dia menekankan bahwa gambaran Allah harus ditunjukkan dengan menjangkau  orang yang membutuhkan, seperti anak-anak jalanan dan mereka mengalami krisis pribadi

Uskup Hieu menegaskan bahwa karya amal sebagai sebuah media pewartaan merupakan “ sesuatu yang pantas bagi masyarakat dewasa ini”.

Pada pertemuan tersebut Uskup Long juga mengatakan bahwa karya amal dan penginjilan di Vietnam harus saling mendukung

Dia menunjukan sejumlah faktor yang memperparah kemiskinan misalnya rendahnya pendidikan dan kurangnya sarana transportasi di sejumlah daerah terpencil. Banyak wanita muda berani mengambil resiko perkawinan oleh laki-laki asing agar keluar dari kemiskinan, katanya.

Uskup Long menyebutkan penyalahgunaan alkohol dan minuman keras, judi, eksploitasi seks dan kurangnya keyakinan religius masyarakat sebagai patologi sosial yang dapat diselesaikan melalui karya amal.

Uskup tersebut mengatakan bahwa misi pekerja amal bukan hanya menyediakan kebutuhan material bagi yang membutuhkan, tetapi juga untuk “ memperkenalkan Yesus Kristus dan ajaran-Nya kepada mereka.”

Salah satu yang hadir pada pertemuan tersebut adalah Cardinal Nhon, mengatakan bahwa Caritas di paroki-paroki harus melatih para pekerja sebagai pewarta. Meski demikian mereka juga harus dilatih agar menjadi antusias terjadap pelayanan kepada semua orang, tanpa mempertimbangkan latar belakang mereka, katanya.

Cardinal Nhon mengatakan  keluarga kaya harus menawarkan bantuan praktis terhadap mereka yang hidup dalam kemiskinan dan penderitaan.

“Paroki-paroki mengirim anggotanya untuk memantau dan memberikan bantuan dasar kepada orang-orang yang kehilangan sanak saudara, kata uskup.

Dia memberikan sejumlah contoh lain dimana jemaat katolik setempat dapat mendorong dan menghibur keluarga-keluarga korban kecelakaan.

Kardinal Nhon menegaskan bahwa beberapa paroki di keuskupan agungnya menawarkan 10kg beras kepada orang miskin setiap bulan.

“Hal ini penting bahwa kita harus memberikan mereka makanan, tinggal bersama mereka, membersihkan mereka, membersihkan rumah dan berjalan bersama mereka” katanya.

Caritas memulai kativitas tersebut di keuskupan agung pada 2010 dan telah mendapatkan 20000 anggota dari paroki-paroki.

Mereka menyediakan bantuan kepada para korban bencana alam, mendirikan rumah bagi orang miskin dan menawarkan beasiswa kepada siswa. Caritas juga memberikan obat-obatan, makanan dan uang kepada pasien-pasien di rumah sakit-rumah sakit dan daerah-daerah terpencil.

Panita penyelenggara pertemuan mengatakan bahwa kegiatan-kegiatan caritas “ diapresiasi dan dikagumi” pemerntah dan organisasi-organisasi internasional.

—ucanews.com—

One response to “Pekerja Caritas Diminta Gabungkan Karya Amal dan Pewartaan”

  1. ANTONIUS NAIBAHO says:

    semoga kesadaran seluruh pihak, untuk mengarah perdamaian dunia, karena kekerasan sudah tidak relevan dengan umur bumi yang semakin tidak bersahabat dengan para penghunu bumi, karena akses yang dilakukan oleh makluk hidup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi