UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

ISKA: Pernyataan Eggi Sudjana Menyakiti Umat Beragama

Oktober 9, 2017

ISKA: Pernyataan Eggi Sudjana Menyakiti Umat Beragama

Ketua KWI Mgr Ignatius Suharyo memimpin Ekaristi dalam rangka pengukuhan presidium ISKA 2017-2021 di KWI, 29 Mei 2017. (Mirifica.net)

Pernyataan Eggi Sudjana tentang ajaran agama mana saja yang sesuai dan tidak sesuai dengan Pancasila telah menyakiti hati umat beragama selain Islam dan sekaligus mengganggu nilai-nilai Bhineka Tunggal Ika, demikian disampaikan  Iur Liona Nanang Supriatna, Presidium Hukum Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA).

Pernyataan Eggi Sudjana, lanjut Liona, sudah dapat dikualifikasikan sebagai penyebaran informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras dan antar golongan sebagaimana diatur dalam Pasal 45A ayat 2 dan Pasal 28 ayat 2 UU No. 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

UUD Tahun 1945 juga mengatur dengan jelas tentang kebebasan beragama. Misalnya, pasal 28E ayat (2) UUD 1945 menyatakan bahwa setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan.

Selain itu, pasal 28I ayat (1) UUD 1945 juga dikatakan bahwa hak untuk beragama merupakan hak asasi manusia. Selanjutnya pasal 29 ayat (2) UUD 1945 menyatakan bahwa Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduknya untuk memeluk agamanya.

“Sebetulnya, pernyataan Eggy Sudjana tentang Trinitas ini bukan sesuatu yang sangat baru. Diskusi tentang Trinitas sudah muncul berabad-abad lamanya hingga hari ini. Dalam rentang waktu itu, Bapa-Bapa Gereja dan para teolog Katolik berusaha menjawabnya, meski diskusi tak pernah usai,” kata Liona dalam sebuah pernyataan, 8 Oktober.

Dalam ajaran Katolik, Trinitas merupakan sebuah misteri iman yang tak dapat terjelaskan oleh akal budi manusia. Bahkan, St Agustinus mengatakan, “Kalau engkau memahami-nya, Ia bukan Allah” (St. Agustinus, sermon. 52, 6, 16, seperti dikutip dalam KGK 230). Karena Allah maha besar dan melampaui segala sesuatu. Maka syarat utama untuk memahami misteri Trinitas adalah iman.

Umat Katolik mengimani bahwa Allah Bapa, Allah Putera dan Allah Roh Kudus adalah tiga pribadi namun satu esensi dan tak terpisahkan. Yesus sendiri mengatakan, “Aku dan Bapa adalah satu” (Yoh 10:30) dan “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa…” (Yoh 14:9). Yesus juga menyatakan kesatuan-Nya dengan Roh Kudus, yaitu Roh yang dijanjikan kepada para murid-Nya sebagai Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa (Yoh 15:26).

“Dari sini dapat dilihat bahwa ajaran tentang Trinitas sama sekali tidak bertentangan dengan Pancasila. Umat Katolik juga meyakini bahwa Allah itu Esa sebagaimana termaktub dalam sila pertama Pacasila: Ketuhanan yang Maha Esa,” kata Liona.

Dilaporkan ke Bareskrim

Sebelumnya, Ketua DPN Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia, Sures Kumar, melaporkan pengacara Eggi Sudjana yang diduga menyebut agama Kristen, Hindu, dan Buddha bertentangan dengan Pancasila.

Kepada Liputan6.com Sures mengatakan pernyataan Eggi dalam video yang dimuat oleh sebuah media online berpotensi menimbulkan kegaduhan. Karena itu, dia memutuskan untuk melaporkan Eggi ke polisi.

“Jadi pernyataan Beliau itu mengatakan pemeluk agama selain muslim itu bertentangan dengan Pancasila, hanya Islam yang sesuai dengan Pancasila. Sehingga, kalau Perppu Ormas disetujui, maka agama yang lain harus dibubarkan,” kata Sures, 5 Oktober

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi