UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Protestan, Katolik Melihat Satu Sama Lain sebagai Saudara dan Saudari

Oktober 30, 2017

Protestan, Katolik Melihat Satu Sama Lain sebagai Saudara dan Saudari

Paus Fransiskus foto bersama anggota koor dari Argentina setelah audiensi umum pada 25 Oktober 2017 di Basilika St Petrus, Vatikan. (Andreas Solaro/AFP)

Anugerah Tuhan dan dialog ekumenis selama berpuluh tahun memungkinkan umat Katolik dan Protestan merayakan 500 tahun Reformasi secara bersama-sama, menekankan baptisan dan iman bersama kepada Yesus, kata Paus Fransiskus.

Menyambut moderator dan delegasi dari Gereja Prebyterian Skotlandia, Sri Paus mengatakan, “Marilah kita bersyukur kepada Tuhan atas karunia besar karena kita dapat hidup dalam persaudaraan sejati pada tahun ini, tidak lagi sebagai musuh, setelah berabad-abad yang penuh keterasingan dan konflik.”

Paus bertemu dengan delegasi Gereja Skotlandia di Vatikan pada 26 Oktober, empat hari sebelum hari Minggu Reformasi, yang menandai ulang tahun ke-500 Martin Luther memajang 95 tesisnya di pintu gereja Wittenberg. Tesis yang disebut “perselisihan tentang kekuasaan dan indulgensi,” memicu Reformasi Protestan.

Menandai ulang tahun bersama, Paus Fransiskus mengatakan bahwa hal ini telah dimungkinkan berkat anugerah Tuhan, melalui perjalanan ekumenis yang memungkinkan kita tumbuh dalam saling pengertian, kepercayaan dan kerjasama.

Masa lalu tidak dapat diubah, namun hari ini kita pada akhirnya dapat melihat satu sama lain seperti Tuhan melihat kita, “kata paus seperti dikutip Catholics News Serive.

“Pertama dan utama, kita adalah anak-anak Tuhan, yang dilahirkan kembali di dalam Kristus melalui satu baptisan, dan  sebagai saudara dan saudari. Sudah lama sekali, kita saling memandang dari jauh, menyimpan kecurigaan, memikirkan perbedaan dan kesalahan, dan dengan hati berniat balas dendam untuk kesalahan masa lalu. ”

Sekarang, katanya, umat Katolik dan Protestan mengikuti jalan cinta kasih dalam kerendahan hati untuk mengatasi perpecahan dan penyembuhan luka, bekerja sama untuk melayani orang miskin dan mewartakan keadilan, dan berdiri bersama untuk membela hak-hak orang Kristen yang mengalami penganiayaan.

Pendeta Derek Browning, moderator Gereja Skotlandia, mengatakan kepada paus dengan mengutip kata – kata orang bijak “kita harus mengatakan kebenaran dalam cinta, tapi pertama-tama kita harus berbicara bersama. Jadi, tidak hanya dalam kata-kata kita, tapi juga dalam tindakan kita. Semoga kebenaran dan terang dan cinta menjadi hal-hal yang kita saling pertukarkan.”

Dia juga mengatakan kepada paus, “kami merayakan 50 tahun penahbisan wanita di Gereja Skotlandia tahun depan,” dan gereja tersebut telah memiliki diakon wanita selama hampir 130 tahun. “Kami sangat berminat akan apa yang akan Anda lakukan dengan sebuah komisi yang mencari di deskripsi tentang diakon wanita seperti dalam Perjanjian Baru.”

Pada tahun 2016, Paus Fransiskus menunjuk 12 ahli – enam wanita dan enam pria – untuk sebuah komisi yang mempelajari pelayanan diakon wanita dalam gereja awal.

Sebelum mengundang delegasi Gereja Skotlandia untuk berdoa dengan Doa Bapa Kami, Paus Fransiskus berbicara tentang pentingnya orang-orang Kristen mengenali betapa mereka saling membutuhkan.

One response to “Protestan, Katolik Melihat Satu Sama Lain sebagai Saudara dan Saudari”

  1. Bernardus Wato Ole says:

    Kesempatan murid-murid Kritus berefleksi akan masa lalu dan merancang masa depan dalam kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi