UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Seminari Baru Diharapkan Dapat Mengatasi Kekurangan Imam di Timor-Leste

Oktober 2, 2017

Seminari Baru Diharapkan Dapat Mengatasi Kekurangan Imam di Timor-Leste

Penyambutan Mgr Joseph Salvador Marino (tengah) Uskup Maliana Mgr Norberto do Amaral of Maliana (kanan) dan Uskup Baucau Mgr Basilio do Nascimento pada upacara peresmian Seminari St. Yosep Maliana, 26 September 2017.

Timor-Leste sebagai negara dengan mayoritas Katolik baru saja meresmikan sebuah seminari baru untuk menampung semakin banyak orang muda yang ingin belajar menjadi imam setelah menyelesaikan sekolah menengah pertama.

Seminari St. Josef di Keuskupan Maliana adalah seminari menengah kedua di negara itu setelah Seminari Maria Dari Fatima di Dili, yang selama ini merupakan satu-satunya tempat belajar bagi kaum muda yang bercita-cita untuk menjadi imam.

Setiap tahun, setidaknya 300 orang muda, termasuk dari Maliana, mencoba mendaftarkan diri di seminari ini, namun hanya bisa menerima 90 orang.

“Saya berharap seminari St Yosef ini merespons harapan Paus Fransiskus untuk mendapatkan lebih banyak panggilan dari Timor-Leste,” kata Apostolik Nuncio untuk Malaysia dan Timor-Leste, Uskup Agung Joseph Salvador Marino, saat pembukaan seminari baru di Maliana pada 26 September.

Nuncio meminta umat Katolik untuk mendukung para uskup dalam usaha mereka merawat seminari di negara itu – termasuk Seminari Tinggi St Petrus dan Paulus di Dili – yang juga tidak memiliki fasilitas yang memadai.

Timor-Leste memiliki total populasi 1,3 juta dan 97 persen atau sekitar 1,26 juta adalah umat Katolik. Hanya sekitar 220 imam di tiga keuskupan yang melayani mereka.

“Kami masih membutuhkan lebih banyak imam diosesan untuk melayani umat yang begitu banyak,” kata Uskup Maliana Mgr Norberto Do Amaral, dan berharap beberapa akan berasal dari angkatan pertama yang berjumlah 22 siswa.

Pastor Pascoal dos Santos Marques, rektor seminari baru tersebut, mengatakan bahwa keuskupan tersebut tidak membangun gedung baru untuk para seminaris. Mereka akan menempati gedung milik Colegio Infante de Sagres, milik keuskupan.

Para seminaris, katanya, akan belajar sebagai siswa reguler di sekolah tersebut, dan pada sore hari mereka akan mengikuti pendidikan seminari.

Uskup Basilio do Nascimento dari Baucau percaya bahwa pemimpin masa depan Gereja Timor-Leste akan datang dari seminari baru ini.

“Saya bangga bahwa tempat ini telah menjadi seminari dan harapan Gereja Timor-Leste,” kata prelatus tersebut, yang juga mantan pelajar di Colegio Infante de Sagres.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi