UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Keuskupan Dili Terus Bertumbuh, Membantu Kemajuan Timor-Leste

Oktober 24, 2017

Keuskupan Dili Terus Bertumbuh, Membantu Kemajuan Timor-Leste

Uskup Dili Mgr Virgilio do Carmo da Silva, SDB

Uskup Virgilio do Carmo da Silva, SDB  dari Keuskupan Dili Timor-Leste melihat potensi munculnya keuskupan keempat di negara tersebut karena jumlah umat Katolik terus bertumbuh.

Didirikan pada tahun 1940, Keuskupan Dili memiliki 28 paroki dengan 585.958 umat Katolik.

Timor-Leste adalah negara Asia yang paling Katolik. Dari populasi 1,3 juta, 97 persen – atau sekitar 1,26 juta – adalah orang Katolik.

Keuskupan Dili melayani enam distrik, sementara dua keuskupan lainnya – Keuskupan Baucau dan Keuskupan Maliana – masing-masing melayani empat dan tiga distrik.

Uskup Virgilio, 49, mengemukakan kerangka waktu yang mungkin untuk keuskupan baru sekitar empat sampai lima tahun.

Ini karena beberapa bagian keuskupannya yang ada membutuhkan pengembangan lebih lanjut.

Paus Fransiskus menunjuknya sebagai uskup baru Dili pada 30 Januari 2016, setelah jabatan tersebut kosong selama sekitar satu tahun setelah pengunduran diri almarhum Uskup Alberto Ricardo da Silva.

 

Jumlah seminaris meningkat

Keuskupan Dili hanya memiliki satu Seminari Menengah dan satu Seminari Tinggi, yang terakhir dijalankan bersama dengan keuskupan Baucau dan Maliana.

Namun, jumlah seminaris terus bertambah, dengan tiga atau empat tahbisan baru setiap tahunnya.

Seminari Menengah Our Lady of Fatima, yang didirikan pada tahun 1936, saat ini memiliki 254 siswa, sedikit naik dari 250 siswa di tahun 2016.

“Kami memiliki 120 seminaris di seminari Tinggi dari ketiga keuskupan tersebut,” kata Uskup Virgilio.

Pada tahun 2015, Keuskupan Dili memiliki 149 imam, 646 Biarawan dan Biarawati, dan 90 seminaris.

“Tingkat keteguhan imamat juga tinggi,” kata Uskup Virgilio.

Namun, sejumlah seminaris meninggalkan seminari mereka dan akhirnya bekerja untuk institusi pemerintah dan organisasi non-pemerintah.

“Mungkin alasannya adalah proses penyaringan itu sendiri,” katanya.

 

Hubungan dengan pemerintah

Keuskupan Dili telah menjalin hubungan baik dengan pemerintah.

Pemerintah mengakui Gereja Katolik sebagai kelompok masyarakat sipil, kata Uskup Virgilio, yang mempelajari filsafat dan teologi di Manila, Filipina, yang juga merupakan negara mayoritas Katolik.

Gereja Katolik berdiri melawan pendudukan brutal setelah militer Indonesia mengambil alih pada tahun 1975 ketika pemerintahan kolonial Portugis berakhir.

“Gereja menderita bersama umatnya, berjuang dengan mereka, melakukan perjalanan bersama mereka, mengenali dirinya sendiri dengan mereka,” kata Uskup Virgilio.

“Jadi, mereka merasa lebih  menjadi bagian dari Gereja Katolik.”

Dulu dikenal sebagai Timor Lorosa’e, ia memperoleh kemerdekaan dari Indonesia pada tahun 2002 setelah referendum yang didukung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa 1999. Kemudian berganti nama menjadi Timor-Leste.

“Sekarang pemerintah mengakui Gereja Katolik sebagai mitranya dalam melayani rakyat untuk pembangunan,” kata Uskup Virgilio.

Pada saat ketegangan politik, para pemimpin politik mendengarkan suara Gereja, tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi