UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Gereja Hong Kong Minta Dukungan Umat Menolak ‘Perubahan Gender’

Nopember 7, 2017

Gereja Hong Kong Minta Dukungan Umat Menolak ‘Perubahan Gender’

Uskup Auxilier Joseph Ha Chi-shing (tengah) dan Pastor Robert Ng Chi-Fun (kiri) menghadiri pertemuan untuk menjelaskan pendirian gereja terhadap legislasi pengakuan gender yang diajukan pemerintah Hong Kong. (Foto: Keuskupan Hong Kong)

Keuskupan Hong Kong telah meminta umat Katolik untuk mengikuti arahan gereja dalam menentang undang-undang pengakuan gender selama masa konsultasi publik yang berfokus pada isu yang kontroversial termasuk penentuan ulang gender.

Sebuah kelompok kerja dibentuk pada pertengahan Agustus oleh keuskupan untuk mengekspresikan sikap gereja pada naskah konsultasi pemerintah untuk isu pengakuan gender.

Pada sebuah pertemuan pengarahan untuk naskah konsultasi yang diadakan oleh keuskupan pada 30 September, Uskup Auksilier Joseph Ha Chi-shing mengatakan bahwa gereja ingin menyampaikan pendiriannya mengenai masalah ini di kalangan umat Katolik.

Pastor Robert Ng Chi-Fun mengatakan pada kesempatan itu bahwa Gereja Katolik benar-benar menentang apa yang disebut pengubahan gender. Imam Yesuit mengatakan gender seseorang sudah diputuskan oleh Tuhan dan tidak ada yang bisa mengubah jenis kelamin mereka.

Naskah konsultasi pemerintah mengikuti keputusan dan nasehat Pengadilan Banding pada akhir tahun 2013 atas sebuah kasus yang melibatkan seorang transeksual yang menikahi seorang pria. Pemerintah membentuk Kelompok Kerja Antar Departemen untuk Pengakuan Gender (IWG) pada bulan Januari 2014. Kelompok ini mempelajari apakah perlu untuk memperkenalkan undang-undang dan tindakan administratif untuk menangani isu-isu mengenai pengakuan gender di Hong Kong.

Pada bulan Juni, IWG menerbitkan sebuah naskah konsultasi mengenai pengakuan gender dan meminta pendapat masyarakat mengenai masalah ini.

Sebagai tanggapan, Keuskupan Hong Kong mengeluarkan saran bagi umat Katolik sebagai tanggapan atas naskah konsultasi yang mencakup 16 pertanyaan untuk mengumpulkan opini publik mengenai legislasi pengakuan gender. Dalam panduannya, keuskupan memberikan informasi yang mencerminkan pendirian gereja mengenai masalah ini.

Pedoman tersebut mencatat bahwa keuskupan “pada dasarnya menentang undang-undang dan tidak mendukung inisiatif pengakuan gender.” Namun, dikatakan akan menawarkan “cinta kasih, belaskasihan dan pelayanan pastoral” kepada mereka yang bermasalah dengan masalah pengakuan gender.

Konsultasi publik seharusnya ditutup pada akhir Oktober, namun telah diperpanjang sampai 31 Desember

One response to “Gereja Hong Kong Minta Dukungan Umat Menolak ‘Perubahan Gender’”

  1. Jenny Marisa says:

    Masalah manusia.. siaps tahu ini dibenarkan Tuhan atau tidak? Menawarkan cinta kasih bagaimanapun manusia yg kebetulan transgender masih punya keinginan jadi normal. Sejauh mungkin ingin dilakukan perbaikan pada kekurangannya.. Apakah itu tidak bisa disetarakan dengan operasi cacat lain? Contoh, kembar Siam.. dan banyak lagi yang dengan operasi bisa dibuat badan yang normal. Atau memperbaiki bibir sumbing.. Apa dasarnya tidak disetujui masalah tsb diatas?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi