UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Kardinal Filoni Tekankan ‘Misi Yesus’ Selama Kunjungan ke Jepang

Oktober 3, 2017

Kardinal Filoni Tekankan ‘Misi Yesus’ Selama Kunjungan ke Jepang

Kardinal Fernando Filoni, prefek Kongregasi untuk Evangelisasi Bangsa Bangsa

Dalam kunjungan pastoral selama sepuluh hari ke Jepang, Kardinal Fernando Filoni menekankan bahwa Gereja Katolik di Asia Timur memiliki panggilan khusus untuk menjaga perdamaian.

Kardinal Filoni, prefek Kongregasi untuk Evangelisasi Bangsa-Bangsa, memberikan komentar setelah mengunjungi kota Hiroshima dan Nagasaki yang dijatuhi bom atom, serta kota-kota yang tercemar oleh radiasi pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima tahun 2011.

Selama kunjungannya ke Hiroshima, Kardinal Filoni menulis: “Hiroshima: il Suo nuovo nome e Pace” (Hiroshima: nama barunya adalah perdamaian) baik di buku tamu  The Peace Memorial Museum maupun di keuskupan.

Selama kunjungannya pada 17-26 September, Kardinal Filoni juga mengumpamakan Jepang sebagai sebuah kapal -bukan pulau- dengan mengatakan, “kibarkan bendera perdamaian dan arahkan ke seluruh dunia.”

Kardinal tersebut bertemu dengan imam setempat, umat beragama, awam dan seminaris di Fukuoka, Nagasaki, Hiroshima, Osaka, Sendai dan Tokyo.

Prefek tersebut juga memberikan surat dari Paus Fransiskus kepada Uskup Agung Mitsuaki Takami dari Nagasaki, ketua Konferensi Waligereja Jepang, di kantor Nuntius di Tokyo.

Dalam surat tersebut, paus menunjukan  tantangan negara tersebut. Misalnya, tingkat perceraian yang tinggi, bunuh diri di kalangan orang muda, orang-orang yang memilih untuk hidup bebas dari kehidupan sosial, formalisme religius dan spiritual, relativisme moral, ketidakpedulian kepada agama, dan obsesi dengan bekerja dan menghasilkan uang.

“Benar bahwa masyarakat yang berlomba-lomba maju dalam pembangunan ekonomi juga menciptakan di antara mereka orang miskin, terpinggirkan dan terabaikan. Tidak hanya orang-orang yang miskin secara material, tapi juga yang secara spiritual dan moral,” kata paus dalam suratnya.

Kardinal Filoni mengulangi sebuah pertanyaan selama kunjungan pastoral ke komunitas kecil kristiani: “Mengapa kita harus membawa Injil ke Jepang?” Sebagai jawaban, dia mengutip surat paus tersebut, “Dalam konteks yang sangat spesifik ini, ada kebutuhan mendesak bagi gereja di Jepang untuk terus memperbarui pilihannya untuk misi Yesus dan juga menjadi garam dan terang.”

Kardinal tersebut mengunjungi dua kampus Seminari Katolik Jepang di Fukuoka dan Tokyo. Di sana, dia menekankan pentingnya pembentukan imamat dan religius yang solid dan integral, sebagai tugas yang sangat mendesak, terutama karena penyebaran “budaya yang tidak berguna.”

Kardinal tersebut juga melakukan kunjungan tak terjadwal ke Rumah Loyola, sebuah rumah untuk orang jompo di dekat kampus seminari Tokyo. Di sana ia menyampaikan penghargaannya kepada para Jesuit untuk masa jaya mereka di Jepang.

Gerakan yang direstui  Vatikan

Surat Paus kepada uskup-uskup Jepang dalam sebuah paragraf menyebutkan “gerakan gerejani yang disetujui oleh Tahta Apostolik” yang menjadi topik diskusi di kalangan umat Katolik setempat.

Hal itu diyakini mengacu pada Neocatechumenal yang telah menyebabkan masalah di Gereja di Jepang, terutama di keuskupan terkecil, Takamatsu. Kardinal Filoni dikenal sebagai pendukung gerakan tersebut.

Namun, dia jarang merujuk pada salah satu gerakan ini selama kunjungannya.

Uskup-uskup Jepang sebelumnya telah mengeluh bahwa gerakan tersebut merongrong kesatuan komunitas Katolik setempat.

Paus Paulus VI mengakui gerakan tersebut pada tahun 1974, dengan mengatakan bahwa komunitas itu adalah cara yang otentik dan nyata untuk menjalani panggilan Kristiani. Namun pada saat yang sama mendesak anggota untuk tetap memperhatikan ketergantungan pada pastor dan persekutuan dengan semua saudara, dengan semua umat paroki, dengan para imam dan uskup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi