UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

RIP Pastor Frans Mido SVD, Guru Seminari Kisol Selama 50 Tahun

Nopember 29, 2017

RIP Pastor Frans Mido SVD, Guru Seminari Kisol Selama 50 Tahun

Pastor Frans Mido SVD diakui sebagai guru yang luar biasa di  Seminari Pius XII Kisol, Keuskupan Ruteng, Flores, Nusa Tenggara Timur, meninggal dunia 29 November 2017.

Pastor Frans Mido SVD, sosok yang diakui sebagai guru yang luar biasa di  Seminari Pius XII Kisol, Keuskupan Ruteng, Flores, Nusa Tenggara Timur, meninggal dunia Rabu, 29 November 2017.

Imam yang lahir pada 7 November 1936 di Worosambi Tonggo, Nangaroro, Kabupaten Nagekeo ini meninggal dalam usia imamat ke-52.

Berkarya di Seminari Kisol sejak 1966, di kalangan alumni, Pastor Frans dikenal sebagai guru Bahasa Indonesia, Logika dan Dramaturgi yang hebat.

Pada 2015, saat usia emas imamatnya, para alumni mempersembahkan buku khusus untuknya, berjudul “Menabur Kesetiaan, Memuliakan Panggilan”.

Buku yang berisi kesan tentang dirinya itu diserahkan oleh perwakilan alumni yang juga muridnya, Uskup Sorong-Manokwari, Mgr Hilarion Datus Lega.

Uskup Datus menegaskan, Pater Frans berhak mendapat predikat “top” sebagai guru Bahasa Indonesia, karena tidak hanya mengajar pelajaran ‘tata bahasa’ dengan segala kompleksitasnya, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap sastra.

“Ia bukan saja mengajarkan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, melainkan juga menumbuhkembangkan kreativitas berbahasa dengan alur pemikiran yang berkaitan erat dengan logika dan filsafat,” ungkapnya.

Ia pun menyebut, tidak heran jika sejumlah anak didik Pater Frans banyak yang terjun ke dunia jurnalistik, baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional.

Pater Frans menempuh pendidikan menegah di Seminari Mataloko pada 1950-1957, lalu masuk Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero. Ia ditahbiskan pada  25 April 1965 dan tahun berikutnya mulai berkarya di Seminari Kisol.

Berita kepergian Pater Frans meninggalkan duka mendalam.

Romo Laurens Sopang, mantan praeses di Seminari Kisol menyebutnya, sebagai  “pahlawan setia” karena  mengabdi di Seminari Kisol sejak kedatangan di Keuskupan Ruteng.

Saat ini, jenazahnya disemayamkan di Wisma Soverdi Ruteng.  Misa requiem dijadwalkan digelar hari ini pukul 17.30 Wita di Kapel Soverdi dan Kamis esok pukul 08.00 Wita di Gereja Katedral Ruteng yang lama.

2 responses to “RIP Pastor Frans Mido SVD, Guru Seminari Kisol Selama 50 Tahun”

  1. Bernardus Wato Ole says:

    Selama 50 tahun sebagai guru di Seminari Kisol, P. Frans telah mendedikasikan diri bagi kemajuan ilmu pengetahuan khususna bahasa dan sastra Indonesia. Dia berjasah bagi para imam dan awam termasuk jurnalis dan politikus yang tersebar di seluruh Nusantara bahkan dunia. Selamat jalan Pater. Tuhan Yesus menyambutmu di pintu Sorga.

  2. Freddy Tokan says:

    Guru yang luar biasa
    Suasana dalam ruang kelas akan berbeda dgn di luar kelas. Pandai menempatkan diri menjadi Guru dan menjadi Pembina seminaris. Ketika dlm kelas suasana begitu hidup dan lelucon kecil membuat siswa tertawa terbahak bahak sampai tak terasa air mata berada di pojok mata siswa seminaris.

    Ketika di luar kelas begitu wibawa dan serius. Misa yg dipimpinnya begitu berwibawa dan meriah. Suaranya merdu ketika melantukan nyanyian prefasi terutama dlm perayaan misa Jumat Agung yg begitu melelahkan tetapi dibuatnya begitu berwibawa dan mengesankan dan akan selalu tersimpan dalam kalbu setiap anak Sanpio.

    Satu hal yg tak pernah dilupakan anak seminari ketika belajar menggambar, memang mata pelajaran menggambar biasanya jam terakhir disulapnya menjadi jam yg menyenangkan. Satu kebiasaannya sebelum kami belajar menggambar Pater Frans akan memperlihatkan Gambar atau lukisan apa saja terkait materi gambarnya. Satu persatu siswa didekati utk melihat gambar tersebut. Pater selalu memperlihatkan pujian pada setiap gambar atau lukisan kepada setiap siswa.

    Sekali waktu Gambar yg diperlihatkan itu memang bagus yakni pemandangan pegunungan. Ketika sampai disalah satu kawan kami Sang Guru memperlihatkan gambar tersebut, dengan harapan adanya suatu pujian dari gambar tersebut, ternyata teman kami justru memuji jari tangan Pater dgn dialog yg khas, “lihat ini bagus to, justru temanku menjwab, sambil mengutik Jari tangan Pater, temanku mengatakan Jari tangan Pater juga bagus, sentak saja Sang Guru menyela, sambil tersenyum, lihat gambar bukan lihat jari tangan Saya. Saya menunjuk gambar bukan menunjuk jari saya, dgn intonasi yg khas Pater Frans.

    Sontak saja semua siswa tertawa karena berhasil menggodanya. Selamat jalan Pater Frans Mido SVD, Surga menyambutmu dgn gembira, Anak Sanpio menghantarmu dgn doa dan duka yg mendalam. Pater akan berjumpa dgn Sang pelukis Agung dan kami pun menjalani rutinas sebagai sebuah berkat dlm mengarungi kehidupan yg berlika liku seni yg tak berkesudahan. Selamat Jalan Pater, Sanpio dan Kisol akan tetap mengenangmu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi