UCAN Indonesia Catholic Church News

KWI dan Kominfo Kerjasama Sosialisasikan Penggunaan Medsos

11/09/2017

KWI dan Kominfo Kerjasama Sosialisasikan Penggunaan Medsos thumbnail

Romo Kamilus Pantus, Sekretaris Komisi Komsos KWI

Untuk mencegah penyebaran berita bohong dan palsu,Kementerian Komunikasi dan Informatika menggandeng pelbagai elemen masyarakat termasuk lembaga agama untuk bersama-sama memerangi hoaks sekaligus memberikan literasi media kepada masyarakat.

Tawaran kerjasama dari Kemkominfo ini juga disampaikan kepada agama katolik dalam acara tatap muka ibu Niken Widiastuti Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kemkominfo dengan komisi Komsos KWI 18 Agustus 2017. Pembahasan lebih lanjut dari kerjasama ini terjadi 25 Agustus 2017 antara Dirjen IKP dengan anggota Predium KWI.

Guna menyukseskan program pembinaan ini, Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) KWI bekerjasama dengan komisi Kepemudaan KWI mengajak beberapa Ormas Katolik seperti ISKA, FMKI, Pemuda Katolik, PMKRI. Tim internal Gereja ini bersama Kemkominfo akan mengadakan workshop bagi para orang muda katolik (OMK) di tujuh kota di Indonesia.

Kegiatan dimulai dari Jakarta kemudian dilakukan di Malang, Medan, Bandung, Manado, Kupang dan Semarang, dengan melibatkan 100 orang muda Katolik di setiap kota sebagai garda paling depan masa depan Gereja.

“Kegiatan akan dimulai di Civita Youth Camp Jl. Cimandiri 50, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten untuk wilayah Jakarta dan Bogor pada 16-17 September,”ujar Romo Kamilus Pantus, Sekretaris Komisi Komsos KWI di Jakarta.

Menurut Kamilus, workshop ini akan menitikberatkan tentang peran media sosial dalam meningkatkan wawasan kebangsaan sebagai orang muda katolik. Juga untuk meningkatkan kemampuan literasi mereka, utamanya dalam menggunakan media sosial dan mengelola konten-konten yang beredar di seputar kehidupan sehari-hari lewat alat-alat komunikasi.

“KWI dalam hal ini mendapat tugas sebagai narasumber tentang panduan penggunaan media sosial dari segi ajaran Gereja Katolik. Sementara pembicara lain dari tim Kominfo,”ujar Kamilus.

Kamilus menambahkan bahwa workshop ini juga dilakukan setelah buku Pedoman Penggunaan Media Sosial yang disusun oleh tim penulis dari Komsos KWI rampung pada akhir Agustus. Buku tersebut diterbitkan oleh Penerbit Katolik OBOR, dan akan diluncurkan pada 14 Oktober 2017.

Buku ini, kata Kamilus, akan menjadi materi utama dari perpseptif Gereja Katolik dalam kegiatan pelatihan tersebut sekaligus juga menjadi bahan untuk disebarluaskan kepada orang muda katolik di seluruh Indonesia.

Lebih lanjut Kamilus mengatakan bahwa Komsos KWI sendiri sudah melakukan sosialisasi penangkalan berita-berita bohong (hoaks) ke berbagai keuskupan dengan sasaran utama orang muda Katolik.

Literasi media sudah dimulai sejak diselenggarakannya Pekan Komunikasi Sosial Nasional pada Bulan Mei 2017 di Keuskupan Purwokerto. Pelatihan sudah dilakukan di sejumlah keuskupan seperti Larantuka, Sibolga, Palangkaraya, Amboina dan akan diteruskan ke keuskupan-keuskupan lain.

Pelatihan juga melibatkan biarawan dan biarawati seperti suster, frater, bruder dan seminaris.

Ketua Konferensi Waligereja Indonesia Mgr. Ignatius Suharyo menyatakan, sikap Gereja Katolik sangat jelas, yakni selain menempatkan internet sebagai karunia Allah yang berkarya melalui manusia, Gereja juga turun tangan untuk membimbing umat bagaimana memanfaatkan media sosial secara bijak.

“Peran Gereja adalah pewarta Kabar Baik dan nilai luhur Katolik. Artinya, media sosial merupakan pembaruan bentuk saja mengikuti perkembangan zaman. Tidak untuk ditolak melainkan untuk dikelola secara bijak,” ujar Suharyo dalam kata pengantar buku “Pedoman Penggunaan Media Sosial.”

Karena itu, kata Mgr. Suharyo, dalam bermedia sosial, penting sekali memegang prinsip untuk mengutamakan kebenaran, kebaikan, dan kemanfaatan dalam berkomunikasi. Kaidah moralitas, etika berkomunikasi, dan tatanan hukum wajib dijunjung dalam berkomunikasi di era digital ini.




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. VIDEO: Memahami Masyarakat China Modern
  2. Aung San Suu Kyi Lamban, Warga Muslim di Asia Kecewa
  3. Paus Akui Gereja Terlambat Menangani Pelecehan Seksual
  4. Menjadi Gembala “Berbau Ikan Asin”
  5. Pastor China Dipenjara Kasus Pencurian, Umat Mengatakan Dia Dijebak
  6. Diduga Karena Tekanan, Pemerintah Menutup Sebuah Misi Katolik di India
  7. Gempa Meksiko Menewaskan 11 Orang Saat Acara Pembaptisan
  8. Renungan Hari Minggu XXV Tahun A – 24 Sept 2017
  9. Partai Khunto Mundur, Timor-Leste Dipimpin Koalisi Minoritas
  10. Mgr Adrianus Sunarko Ditahbiskan Uskup Pangkalpinang Akhir Pekan Ini
  1. Pengertian radikal adalah konsep kebersamaan dlm Al-Quran dan hadist TDK boleh m...
    Said Ali Hanafiah on 2017-09-25 10:39:31
  2. Terima kasih atas masukannya Romo. Salam hangat...
    Said cnindonewsletter on 2017-09-18 16:37:16
  3. Koreksi: Sejak Oktober 2016, Superior Generale CDD bukan lagi R.P. Jhon Cia, ...
    Said Yustinus CDD on 2017-09-18 11:19:22
  4. Suster, perkenalkan saya Dame. Saya berumur 25 tahun dan saya sudah baptis katol...
    Said Parningotanna Dameria Siahaan on 2017-09-15 14:17:52
  5. kalau ada pohon yang tumbang sebab angin kencang, maka jangan salahkan angin yan...
    Said mursyid hasan on 2017-09-13 00:02:54
  6. Salam Kenal Sahabat seiman, Nama sy Antonius, tinggal di Jakarta Indonesia. Sy...
    Said Antonius on 2017-09-10 21:25:14
  7. Selamat siang Romo Indra Sanjaya. Di Wahyu 13:1 kitab deuterokanonik ada salah t...
    Said agus eko on 2017-09-10 14:04:11
  8. Infonya sangat bermanfaat. Semoga umat Katolik makin mencintai kitab suci.......
    Said Deo Reiki on 2017-09-07 08:31:09
  9. Selamat siang, Jika boleh saya meminta nomer telp ibu Angelic Dolly Pudjowati...
    Said Cornellia on 2017-09-04 15:26:00
  10. sejarah masa lalu, yang masih belum jelas keputusan dari Pemerintah, dan belum j...
    Said ANTONIUS NAIBAHO on 2017-09-02 17:16:52
UCAN India Books Online