UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Ancaman, Usia Lanjut Tidak Menghalangi Semangat Misionaris Italia Ini

Nopember 21, 2017

Ancaman, Usia Lanjut Tidak Menghalangi Semangat Misionaris Italia Ini

Pastor Peter Geremia berbicara dengan anak-anak setelah merayakan Misa untuk mereka di Mindanao

Usia tua terus membayangi Peter Geremia, tapi bahkan setelah 78 tahun misionaris kelahiran Italia yang telah menghabiskan empat dekade di Filipina selatan, tidak memiliki rencana untuk pensiun.

Pastor Geremia, seorang anggota Institut Kepausan untuk Misi Luar Negeri (PIME), adalah salah satu misionaris asing tertua di Mindanao. Dia telah menghadapi beberapa tantangan dalam hidupnya dan telah ditahan setidaknya tiga kali, namun dia tidak pernah goyah dalam misinya untuk bekerja dengan orang miskin, terutama di daerah pedalaman.

Pastor Geremia tiba di Filipina pada Agustus 1972, pada awal pemerintahan mantan diktator Ferdinand Marcos dua dekade pemerintahan militer.

Bekerja di daerah terpencil di Keuskupan Kidapawan di provinsi Cotabato Utara, misionaris muda tersebut menyaksikan ekses dari kediktatoran secara langsung.

Dia memprotes pembunuhan petani miskin oleh tentara dan anggota kelompok milisi yang mengakibatkan dia dituduh sebagai pendukung kelompok gerilya Tentara Rakyat Komunis.

Pada tanggal 11 April 1985, sebuah kelompok paramiliter di Mindanao berusaha membunuh Pastor Geremia namun malah membunuh misionaris Italia lainnya, Pastor Tullio Favali, di kota Tulunan. Pembunuh kemudian ditangkap dan dipenjara.

Misionaris Italia itu tetap bersemangat dalam pekerjaan misionarisnya, bahkan setelah pembunuhan rekan-rekan lainnya di Mindanao; Pastor Salvatore Carzedda di Zamboanga City pada tahun 1992, dan Pastor Fausto Tentorio di Cotabato Utara pada tahun 2011.

Pada tahun 2006, dua rekan awam terbunuh saat dua misionaris Italia lainnya diculik.

Pastor Geremia hanya menggambarkan dirinya sebagai “orang yang selamat”.

“Sekarang setelah saya tua, saya masih akan melanjutkan pekerjaan saya di keuskupan, saya tidak punya rencana untuk kembali ke Italia untuk pensiun, saya berencana untuk tinggal di sini dan melayani rakyat selama saya bisa,” katanya kepada¬†ucanews.com. dengan suara lembut dan gemetar.

Dia tidak ingat bagaimana dia telah menghabiskan 45 tahun bekerja di Filipina dari 54 tahun sebagai seorang imam. Empat puluh tahun di Mindanao di mana dia pertama kali bekerja di sebuah komunitas Muslim yang dianggap sebagai “tanah tak bertuan” bagi orang-orang Kristen di tahun 1970an.

Pastor Geremia dan timnya berhasil menjembatani hambatan antara Muslim dan Kristen di kota tersebut melalui dialog antaragama yang berlabuh sesuai dengan kebiasaan dan kepercayaan masing-masing.

“Orang-orang di sana sekarang hidup harmonis,” kata misionaris tersebut, ia menambahkan bahwa orang-orang Kristen sekarang bergabung dengan tetangga Muslim mereka dalam berbuka puasa selama bulan Ramadan sementara umat Islam menghadiri upacara pernikahan Katolik.

Dengan almarhum Pastor Tentorio, Pastor Geremia membantu mengatur perlawanan masyarakat suku di kota Columbio melalui program keuskupan untuk masyarakat suku Filipina.

Para imam berjalan melewati hutan untuk mencari komunitas suku yang tanah leluhurnya diancam oleh perambahan hutan dan kepentingan pertambangan.

Karyanya dengan orang miskin diakui tahun ini ketika dia dipilih untuk menerima penghargaan Saint Theresa of Calcutta untuk pekerjaan kemanusiaannya di Mindanao.

“Saya terkejut,” katanya. “Saya dinominasikan oleh [Masyarakat suku Mindanao], orang Moros, dan orang-orang Kristen.”

Bahkan dengan atau tanpa pengakuan tersebut, misionaris Italia tersebut mengatakan bahwa dia akan terus hidup dan bekerja dengan masyarakat Mindanao. Meski usianya sudah lanjut, Pastor Geremia menjabat sebagai koordinator keuskupan untuk pelayanan pastoral penjara.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi