UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Proses Beatifikasi Kardinal Celso Constantini Dimulai

September 1, 2017

Proses Beatifikasi Kardinal Celso Constantini Dimulai

Kardinal Celso Costantini ditunjuk sebagai delegasi apostolik untuk China pada tahun 1922 dan menjadi sekretaris Kongregasi untuk Evangelisasi Umat dari 1935 1953, tahun saat dia diangkat menjadi kardinal.

Proses beataifikasi kaldinal Celso Costantini (1876-1958), delegatus pertama untuk China, akan segera dilaksanakan.

Meski demikian para ahli meyakini bahwa proses tersebut akan berjalan lambat karena adanya hubungan yang kurang baik antara gereja China dengan Vatikan.

Keuskupan Concordia-Pordenone, Italia, daerah asal Kardinal Costantini akan memberitahukan gereja-gereja tentang perkembangannya.

Proses awal direncanakan pada 17 Oktober di Katedral di Concordia, tempat pelayanan sang kardinal.

Penanggungjawab proses tersebut mengatakan bahwa gereja di China bisa menjadi ‘gereja bawah tanah’ dan tetap kuat menghadapi revolusi komunis berkat usaha Kardinal Costantini, demikian laporan Catholic News Agency.

Proses awal beatifikasi berupa penghidupan kembali diskusi mengenai ketegangan relasi antara China dan Tahta Suci.

Kongregasi Murid-Murid Tuhan (CDD), sebuah kongregasi religius pria pertama di China yang didirikan Kardinal Costantini pada 1927,  tidak menanggapi laporan tersebut.

Jhon Chia, mantan Superior General kongregasi CDD, mengatakan bahwa proses itu telah dijelaskan pada sebuah seminar di Taiwan, 8 Juli.

Meski demikian, seorang sumber gereja, yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan kepada ucanews.com bahwa para anggota Kongregasi Murid-Murid Tuhan meyakini bahwa proses beatifikasi akan memakan waktu lebih lama.

Yang berbicara pada seminar tersebut, Mgr. Bruno Fabio Pighin, seorang ahli yang mengetahui sejarah kardinal, mengatakan bahwa 17 Oktober yang merupakan permulaan proses beatifikasi juga merupakan hari peringatan 59 tahun kematian Kardinal Costantini.

Kongregasi Penggelaran Kudus telah menerima permohonn dari keuskupan Concordia-Pordenone dan menyebut kardinal sebagai  “seorang pelayan Allah” pada 24 Juni tahun lalu.

Dibawah pengaruh hubungan yang tidak stabil China-Vatikan, selalu ada halangan terhadap penamaan seorang santo China.

Pada tahun 2000, ketika Vatikan menganonisasikan 120 martir China pada 1 Oktober, hari Nasional China, hal itu memicu tanggapan negatif pihak pemerintah China.

Menghindari semakin buruk hubungan dengan China, Vatikan menunda (sejak tahun 2002-2012) beatifikasi atas Gabriele Allegra, Fransiskan asal Italia yang menerjemahkan secara menyeluruh  Kitab suci berbahasa China.

Sumbangan tersebsar bagi gereja China

Kardinal Costantini lahir pada 1876 dan ditabiskan menjadi imam pada 1899. Dia ditunjuk menjadi delegasi apostolik untuk China pada 1922 dan sebagai sekretaris Kongregasi Vatikan  untuk Evangelisasi Umat sejak 1935 hingga 1953, tahun ketika dia menjadi kardinal.

Dia dipuji karena usahanya untuk mengembalikan gereja China kepada kenyataan gereja lokal dengan menabiskan enam uskup China yang pertama pada 1926.

Kardinal Costantini mengadakan sinode uskup yang pertama di China pada 1924. Dia mempromosikan kesenian orang kristen China dan membangun yurisdiksi gereja yang dikelola oleh klerus China.

Alex Chen Tsung-ming, direktur riset Institut Ferdinand Verbiest Belgia, mengatakan bahwa beatifikasi untuk Kardinal Costantini berfungsi sebagai contoh yang baik untuk semua anggota Gereja China dan bahkan Gereja Universal.

Dia menambahkan bahwa pencalonan beatifikasi Kardinal Costantini, jika dikonfirmasi oleh Tahta Suci, akan menunjukkan kepada China bahwa Vatikan mencintai China sebagaimana yang dilakukan sang kardinal.

Chen mengatakan bahwa orang mungkin akan mengingat kontribusi Kardinal Costantini dalam menumbuhkan gereja lokal saat pemerintah China mendorong keras ‘cinaisasi.’

Namun, dia mengingatkan bahwa “cinaisasi’  itu didasarkan pada ideologi politik komunis, yang berbeda dengan “inkulturasi” yang dimaksudkan gereja. Inkulturasi berarti menyesuaikan cara pengajaran gereja  yang hadir dalam sebuah budaya non kristiani.

–ucanews.com–

2 responses to “Proses Beatifikasi Kardinal Celso Constantini Dimulai”

  1. Yustinus CDD says:

    Koreksi:

    Sejak Oktober 2016, Superior Generale CDD bukan lagi R.P. Jhon Cia, CDD. sudah diganti oleh pemimpin yg baru Francis Chong, CDD. Terima kasih sudah memuat berita ini. Shalom

  2. cnindonewsletter says:

    Terima kasih atas masukannya Romo. Salam hangat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi