UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Romo Magnis Tolak Tarik Ucapannya Terkait Eggi Sudjana

Oktober 11, 2017

Romo Magnis Tolak Tarik Ucapannya Terkait Eggi Sudjana

Romo Franz Magnis Suseno, SJ

Menanggapi dirinya dilaporkan ke polisi oleh pengacara Eggi Sudjana, Romo Franz Magnis-Suseno menyatakan tak akan menarik ucapannya yang menjadi pemicu laporan tersebut.

Eggi Sudjana pada Selasa (10/10), melaporkan balik orang-orang yang melaporkan dirinya ke Bareskrim Polri. Laporan Eggi diterima dengan nomor laporan LP/103/X/2017/Bareskrim tertanggal 10 Oktober 2017.

Arvid Saktyo kuasa hukum Eggi mengatakan kliennya melaporkan karena merasa nama baiknya dilecehkan. Para pelapor tersebut, menurut Arvid, gagal memahami perkataan Eggi di Mahkamah Konstitusi soal keesaan Tuhan yang menjadi dasar sekaligus bukti laporan para pelapor Eggi.

Adapun soal Romo Magnis, yang bersangkutan dilaporkan terkait dengan pernyataannya di sebuah media massa yang menyebut Eggi bodoh.

Merespons itu, Romo Magnis mengatakan tidak akan menarik kata-kata yang dia ucapkan terkait Eggi Sudjana. Menurutnya, tidak ada yang salah dengan ucapannya mengenai Eggi Sudjana.

“Saya tidak peduli. Terserah jika Pak Eggi lapor ke polisi. Yang saya katakan sudah jelas dan akan saya pertahankan. Saya anggap (pernyataan saya) itu sudah tepat,” kata Romo Magnis saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (10/10).

Pendiri Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta ini mengaku tak tahu apa motif lain dari laporan Eggi terhadap dirinya.

“Tetapi kalau maksudnya untuk mengintimidasi, dia tak akan berhasil melakukan itu,” ujarnya.

Lebih jauh, Romo Magnis juga mengatakan tidak memiliki persiapan khusus menyikapi laporan Eggi ke polisi. Dia menyatakan siap mengikuti proses hukum jika laporan itu ditindaklanjuti.

Romo Magnis adalah budayawan yang cukup dikenal publik. Pada 13 Agustus 2015, Romo Magnis mendapat penghargaan Bintang Mahaputra Utama dari Presiden Joko Widodo.

Penghargaan itu merupakan bentuk pengakuan pemerintah atas kontribusi Romo Magnis di bidang kebudayaan.

Selain dikenal sebagai budayawan, Romo Magnis juga merupakan seorang rohaniwan Katolik, cendekiawan, dan aktivis sosial.

Sebagai cendekiawan, Romo Magnis telah menghasilkan sejumlah buku dengan beragam tema. Tulisannya juga tersebar di berbagai media massa dan jurnal ilmiah.

Romo Magnis juga aktif mendukung kampanye dan gerakan yang terkait dengan kemanusiaan. Dia lahir di Eckersdorf, Silesia, Polandia, 26 Mei 1936 dan datang ke Indonesia pada 1961.

 

Selengkapnya: Dilaporkan Eggi Sudjana, Romo Magnis Tolak Tarik Ucapannya

7 responses to “Romo Magnis Tolak Tarik Ucapannya Terkait Eggi Sudjana”

  1. Jenny Marisa says:

    Eggy seorang “pengacara” maka pengetahuan utamanya hanya ttg pelanggaran dan “hukum” (di Indonesia), termasuk hukum yg tdk adil.. sangat sempit pikirannya.. dibilang “bodoh” masih sangat2 ringan, sebab yg dikatakan mencakup banyak golongan yg dihina..

  2. Maria Goretti K. says:

    semangat Romo…

  3. Sarto says:

    Aduh, memang benar apa yg Romo katakan tentang orang ini. Karena apapun alasannya, sebagai seorang lawyer Egy harusnya tahu konsekuensi logis ketika berbicara mengenai keyakinan agama tertentu. Latar belakang dan spirit yg yg terkandung dlm keyakinan agama lain tentu berbeda dng agama yg dianutnya. Kendati demikian, toh seorang anak sd pun dapat diajak untuk menemukan beberapa nilai pokok yg menjadi penekanan utama dalam setiap agama yg juga terkandung dlm Azaz dasar Pancasila. Bahkan tanpa di sadari oleh Egy, selain telah melukai nilai kebergaman NKRI, Egy juga menganulir pandangan para pahlawan yg membentuk dasar negara Indonesia: Pancasila.

  4. Nick Surah says:

    Gak mau dibilang bodoh, tp ucapan yang sengaja di publikasikan menyangkut keimanan pihak lain yg samasekali jauh dr pengetahuanx justru menyinggung serta menista existensi keberagaman agama yg ada di negri ini…. trus pantasx disebut apa…?!??!?! Sok Tau….?!?!?!?

  5. Rian Juliansyah says:

    Kalau tidak mau dibilang bodoh mungkin dia maunya dibilang goblok saja.

  6. kendri says:

    Egy tidak memahami benar fondasi sejarah bngsa ini dibangun…..Pancasila jelas merupakan fondasi yg telah dibangun berdasarkan konsensus bersama semua golongan di bumi pertiwi Indonesia…..mendiskreditkan kelompok (agama, suku, ras dan golongan) tertentu merupakan bntuk penolakan thp Pancasila…..

  7. Greg Uyanto says:

    Kalau di tempat mereka disebut menghina ulama…sabar dan ampuni saja ya Romo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi