UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Meski Lansia, Biarawati Ini Semangat Menjadi Instruktur Yoga

September 14, 2017

Meski Lansia, Biarawati Ini Semangat Menjadi Instruktur Yoga

Suster Infant Treesa melakukan gerakan yoga di Kerala, India bagian selatan. Biarawati Katolik itu percaya yoga dapat membantu orang menjadi sehat dan membantu perkembangan spiritual. (Foto T. K. Devasia)

Pada usia 66 seseorang telah memasuki masa pensiun atau sedang mempertimbangkan untuk melakukannya. Namun, biarawati Klaris, Suster Infant Treesa, tidak hanya tetap sibuk berlatih yoga, tapi dia juga mengajarkannya kepada orang lain.

Sebagai mahasiswa perawat medis 41 tahun yang lalu, dia menderita sakit punggung parah yang tidak bisa disembuhkan perawatan medis modern atau tradisional.

Seorang guru yoga berhasil merekomendasikan peregangan dan pengobatan lainnya.

“Saya kemudian memutuskan untuk menjadikan sains holistik sebagai bagian dari hidup saya,” kata Suster Treesa.

Biarawati tersebut berhenti bekerja sebagai perawat di sebuah perguruan tinggi medis yang dikelola pemerintah di negara bagian Kerala, India, 11 tahun yang lalu. Namun, dia terus belajar dan mengajar yoga di negara bagian selatan yang indah itu untuk memperkuat keyakinan agamanya.

Dia menggunakan yoga – yang mencakup praktik fisik, mental dan spiritual – sebagai “medium” untuk berkomunikasi dengan Tuhan.

Dan Suster Treesa yakin para suster bisa meningkatkan kehidupan spiritual mereka jika mereka juga belajar yoga. Kongregasinya memiliki sekitar 7.000 biarawati yang bekerja di India dan luar negeri.

Sekitar 5.000 orang telah mempelajari latihan yoga di dua pusat yang didirikannya di Kerala dan ada juga kursus pelatihan guru yoga.

Suster Treesa menghadiri konferensi yoga yang diadakan di berbagai wilayah di India dan di luar negeri setiap tahun. Partai Bharatiya Janata, yang mulai berkuasa secara nasional pada tahun 2014, mempromosikan yoga sebagai bagian penting dari budaya India.

Meskipun banyak orang menganggap Yoga hanya sebagai latihan fisik di mana orang memutar, meregangkan, dan bernafas dengan cara yang rumit, pemerintah sekarang percaya bahwa yoga  memiliki potensi besar untuk tidak hanya mengobati tubuh, tapi juga pikiran dan jiwa.

Beberapa kritikus melihat promosi praktik yoga itu oleh pemerintah terkait dengan hegemoni budaya Hindu.

Namun, Suster Treesa yakin yoga melampaui budaya dan agama.

“Yoga adalah gabungan unsur fisik, mental, intelektual, spiritual, dan emosional,” katanya. “Yoga juga adalah ilmu disiplin dan holistik, menyentuh semua aspek kehidupan manusia.”

Dia menambahkan bahwa banyak orang salah memahami yoga karena mantra Hindu Sansekerta (mantra) secara tradisional diucapkan.

“Saya membaca doa-doa Kristen dan bukan mantra Sanskerta saat berlatih yoga,” kata Suster Treesa.

Yoga bisa membantu orang menjadi orang Katolik yang lebih baik. “Dengan melakukan yoga, kita bisa mengalami kedamaian yang dijanjikan Kristus kepada kita,” kata Suster Treesa.

Baca juga: Elderly Kerala nun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi