UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Puluhan Ribu Orang Dievakuasi Menghindari Amukan Gunung Agung

September 27, 2017

Puluhan Ribu Orang Dievakuasi Menghindari Amukan Gunung Agung

Seorang pria tertidur lelap setelah dievakuasi dari lokasi dekat Gunung Agung, 22 Septmber. (Sonny Tumbelak/AFP)

Lebih dari 57.000 orang, termasuk sejumlah keluarga Katolik, dievakuasi dari rumah-rumah mereka di Bali, setelah pemerintah setempat meningkatkan status Gunung Agung.

Gunung api ini merupakan satu dari 120 gunung berapi yang aktif di Indonesia. Menurut para ahli gunung ini diperkirakan akan meletus dalam beberapa hari ke depan, sehingga perlu untuk mengevakuasi warga yang berada dekat lokasi, agar tidak mengulangi kejadi saat gunung itu meletus tahun 1963 yang membunuh 1600 orang.

Sedikitnya  27 umat Katolik dievakuasi dari sekitar Karangasem di mana ada sekitar 200 orang Katolik tinggal di sana. Mereka dibawa ke stasi St Sisilia sedangkan lainnya tinggal di tempat-tempat yang sudah disediakan pemerintah.

Di Keuskupan Denpasar ada sekitar 41.300 orang Katolik, dari total sekitar 8,55 juta penduduk propinsi Bali.

Otoritas setempat sudah menetapkan radius 12 kilometer dari gunung berapi itu sebagai daerah bahaya.

“Gunung Agung sekarang memasuki fase kritis,” kata Sutopo Purwo Nugroho, jurubicara Badan Penanggulangan Bencana Nasional pada 26 September, setelah status gunung setinggi 3.031 meter itu meningkat sejak 22 September.

“Gempa sering terjadi,” kata Sutopo. Tapi dia menambahkan bahwa belum bisa dipastikan kapan gunung itu akan meletus.

Menurut laporan, sudah terjadi lebih dari 560 gempat sejak 25 September.

Kepada ucanews.com Tarsisia Ni Nyoman Juliarti, salah satu yang dievakuasi, mengatakan bahwa dia dan keluarganya  meninggalkan rumah mereka di  Padangkerta, kabupaten Karangasem, pada 23 September, karena mereka takut terjadi letusan.

“Gunung Agung dekat dan bisa dilihat dari tempat tinggal saya,” kata Tarsisia, ibu dari empat anak.

Menurut Ignatius Budi, koordinator bantuan gereja, mengatakan stasi St Sisilia bersama Keuskupan Denpasa dan Katedral Roh Kudus, membagikan makanan dan minuman serta masker, obat-obatan, dan peralatan tidur kepada para pengungsi.

“Kami bisa memenuhi kebutuhan mereka dalam beberapa hari ke depan,” kata Ignatius. Jika terjadi bencana, gereja bisa memberikan bantuan logistik selama 3-4 bulan.

 

Baca juga: Thousands flee as Bali braces for volcanic eruption

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi