UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

India Menghukum Pria Banglades karena Memperkosa Biarawati Lansia

Nopember 9, 2017

India Menghukum Pria Banglades karena Memperkosa Biarawati Lansia

Tersangka pemerkosa seorang biarawati Katolik berusia 71 tahun di bagian timur India, digiring menuju kendaraan lapas untuk disidangkan di Kolkota, 7 Nov. Biarawati itu diperkosa di biara mereka di Ranaghat, 14 Maret 2015. (IANS)

Bangladesh harus meminta maaf kepada India atas kejahatan yang dilakukan seorang warganya yang dihukum karena memperkosa seorang biarawati berusia 71 tahun di India dua tahun lalu, kata seorang pejabat gereja.

Tanggapan resmi para uskup Katolik Bangladesh terjadi setelah pengadilan setempat di Kolkata, di negara bagian Bengal Barat di India pada 7 November  menghukum Nazrul Islam karena memperkosa biarawati tersebut di Biara Yesus dan Maria di Ranaghat pada tanggal 14 Maret 2015.

Islam dan lima lainnya, semuanya dari Bangladesh, juga dihukum karena perampokan bersenjata di biara tersebut, sekitar 30 kilometer dari perbatasan India-Bangladesh.

“Kejahatan dan keyakinan itu tercela bagi Bangladesh,” kata Teofil Nokrek, sekretaris Komisi Keadilan dan Perdamaian Konferensi Waligereja Bangladesh. “Saya pikir pemerintah kita harus mengeluarkan pernyataan permintaan maaf resmi ke India,” katanya kepada ucanews.com.

“Senang melihat keadilan ditegakkan,” kata Nokrek, dan menambahkan bahwa pelaku kekerasan seksual di balik kejahatan tersebut harus mendapat hukuman yang bisa menjadi contoh.

Namun, dia mengatakan bahwa polisi India juga salah karena Islam telah memasuki India tanpa dokumen yang sah. “Orang bertanya-tanya bagaimana seorang pria dari satu negara bisa memasuki negara lain tanpa surat-surat yang sah,” katanya.

Empat dari enam penyerang diidentifikasi melalui rekaman CCTV, menurut polisi India. Para biarawati  melaporkan bahwa sekelompok geng yang didiri dari delapan orang menggeledah biara pada dini hari tanggal 14 Maret dan mengambil beberapa barang berharga termasuk uang tunai.

Polisi menangkap Islam pada bulan Juni 2015 dari sebuah stasiun kereta api di India. Biarawati 71 tahun dari Konggregasi Yesus dan Maria kemudian mengidentifikasi Islam dari antara 10 orang yang dibariskan oleh polisi untuk diidentifikasi. Meskipun Islam telah dihukum karena memperkosa suster, hukumannya belum diumumkan.

Pastor Saroj Biswas dari Paroki Ranaghat’s Our Lady of Guadalupe, mengatakan kepada ucanews.com bahwa masyarakat setempat “senang melihat keadilan sedang dilakukan.”

“Kami percaya bahwa hasil dari putusan ini akan membantu menghentikan pengulangan kejahatan semacam itu,” katanya menambahkan bahwa biarawati lokal di biara tersebut telah membuat sebuah kebijakan untuk tidak berbicara kepada media mengenai masalah tersebut.

Kasus Ranaghat menjadi berita utama media karena seorang biarawati tua terlibat. “Tapi sayangnya ada beberapa kejahatan seperti yang dilakukan terhadap kaum yang lebih lemah, namun tidak dibawa ke forum publik,” kata Pastor Biswas.

Catatan pemerintah terbaru menunjukkan bahwa pada tahun 2015 India mendaftarkan rata-rata 890 kejahatan setiap hari terhadap perempuan, termasuk pelecehan seksual, pemerkosaan dan pembunuhan. Pada tahun 2015 negara tersebut mencatat 34.651 kasus perkosaan termasuk anak-anak dan orang tua, menurut catatan terakhir Biro Catatan Kejahatan Nasional.

 

Baca juga: India convicts Bangladeshi national for raping elderly nun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi