UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Umat Katolik Papua Merayakan 50 Tahun STFT Fajar Timur

Oktober 13, 2017

Umat Katolik Papua Merayakan 50 Tahun STFT Fajar Timur

Umat Katolik di Papua merayakan 50 tahun Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Fajar Timur pada 10 Oktober 2017. (Foto Benny Mawel).

Ratusan umat Katolik termasuk alumni,para imam, uskup, biarawan dan biarawati merayakan pesta emas Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Fajar Timur yang berlokasi di Abepura, pada 10 Oktober.

STFT Fajar Timur yang merupakan sekolah tinggi yang dimiliki lima keuskupan di Papua, yaitu Keuskupan Agung Merauke, Keuskupan Manokwari Sorong, Keuskupan Jayapura, Keuskupan Mimika, dan Keuskupan Asmat didirikan 10 Oktober 1967.

Misa Syukur diadakan pada sore hari oleh lima uskup dan para imam. Usai Misa, dilanjutkan dengan acara ramah tamah.

Rektor Fajar Timur Pastor Neles Tebay dalam sambutannya mengatakan sekolah tinggi ini telah menerima mahasiswa dari seluruh Indonesia sejak didirikan.

Menurut buku pedoman, STFT Fajar Timur sudah menerima 1067 mahasiswa, dan 574 di antaranya menyelesaikan studi antara 1988-2015.  Para lulusan itu ada yang berprofesi sebagai rohaniwan, pekerja swasta dan pemerintahan di Papua, bahkan di bebebrapa tempat di Indonesia.

“Harapan kepada lulusan dari sekolah ini adalah menjadi pewarta nilai-nilai Injil sesuai dengan moto sekolah: Jadikanlah mereka Murid-Ku,” kata Pastor Neles.

Uskup Mankwari-Sorong Mgr Hilarion Datus Lega,  yang menjabat sebagai ketua pembina Yayasan Perguruann Tinggi Teologi Katolik Papua,  mengatakan kehadiran STFT harus menjadi nyata dalam pelayanan di Papua.

“Para alumn harus menyuarakan suara-suara keadilan di tanah Papua,” kata Mgr Datus dalam sambutannya.

Salah satu alumni, angkatan masuk 2000, Markus Haluk mengatakan sangat bersyukur pernah 4 tahun belajar di STFT.

“Empat tahun di sekolah ini  telah saya membentuk menjadi pejuang keadilan dan penegakan hak-hak orang asli Papua,” kata Markus yang saat ini menjadi anggota tim kerja United Liberation Movement for West Papua (ULMWP).

Heri Dosinaen, sekretaris daerah Profinsi Papua, mewakili pemerintah mengatakan sekolah teologi ini memberikan warna tersendiri dalam pembangunan di Papua. Ia mencetak lulusan-lulusan teologi yang menjadi pelayan iman kristiani  yang tersebar di tanah Papua, profinsi Papua dan Papua Barat.

Kehadiran alumni, baik yang bekerja dilingkungan gereja maupun pemerintahan telah memberi warna yang berbeda di dunia kerja masing-masing.

“STFT memberikan pengaruh luar biasa ke masyatakat di Papua ini. Papua pasti bangkit lewat STFT ini, sehingga harapan Papua menjadi mandiri dan sejahteran bisa terwujud,” kata Heri.

Sementra itu ketua Panitia, Berry Renwarin mengatakan panitia telah menerima sumbangan untuk perayaan 50 tahun yang mencapai 500 juta lebih.

“Penggunaan anggaran itu akan disampaikan secara tertulis,” kata Berry.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi