UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Militer Myanmar Dituduh Membunuh Warga Desa Secara Masal

Oktober 6, 2017

Militer Myanmar Dituduh Membunuh Warga Desa Secara Masal

Seorang warga Banglades membantu pengungsi Muslim Rohingya turun dari perahu setelah melarikan diri dari Myanmar. (Fred Dufour/AFP)

Militer Myanmar telah melakukan pembunuhan secara membabibuta terhadap puluhan Muslim Rohingya di sebuah desa di Negara Bagian Rakhine, kata sebuah organisasi kemanusiaan.

Tentara memukul, melakukan pelecehan seksual, menikam dan menembak mati warga desa yang berkumpul untuk melindungi diri di sebuah komplek tempat tinggal di desa Maung Nu pada 27 Agustus, dua hari setelah militan Rohingya menyerang pos penjagaan setempat dan basis militer, demikian laporan Human Rights Watch, 4 Oktober.

Tidak bisa dipastikan jumlah penduduk desa yang dibunuh, namun laporan tentang pembunuhan masal itu disampaikan oleh mereka yang berhasil selamat dan melarikan diri ke Bangladesh.

Foto satelit menunjukkan desa tersebut hampir musnah dilalap api, demikian HRW.

“Semua aksi brutal tentara Burma terhadap Rohingya menjadi nyata dalam pembunuhan masal di desa Maung Nu,” kata Phil Robertson, deputi direktor Asia di Human Rights Watch.

“Semua kebrutalan ini menuntut tanggungjawab pemerintah, bukan sekedar kata-kata. Dibutuhkan aksis tanggap yang konkret dengan segala konsekwensinya.”

Human Rights Watch mengatakan organisasi tersebut telah berbicara dengan 14 penyintas dan saksi dari Maung Nu dan desa-desa terdekat di desa Chin Tha Mar  di wilayah Buthidaung.

Para saksi yang melarikan diri ke Bangladesh mengatakan bahwa setelah serangan militan mereka takut akan serangan balasan dari militer. Beberapa ratus orang berkumpul di komplek tempat tinggal di Maung Nu setelah tentara Myanmar masuk sedangkan yang lainnya mengepung tempat itu.

Mereka diduga membawa  puluhan pria dan anak laki-laki Rohingya ke halaman dan kemudian menembak atau menikam mereka hingga tewas. Yang lainnya dibunuh karena mencoba melarikan diri.

Para tentara kemudian memuat mayat- menurut saksi ada sekitar seratus atau lebih- ke dalam truk militer dan membawa pergi.

 

Baca juga: Rights group accuses Myanmar army of village massacre

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi