UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Muhammadiyah, Sant’Egidio Komitmen Mencegah Radikalisme

Nopember 14, 2017

Muhammadiyah, Sant’Egidio Komitmen Mencegah Radikalisme

Penandatangan nota kesepahaman dilakukan pada 10 November di Jakarta oleh ketua Muhammadiyah Haedar Nashir (kanan) dan presiden Komunitas Sant'Egidio Marco Impagliazzo.

Muhammadiyah dan Komunitas Sant’Egidio yang bermarkas di Italia berkomitmen untuk menyebarkan nilai-nilai agama moderat demi membatasi radikalisme yang meningkat di Indonesia, dan juga di dunia ini.

Komitmen mereka ditulis dalam sebuah nota kesepahaman (MoU) – Pembangunan Antaragama dan Antarbudaya, yang ditandatangani pada 10 November di Jakarta oleh ketua Muhammadiyah, Haedar Nashir dan presiden Sant’Egidio Marco Impagliazzo.

Kedua belah pihak sepakat untuk bekerja sama dalam bidang pendidikan, membangun jaringan global, dan menciptakan jembatan perdamaian.

Itu merupakan penandatanganan MoU yang kedua diantara kedua belah pihak. Yang pertama ditandatangani pada bulan April 2012 oleh ketua Muhammadiyah, Din Syamsuddin dan Impagliazzo dan bertujuan untuk mempromosikan perdamaian melalui dialog antariman antara Muslim dan Kristen.

“MoU lima tahun pertama telah berakhir. Karena ini adalah masa kepemimpinan saya, saya ingin memiliki komitmen baru. MoU kedua adalah komitmen kuat kami untuk menyebarkan nilai-nilai agama moderat karena kami ingin menciptakan ruang yang tidak memiliki batasan agama, etnis dan ras, “kata Nashir kepada ucanews.com.

Di Indonesia, menurut dia, konflik muncul karena sentimen keagamaan. Lebih diperparah lagi, politik sering memberi kontribusi pada konflik.

“Ada unsur radikal dalam setiap agama. Apapun yang mendorong radikalisme, tidak akan pernah bisa diterima, “katanya.

Sementara itu, Impagliazzo mengatakan bahwa komunitas dan organisasinya telah melakukan beberapa kegiatan bersama untuk mewujudkan MoU tersebut.

“Kami terlibat dalam dialog antaragama karena konflik dan radikalisme muncul di dunia ini. Sebagai contoh, kami ambil bagian dalam proses perdamaian di Mindanao, Filipina, dan dalam mendistribusikan bantuan kepada pengungsi Rohingya di Bangladesh, “katanya.

“Kami mengembangkan, sepanjang tahun, hubungan dialog dan kerja sama yang kuat dengan penuh rasa hormat terhadap keragaman. Tapi dalam kesatuan tugas yang dalam, kami yakin bahwa hanya dialog dan kerjasama yang menjadi dasar perdamaian, “katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi