UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Buruh, Petani Kecam ASEAN karena Anti Masyarakat Miskin

Nopember 14, 2017

Buruh, Petani Kecam ASEAN karena Anti Masyarakat Miskin

Kelompok aktivis mengecam kehadiran Presiden Amerika Donald Trump pada pembukaan KTT ASEAN di Manila, Filipina, 13 November. (Vincent Go)

Kelompok aktivis, termasuk pekerja dan petani, mengecam KTT Perhimpunan Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) di Manila minggu ini karena anti-masyarakat miskin.

Para pemrotes mengadakan demonstrasi setiap hari di sekitar ibukota Filipina minggu ini untuk menunjukkan kemarahan mereka atas apa yang mereka sebut ASEAN mengabaikan kepentingan sektor dasar masyarakat.

Asosiasi Serikat Pekerja dan Kongres Serikat Buruh Filipina mencatat bahwa KTT ASEAN telah menjadi “eksklusif hanya untuk bisnis dan kapitalis.”

“KTT adalah acara premium untuk proses integrasi ASEAN, namun eksklusif hanya untuk pemerintah, pengusaha dan majikan,” kata Alan Tanjusay, juru bicara kelompok tersebut.

Dia mencatat bahwa tidak ada diskusi yang direncanakan selama pertemuan mengenai upah dan tunjangan untuk pekerja.

Kelompok buruh telah melobi masuknya serikat pekerja dalam perumusan kebijakan, penegakan, dan pemantauan standar keselamatan dan kesehatan kerja di wilayah ini.

“Tidak ada tempat duduk di meja bagi para pekerja untuk meletakkan standar pekerja umum yang mengikat dan standar keselamatan serta kesehatan kerja untuk pekerja di ASEAN,” kata Tanjusay.

Kelompok petani internasional La Via Campesina meminta negara anggota ASEAN “untuk menghormati, melindungi, dan mempromosikan hak atas tanah dan akses terhadap keadilan petani dan orang desa di wilayah ini.”

“Hak petani harus dilindungi untuk memastikan bahwa ada makanan di meja bagi setiap orang,” kata Elvira Baladad, perwakilan La Via Campesina untuk Filipina.

“Kami berutang kepada produsen makanan Asia Tenggara untuk melindungi hak-hak mereka,” katanya, menambahkan bahwa 70 persen makanan yang dikonsumsi orang secara global berasal dari petani kecil.

Dia mengatakan bahwa rencana ASEAN untuk membangun satu pasar tunggal untuk wilayah ini melalui kesepakatan perdagangan bebas dan investasi berskala besar telah berdampak negatif kepada petani kecil dan produsen makanan.

“Kurangnya kebijakan yang memadai merupakan batu sandungan utama dalam mencapai ketahanan pangan dan kedaulatan. Sudah saatnya pemerintah ASEAN mendengar suara dan tuntutan kita,” kata Baladad.

“perampasan lahan dan konversi lahan menjadi fenomena normal di pedesaan,” kata Mohammed Ikhwan dari Serikat Petani Indonesia.

Dia mengatakan petani kehilangan tanah mereka karena pertambangan, zona ekonomi khusus, pariwisata, dan real estat. “Hak kami secara terus menerus dan sistematis dilanggar,” tambahnya.

La Via Campesina mendesak untuk mengadopsi Deklarasi PBB tentang Hak-hak Petani dan setiap orang yang Bekerja di Wilayah Pedesaan di negara-negara anggota ASEAN.

Agenda utama di hari pertama KTT tersebut adalah peningkatan perdagangan ekonomi antara ASEAN dan Jepang, peningkatan kesepakatan perdagangan bebas, dan diskusi mengenai kemitraan ekonomi regional.

Aktivis sayap kiri, sementara itu, menyerang Presiden A.S. Donald Trump, satu dari sekitar 20 pemimpin dunia yang menghadiri KTT tersebut, karena menjadi “CEO pemerintahan imperialis A.S.”

Filipina berada di bawah kendali kolonial Amerika Serikat selama sekitar 50 tahun sampai 1945.

Pemimpin para pemuda Einstein Recedes mengutuk apa yang dia sebut “aliansi tidak suci” antara Presiden Filipina Rodrigo Duterte dan Trump.

Menyebut Duterte dan Trump sebagai “fasis yang memiliki penghinaan tak tertandingi untuk hak asasi manusia,” pemimpin pemuda tersebut mengatakan bahwa kunjungan Trump diatur untuk memperkuat hubungan A.S.-Filipina yang terlalu miring.

Pemimpin pemuda tersebut mengatakan bahwa, seperti Yudas, Duterte telah menjual negara tersebut ke imperialisme A.S. dengan mengizinkan dominasi A.S yang lebih besar dan kehadiran militer di negara tersebut melalui latihan militer gabungan dan pembangunan pangkalan militer A.S.

“Duterte menjual Filipina ke bangsawan imperialis A.S. Trump, serta kekuatan imperialis yang sedang berkembang seperti China dan Rusia,” kata Recedes.

ASEAN adalah kelompok regional yang mempromosikan kerjasama ekonomi, politik, dan keamanan di antara sepuluh anggotanya: Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

One response to “Buruh, Petani Kecam ASEAN karena Anti Masyarakat Miskin”

  1. Jenny Marisa says:

    Mereka benar.. bagaimana memperbaiki nasib mereka, dan oleh siapa.. Di KTT big bosses think on a big scale.. dan tidak akan membicarakan golongan kecil.. Semestinya tiap2 negara masing2 yang punya kewajiban mengurus bagi mereka yang marginal ini yang masih kekurangan pengisi perut, memberi mereka kemudahan2.. semoga ada perhatian lebih baik..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi