UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Tidak Enak Sama Pemerintah, 15 Uskup China Batal ke Belgia

September 28, 2017

Tidak Enak Sama Pemerintah, 15 Uskup China Batal ke Belgia

Uskup Ma Yinglin (tengah) mengunjungi Verbiest Institute bulan Agustus dan bertemu dengan Pastor Jeroom Heyndrickx, CICM (kanan)). (Foto: www.chinacatholic.cn)

Lima belas uskup China membatalkan perjalanan ke Belgia untuk mengambil bagian dalam sebuah forum pastoral bulan depan, dengan mengatakan bahwa hal itu “tidak nyaman” karena tanggal tersebut bersamaan dengan Kongres Komunis Nasional ke-19.

Pastor Jeroom Heyndrickx, CICM mantan direktur dan pendiri Yayasan Verbiest, mengatakan bahwa perjalanan untuk menghadiri Institut Verbiest di Universitas Leuven dari 15-19 Oktober dibatalkan atas permintaan para uskup.

Dia mengatakan alasannya adalah bahwa para uskup harus menghadiri Kongres Komunis Nasional yang berlangsung selama seminggu di Beijing yang dimulai pada 18 Oktober.

“Dari sumber yang independen dan terpercaya, mereka mengetahui bahwa para uskup tidak diizinkan untuk pergi selama waktu itu,” kata Pastor Heyndrickx.

Pastor Heyndrickx mengatakan bahwa negosiasi telah dimulai untuk menjadwal ulang acara tersebut, dengan daftar para uskup yang disepakati bersama.

Institut Verbiest melalui siaran pers pada 8 September, mengatakan bahwa perjalanan tersebut telah disetujui setelah melakukan perundingan dengan pemerintah China mengenai forum tersebut untuk membahas petunjuk Pastoral untuk para Uskup yang diterbitkan oleh Tahta Suci.

“Ini disepakati, begitu pula daftar 15 uskup yang akan berpartisipasi dalam pertemuan itu, ke-15 uskup semuanya legal,” kata Pastor Heyndrickx.

Namun, seorang sumber gereja yang meminta namanya tidak disebutkan, mengatakan bahwa selama diskusi tersebut, daftar tambahan uskup diajukan, termasuk lima uskup yang diakui dan satu uskup yang tidak diakui. Daftar tersebut ditolak namun tidak diketahui mengapa, kata sumber tersebut, ia menambahkan bahwa dia tidak yakin apakah pembatalan perjalanan 15 uskup itu benar-benar terkait dengan Kongres Komunis Nasional.

Uskup Joseph Ma Yinglin, ketua Konferensi Waligereja China dan seorang uskup ilegal Kunming yang tidak diakui oleh Vatikan, mengunjungi Institut Verbiest pada bulan Agustus.

Pastor Heyndrickx mengatakan bahwa perjalanan Uskup Ma tidak ada hubungannya dengan ke 15 uskup China yang menghadiri forum bulan Oktober.

“Kami berdiskusi dengan dia lebih banyak tentang pertukaran dan kerja sama di bidang akademik untuk masa depan,” kata pastor tersebut. “Kami percaya bahwa lebih banyak kerjasama dan pertukaran di bidang akademik adalah pilihan yang lebih mungkin.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi