UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Caritas Meminta Bantuan untuk Pemulihan Katedral Marawi

Oktober 12, 2017

Caritas Meminta Bantuan untuk Pemulihan Katedral Marawi

Tentara Filipina melakukan patroli di area yang rusak akibat serangan teroris bersenjata di Kota Marawi di Pulau Mindanao. ( Vincent Go)

Caritas Filipina meminta bantuan untuk memulihkan Katedral St. Maria di Marawi, menyusul kekhawatiran yang meningkat terkait masalah gizi buruk dan masalah pengungsian akibat serangan teroris yang sedang berlangsung.

Pastor Edwin Gariguez, sekretaris eksekutif Caritas Filipina, mengatakan bahwa penting untuk memulihkan tempat berdoa utama komunitas Katolik di kota berpenduduk mayoritas Muslim di Pulau Mindano.

Kelompok Maute, yang mengklaim memiliki hubungan dengan ISIS, meluncurkan serangan terorisme pada tanggal 23 Mei, yang mengakibatkan pertempuran berdarah dengan pasukan keamanan Filipina.

Kelompok bersenjata tersebut menculik Vikjen keuskupan, Pastor Teresito Soganub dan menghancurkan gambar-gambar orang kudus, termasuk foto Paus Fransiskus dan Paus Emeritus Benediktus XVI, saat mereka mengamuk di dalam gereja.

Pastor Soganub dibebaskan pada 17 September setelah hampir empat bulan ditawan.

Korban dipihak pemerintah terus meningkat saat konflik terus berlanjut, meski ada janji yang berulang-ulang dari komandan militer Filipina bahwa pertempuran tersebut akan segera diselesaikan. Hingga 8 Oktober, sebanyak 158 tentara dan polisi telah tewas dalam pertempuran dan lebih dari 1.000 orang terluka.

Militer mengatakan pada 9 Oktober bahwa 774 pemberontak telah terbunuh dan tersisa 48 militan yang mempertahankan posisi mereka dengan bantuan alat peledak rakitan.

Pastor Gariguez juga meminta bantuan untuk 400.000 orang yang mengungsi karena konflik yang sedang berlangsung. “Saya harap kami terus membantu mereka yang terkena dampak perang sehingga mereka bisa kembali ke kehidupan normal mereka,” katanya.

Pada 10 Oktober, Uskup Edwin de la Pena dari Marawi mengatakan bahwa keuskupan tersebut akan menghadapi krisis gizi buruk setelah konflik tersebut berakhir.

Seorang komandan militer mengatakan bahwa tembak- menembak diperkirakan akan berakhir “tidak akan melewati hari Minggu,” ia mencatat bahwa daerah konflik telah berkurang menjadi sekitar lima hektar.

“Kami yakin, kami bisa membersihkan area yang tersisa dalam beberapa hari ke depan,” kata Letnan Jenderal Carlito Galvez, komandan Komando Mindanao Barat.

Namun, Uskup De la Pena memperingatkan bahwa para teroris terus merekrut pejuang, terutama para pemuda, di Marawi dan sekitarnya.

“Kami telah berusaha keras untuk melawan kegiatan rekrutmen mereka,” kata prelatus tersebut. Ia menambahkan bahwa “perang tanpa akhir di Mindanao” adalah alasan bagi kemiskinan dan terorisme yang ekstrem di wilayah ini.

Letnan Jenderal Galvez mengatakan setidaknya 12 anak-anak dan 16 perempuan masih ditahan oleh orang-orang bersenjata di dalam zona pertempuran utama Marawi.

 

Lihat juga: Caritas appeals for help to restore Marawi cathedral

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi