UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Kritik Pemerintah, Mahasiswa Katolik Dipenjara

Oktober 31, 2017

Kritik Pemerintah, Mahasiswa Katolik Dipenjara

Pham Kim Khanh (paling kanan) saat pertemuan mahasiswa tahun 2013.

Seorang blogger Katolik yang masih berstatus sebagai pelajar yang memperjuangkan demokrasi dan kebebasan berekspresi di Vietnam telah dijatuhi hukuman enam tahun penjara.

Pengadilan Rakyat di Provinsi Thai Nguyen dekat Hanoi, menghukum Phan Kim Khanh pada 25 Oktober karena terlibat dalam propaganda anti-pemerintah.

Surat kabar Thai Nguyen melaporkan bahwa sejak tahun 2015 Khanh telah menentang pemimpin komunis dan mendistorsi kebijakan resmi.

Pengacara Ha Huy Son, yang membela Khanh di pengadilan, mengatakan bahwa dia menggunakan internet untuk memperjuangkan kebebasan media dan reformasi demokrasi yang lebih besar, termasuk sistem multipartai.

Pihak berwenang menuduh Khanh memiliki hubungan dengan kelompok reaksioner yang berbasis di Amerika Serikat yang disebut Viet Tan.

Son mengatakan Khanh tidak membantah mengkritik Partai Komunis.

Pastor John Nguyen Ngoc Nam Phong mengatakan bahwa Khanh adalah seorang mahasiswa tahun kelima yang belajar hubungan internasional di Universitas Thai Nguyen.

Dia telah mendapatkan penghargaan atas prestasi akademis dan keterlibatannya dalam kegiatan sosial.

Pastor Phong mengatakan di Facebook bahwa Khanh telah secara berani berbicara menentang korupsi yang merajalela di kalangan pejabat pemerintah dan ketidakadilan sosial.

Sebagai konsekuensinya, dia ditangkap pada 21 Maret.

Human Rights Watch mengatakan pada 24 Oktober bahwa Vietnam harus segera membebaskan Khanh karena hukum pidana Vietnam sewenang-wenang digunakan untuk menahan orang yang dianggap berbeda pendapat.

“Tuduhan melakukan propaganda melawan negara dirancang untuk membungkam kritikan damai terhadap pemerintah Vietnam,” kata Brad Adams, direktur Asia di HRW.

“Vietnam harus menyingkirkan undang-undang ini dan berhenti menganiaya mahasiswa dan orang biasa hanya karena membicarakan masalah negara di Internet.

“Pelajar harus didorong untuk menulis tentang masalah sosial dan politik, bukannya malah dihukum.”

Human Rights Watch mengatakan bahwa lebih dari 100 aktivis yang saat ini dipenjara di Vietnam harus dibebaskan tanpa syarat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi