UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Masalah Iklim, Perbudakan Menjadi Perhatian Paus di Bangladesh

Desember 1, 2017

Masalah Iklim, Perbudakan Menjadi Perhatian Paus di Bangladesh

Paus Fransiskus tiba di Dhaka, Bangladesh pada 30 November 2017 (ucanews.com)

Paus Fransiskus tiba di Bangladesh pada Kamis, 30 November.

Selain penderitaan Rohingya yang sering dibicarakan, perubahan iklim, perbudakan modern, penganiayaan karena agama, termasuk serangan terhadap orang Kristen, menjadi isu yang menunggu Paus Fransiskus di Bangladesh.

Kardinal Patrick D’Rozario dari Dhaka telah menyatakan keyakinannya bahwa paus tidak hanya berbicara tentang pengungsi Rohingya yang telah hidup dalam kondisi mengerikan di bagian selatan negara tersebut, namun juga tentang keadaan lingkungan.

Bangladesh, negara dengan dataran rendah, telah berada di antara negara-negara yang paling terkena dampak perubahan iklim.

Menurut Global Climate Risk Index Bangladesh berada di peringkat keenam di antara negara-negara yang paling terpengaruh oleh perubahan pola cuaca dari tahun 1997 sampai 2016.

“Saya berharap bahwa dia akan berbicara masalah perubahan iklim,” kata Kardinal D’Rozario dalam sebuah wawancara sebelum kunjungan paus ke Dhaka. “Saya yakin Paus Fransiskus akan menghargai semua langkah yang telah ditempuh Bangladesh untuk memerangi perubahan iklim.”

Prelatus Dhaka mengatakan bahwa dia mengharapkan paus untuk mengungkapkan cintanya kepada Bangladesh, terutama bagi pekerja miskin yang menderita yang oleh paus digambarkan sebagai “perbudakan modern.”

Paus Fransiskus mengutuk “kerja paksa” setelah runtuhnya sebuah pabrik garmen di Bangladesh pada tahun 2013 yang menewaskan lebih dari 1.100 pekerja.

Bangladesh juga telah menyaksikan beberapa tahun terakhir ini, sejumlah serangan terhadap agama minoritas, termasuk Hindu dan Kristen, dimulai pada tahun 2001 ketika sebuah ledakan bom di sebuah gereja Katolik menewaskan sembilan orang.

Pada tahun 2014, setidaknya delapan orang Katolik dilaporkan terluka setelah rumah mereka dibakar. Setelah tahun itu, beberapa biarawati dan pastor dipukuli saat sekelompok massa menyerang sebuah biara Katolik. Pada tahun 2015, seorang imam ditikam pada masa Paskah.

Baru tahun lalu, sebuah gereja Katolik dan sebuah biara digerebek oleh sekelompok pria yang memukuli para biarawati tersebut. Sebuah serangan militan Juli 2016 di sebuah kafe yang sering dikunjungi orang asing di Dhaka menyebabkan 22 orang tewas.

Dan beberapa hari sebelum kunjungan paus, seorang pastor yang terlibat dalam persiapan kunjungan paus hilang.

“Kami memiliki harapan yang besar bahwa dia akan membicarakan semua masalah ini, yang sangat nyata. Kami benar-benar berharap dia akan merespons,” kata Kardinal D’Rozario dalam sebuah wawancara dengan media.

Ada banyak spekulasi tentang apa yang akan dikatakan Paus Fransiskus terutama ketika dia berbicara di depan 80.000 orang di Suhrawardy Uddyan, sebuah taman era kolonial di ibu kota, pada 1 Desember.

Kunjungan tiga hari Paus Francis ke Bangladesh akan menjadi yang pertama sejak kunjungan Paus Yohanes Paulus II pada 1986.

Orang-orang Kristen berjumlah kurang dari 0,5 persen populasi Muslim di Bangladesh yang berpenduduk 165 juta. Sekitar 12 persen orang beragama Hindu, dan setidaknya satu persen adalah umat Budha.

Pada tahun 2016, ada sekitar 350.000 umat Katolik di Bangladesh, sekitar 0,2 persen dari populasi. Sekitar 60 persen umat Katolik berasal dari komunitas kesukuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi