UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Imam Filipina Merayakan Misa Pertama Sejak Dibebaskan

September 27, 2017

Imam Filipina Merayakan Misa Pertama Sejak Dibebaskan

Vikjen prelatur Marawi Pastor Teresito Soganub merayakan Misa pertama pada 24 September sejak dia dibebaskan. (Foto: Kol. Romeo Brawner)

Vikaris jenderal keuskupan Marawi, Pastor Teresito Soganub merayakan misa pertamanya pada 24 September sejak penyelamatannya dari kelompok militan di Filipina selatan.

Kolonel Romeo Brawner, wakil komandan gugus tugas bersama yang berjuang untuk mengusir gerilyawan yang terkait ISIS di Filipina selatan, merilis sebuah foto sang imam dan klerus lainnya merayakan Misa untuk para pasukan di markas angkatan bersenjata di Manila.

“Itu adalah perayaan besar dalam hidup Pastor Chito [nama panggilan Soganub], yang keamanan pribadinya berada dalam bahaya karena pertempuran di Marawi,” kata Brawner dalam sebuah catatan yang menyertai foto tersebut.

“Menurut Pastor Chito, Misa tersebut juga merupakan ucapan syukur atas nyawa mereka yang diselamatkan,” katanya.

“Pastor Chito berdoa agar dia bisa mengikuti Misa lagi di Katedral Santa Maria di Kota Marawi begitu pertempuran selesai dan daerah tersebut dibersihkan dari peledak rakitan.”

Brawner mengatakan bahwa foto tersebut menampik laporan sebelumnya bahwa ekstremis telah memaksa Pastor Soganub masuk Islam.

Pemimpin Katolik dan Islam telah menolak klaim tersebut.

Uskup Edwin de la Pena dari Marawi mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan di bawah tekanan tidak akan pernah mengikat dan pernyataan Pastor Soganub setelah penyelamatannya mengindikasikan “ketaatannya terhadap iman Katolik,”.

Para ulama Islam juga menekankan bahwa militan yang terkait dengan ISIS tidak memenuhi syarat untuk mengonversi seseorang karena mereka juga telah melanggar banyak ajaran Islam.

Uskup de la Pena mengatakan bahwa proses pemulihan Pastor Soganub sedang berjalan agar dia bisa kembali ke tugas keuskupan secara penuh.

Uskup de la Pena bertemu dengan Pastor Soganub tiga hari setelah penyelamatannya pada 17 September.

“Itu sangat mengharukan,” kata Uskup de la Pena tentang reuni mereka. Dia menolak untuk memberikan rincian percakapan mereka untuk melindungi kehidupan para sandera lainnya.

Pastor Soganub bekerja sama dengan militer untuk membebaskan sekitar 40 sandera yang masih ditawan oleh ekstremis yang berafiliasi dengan ISIS.

“Kita tidak bisa mengatakan bahwa kita bahagia, karena masih banyak sandera yang masih berada dalam penahanan,” kata uskup tersebut.

“Kami berharap perang segera usai,” tambahnya.

Brawner mengatakan bahwa pasukan dan responden pertama telah menyelamatkan lebih dari 1.730 orang di Marawi.

Ekstrimis masih menguasai sekitar ratusan ruko di beberapa wilayah pusat komersial yang ramai di Marawi.

Pemerintah telah memulai upaya rehabilitasi bahkan saat pertempuran sedang berlangsung. Insinyur militer dan departemen pekerjaan umum telah mulai mengestimasi bangunan di sekitar area pertempuran utama untuk memutuskan perencana tata letak untuk “Marawi yang lebih baik dan aman.”

 

Baca juga: Freed Philippine priest celebrates first Mass since rescue

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi