UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Orang Katolik Indonesia Diminta Terlibat Aktif Mengurangi Sentimen Agama, Etnis

Nopember 8, 2017

Orang Katolik Indonesia Diminta Terlibat Aktif Mengurangi Sentimen Agama, Etnis

Yunarto Wijaya (kiri) saat berbicara pada forum Konferensi Waligereja Indonesia di Jakarta pada 6 November. Di sampingnya adalah Uskup Padang Mgr Martinus Dogma Situmorang OFMCap

Direktur Charta Politika Yunarto Wijaya meminta orang Katolik agar melakukan lebih banyak aksi konkrit dalam masyarakat untuk menghilangkan sentimen agama dan etnis yang seringkali digunakan oleh kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai tujuan politik.

Menurut Yunarto, sentimen keagamaan dan etnis biasanya muncul menjelang pilkada maupun pilpre dan sasarannya adalah orang-orang miskin dan tidak berpendidikan.

“Orang Katolik bisa melakukan kegiatan-kegiatan sosial bagi warga miskin dan yang tidak berpendidikan. Kegiatan semacam ini menjadi sarana untuk membuat mereka sadar bahwa tidak ada ada sekat-sekat agama dan etnis,” kata Yunarto pada pembukaan rapat tahunan Konferensi Waligereja Indonesia pada 6 November di Jakarta.

Yunarto kemudian mencontohkan pemilihan gubernur DKI Jakarta tahun ini.

Pemilihan yang berlangsung dua putaran, yang diadakan pada 15 Februari dan 19 April, membawa kemenangan bagi Anies Baswedan yang didukung oleh kelompok-kelompok radikal dan mengalahkan Basuki Tjahaja Purnama, atau Ahok.

“Apa yang menjadi kekhawataran adalah daerah-daerah lain kemungkinan akan menggunakan sentimen serupa [dalam pilkada serentak tahun depan],” kata Yunarto kepada ucanews.com.

Pada bulan Junie 2018 bangsa ini akan mengadakan pemilihan kepala daerah di sekurangnya 17 provinsi, 39 kota dan 115 kabupaten. Kemudian akan ada pemilihan presiden pada Mei 2019.

Ada empat provinsi yang rawan konflik yakni Papua, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi Barat.

Akan tetapi menurut Uskup Jayapura Mgr Leo Laba Ladjar OFM, sentimen agama dan etnis tidak menjadi isu besar di wilayahnya.

“Ada keprihatinan di kalangan orang Papua bahwa orang-orang non-Papua akan terus mendominasi atas mereka secara politik dan ekonomi,” kata uskup.

3 responses to “Orang Katolik Indonesia Diminta Terlibat Aktif Mengurangi Sentimen Agama, Etnis”

  1. Jenny Marisa says:

    Paham.. memang hrs menghadapi tantangan ini dengan cara baik, tanpa diri sendiri terpengaruh oleh pihak seberang.

  2. Servatius Rinja says:

    Umat katolik secara umum bisa di terima oleh saudara agama lain karena:
    1. Memiliki gereja yg terpusat pada satu tempat
    2. Tidak mudah terprovokasi oleh kelompok lain.
    3. Tidak radikal dan menjalankan berlaku adil pada siapa saja

  3. Gai Suhardja says:

    Katolisitas umat mesti nyata dalam kebersamaan yang mengandung perbedaan, yaitu memandang semua orang sebagai sesama manusia setara dan setiap pribadi memiliki martabat dan nilai tersendiri yang berharga bagi yang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi