UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Uskup Paskalis Mendorong Umat Katolik Terlibat Aktif dalam Politik

Nopember 2, 2017

Uskup Paskalis Mendorong Umat Katolik Terlibat Aktif dalam Politik

Uskup Bogor Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM saat menyampaikan pidato pada pertemuan Pemuda Katolik di Bogor 28 Oktober 2017.

Uskup Bogor mendorong awam Katolik untuk lebih terlibat dalam politik, dan tidak cukup hanya mengkritik kebijakan pemerintah.

Berbicara di kongres nasional organisasi Pemuda Katolik  pada 27-29 Oktober, Uskup Bogor Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM mengatakan bahwa gereja menginginkan kaum awam untuk bekerja di lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif.

Dia mengatakan Indonesia masih berjuang menghadapi sejumlah isu krusial, termasuk korupsi, sektarianisme dan fundamentalisme agama.

“Dengan terlibat dalam politik, umat Katolik diharapkan untuk membawa perubahan dengan mempromosikan nilai-nilai keadilan, kejujuran, kesatuan, kedamaian dan penghormatan terhadap sesama manusia seperti yang diajarkan oleh gereja,” katanya.

“Nilai harus tercermin kuat dalam kehidupan sosio-politik,” kata uskup yang juga ketua komisi katekese KWI.

Menurut statistik pemerintah, umat Katolik membentuk 2,9 persen (7.5 juta) dari penduduk Indonesia. Meski tidak ada data pasti tentang orang-orang Katolik yang aktif dalam dunia politik, Mgr Paskalis  mengatakan jumlahnya sangat kecil.

Indonesia akan menggelar pemilihan legislatif dan presiden pada 2019 dan pemilihan gubernur tahun depan.

Umat harus melihat pemilihan ini sebagai kesempatan untuk terlibat dalam politik, kata Mgr Paskalis.

“Organisasi awam Katolik harus memiliki impian besar untuk melihat bagaimana anggota bisa terlibat dalam membangun bangsa ini,” katanya.

Uskup Paskalis menunjuk tokoh-tokoh Katolik terkemuka di masa lalu, termasuk Ignatius Joseph Kasimo Hendrowahyono, seorang politikus dan pendiri Partai Katolik dan negara menobatkan sebagai pahlawan nasional pada tahun 2011.

“Dia percaya pada agama Katolik, tapi pada saat yang sama mengabdikan hidupnya untuk negara ini,” katanya.

Karolin Margret Natasha, ketua Pemuda Katolik, mengatakan keterlibatan yang lebih besar dalam politik adalah salah satu tujuan utama organisasinya.

Salah satu hambatan utama umat Katolik adalah banyak yang enggan terlibat karena mereka sangat sadar bahwa mereka berasal dari kelompok minoritas.

“Namun, ada yang sadar bahwa dengan bergabung dalam sebuah organisasi, seperti ini ada misi untuk lebih terlibat dalam politik. Saya pribadi merasa inilah panggilan hidup saya,” katanya kepada ucanews.com pada 29 Oktober.

“Saya memiliki bakat dan saya berkewajiban untuk mengembangkannya,” katanya.

Ignatius Jonan, satu-satunya menteri Katolik di kabinet Presiden RI Joko Widodo mendukung komentar Uskup Paskalis.

Karena kelompok minoritas jangan menjadi alasan Umat ​​Katolik untuk tidak terlibat.

“Kita memiliki hak yang sama dengan kelompok agama lainnya,” katanya.

3 responses to “Uskup Paskalis Mendorong Umat Katolik Terlibat Aktif dalam Politik”

  1. Bernardus Wato Ole says:

    Mgr. Paskalis benar, umat Katolik harus terlibat dalam politik baik di bidang eksekutif, legislatip maupun yudikatif. Sebgai warga negara orang Katolik harus berperan serta dalam menentukan arah bangsa. Waktu lalu kita memiliki tokoh-tokoh awam yang handal yang berkiprah di level nasional. Tetapi kini jumlahnya sudah sangat terbatas dan kader muda pun hanya sedikit. Kami mengusulkan kepada para pemimpin gereja untuk juga mendampingi para awam agar terlibat di dunia politik dengan membawa misi gereja. Harus diakui bahwa saat ini pemimpin gereja tidak banyak memberikan pendampingan dan membiarkan segala sesuatu terjadi. Diharapkan organisasi gereja dan masyarakat seperti OMK, PMKRI, ISKA dan lain sebagainya terus menerus didampingi untuk terjun di dunia politik.

  2. Iya terimakasih pak uskup atas potongannya.

  3. Iya terimakasih pak uskup atas dorongan nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi