UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Pastor Salesian Ini Mengisahkan Penangkapan dan Pembebasannya

September 20, 2017

Pastor Salesian Ini Mengisahkan Penangkapan dan Pembebasannya

Pastor Tom Uzhunnalil, SDB pada saat konferensi pers di Roma, 16 September 2017, tidak lama setelah dilepas oleh penculiknya. (Alberto Pizzoli/AFP)

Pastor Tom Uzhunnalil -dari kongregasi Salesian Don Bosco (SDB)- sedang duduk di sebuah ruangan di lokasi yang tidak dia ketahui, salah satu dari sejumlah lokasi dia ditahan selama 18 bulan- ketika dia menerima kabar yang menggembirakan.

“Mereka yang menawan saya datang ke tempat saya tidur (dan berkata), ‘Saya membawa kabar baik untuk kamu. Kami akan mengirim kamu pulang. Kalau mau pergi ke kamar mandi, lakukan sekarang. Mandi, tapi cepat!” kata Pastor Tom kepada wartawan pada 16 September di kantor pusat Salesian di Roma.

Imam asal India itu diculik pada tanggal 4 Maret 2016, dari sebuah panti jompo dan penyandang disabilitas yang dikelola oleh Misionaris Cinta Kasih di Aden, Yaman. Pada hari itu, empat Misionaris Cinta Kasih dan 12 lainnya dibunuh dalam serangan oleh orang-orang bersenjata.

“Saya bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk hari ini, karena sudah membuat saya aman, sehat, berpikiran jernih. Emosi saya terkendali sampai sekarang,” katanya setelah mendapatkan ketenangannya.

“Saya tidak ingin berbicara terlalu banyak tentang para suster [Misionaris Cinta Kasih] karena saya terlalu emosional,” katanya.

Meskipun laporan setelah penculikannya menunjukkan bahwa serangan tersebut dilakukan oleh ISIS, namun Pastor Uzhunnalil mengatakan bahwa para penculiknya tidak pernah mengidentifikasi siapa mereka.

“Mengapa mereka tidak membunuhku, mengapa mereka tidak mengikat tanganku, aku tidak tahu,” katanya. “Mungkin mereka menginginkan uang tebusan atau apa pun itu.”

Dia bercerita bahwa setelah meninggalkan dia di bagasi mobil, para militan menggeledah kapel, mengambil tabernakel, membungkusnya dengan kain altar dan meletakkannya di dekat imam yang diculik tersebut. Dengan tangannya yang tidak terikat, Pastor Uzhunnalil dengan hati-hati memindahkan linen dan menemukan empat atau lima hostia kecil, yang dia simpan untuk merayakan Ekaristi pada beberapa hari pertama setelah penangkapan.

Setelah persediaannya habis habis, dia berkata, dia terus melafalkan doa-doa Misa saat sendirian meski tidak memiliki roti dan anggur.

Dia menghabiskan sebagian besar waktunya untuk berdoa bagi paus, uskupnya, saudara-saudara Salesian, dan para suster dan semua orang yang sudah dipanggil Tuhan pada hari penculikannya.

Pada 11 September, Pastor Uzhunnalil diberi kabar tentang pembebasannya.

Meskipun dia hanya mengetahui sedikit tentang persiapan pembebasannya, Pastor Uzhunnalil mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada mereka yang membantu pembebasannya, termasuk Sultan Qaboos bin Said al Said dari Oman, pemerintah India, dan Vatikan, termasuk Paus Fransiskus yang dia temui sehari setelah pembebasannya.

 

Baca juga: Indian Salesian priest recounts tale of capture, liberation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi