UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Paus Fransiskus Membuka Jalan untuk Beatifikasi Yohanes Paulus I

Nopember 10, 2017

Paus Fransiskus Membuka Jalan untuk Beatifikasi Yohanes Paulus I

Kardinal Albino Luciani, yang kemudian menjadi terpilih menjadi Paus Yohanes Paulus I, 26 Agustus 1978. (AFP )

Paus Fransiskus menyadari bahwa Paus Yohanes Paulus I, yang hanya melayani 33 hari sebagai paus, menjalani kebajikan Kristen dengan cara yang luar biasa.

Vatikan mengumumkan keputusan Paus Fransiskus pada 9 November. Ini menandai langkah besar pertama menuju kesucian bagi paus yang meninggal pada tahun 1978 pada usia 65 tahun, yang mengejutkan dunia dan gereja yang baru saja meratapi kematian Beato Paulus VI.

Paus Fransiskus harus mengenal sebuah mukjizat yang dikaitkan dengan perantaraan doa paus Yohanes Paulus agar dia dapat dibeatifikasi, yang merupakan langkah selanjutnya menuju kesucian. Keajaiban kedua akan dibutuhkan untuk kanonisasi.

Stefania Falasca, wakil postulator penyebab kesucian Paus Yohanes Paulus, mengatakan bahwa satu “penyembuhan luar biasa yang terkait” telah diselidiki oleh keuskupan dan kemungkinan kedua sedang dipelajari, namun Vatikan tidak memulai penyelidikannya sampai kandidat dinyatakan terhormat.

Meskipun kepausannya menjadi salah satu yang terpendek dalam sejarah, Paus Yohanes Paulus meninggalkan kesan abadi pada gereja yang mengingatnya sebagai “paus yang tersenyum,” demikian Catholic News Service

Kematiannya yang mengejutkan yang terjadi hanya sebulan menjadi paus membuka peluang untuk rumor dan teori konspirasi pembunuhan. Dokter Vatikan bersikeras, karena Vatikan terus mendesak, bahwa Paus Yohanes Paulus meninggal karena serangan jantung.

Moto kepausannya “Humilitas” (Kerendahan Hati) tidak hanya menekankan kebajikan Kristen tapi juga mencerminkan kepribadiannya yang sangat membumi dan awal yang sederhana.

Lahir sebagai Albino Luciani di kota kecil Canale D’Agordo, Italia pada 17 Oktober 1912, paus masa depan itu beserta dua saudara dan satu saudarinya hidup dalam kemiskinan dan kadang-kadang pergi tidur dalam keadaan lapar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi