UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

‘Berhentilah Bermain Ponsel, Pedulilah Terhadap Orang Sekitar’

Desember 4, 2017

‘Berhentilah Bermain Ponsel, Pedulilah Terhadap Orang Sekitar’

Paus Fransiskus menyapa umat di Dhaka, Bangladesh

Beberapa jam sebelum meninggalkan Bangladesh untuk kembali ke Vatikan pada 2 Desember, Paus Fransiskus mengajak sekitar 10. 000 orang muda untuk lebih memberi perhatian pada orang lain, terutama mereka yang membutuhkan.

Berbicara di depan sekelompok mahasiswa Kristen dan Muslim di Universitas Notre Dame di Dhaka, paus memperingatkan bahaya “budaya yang membuat janji-janji palsu.”

Dia mengatakan sikap seperti itu hanya bisa mengarah pada “keterpusatan diri yang memenuhi hati dengan kegelapan dan kepahitan.”

Pernyataan tersebut ia serukan sehari setelah dia bertemu dengan 16 pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari penganiayaan di Negara Bagian Rakhine, Myanmar.

Para pengungsi tersebut, termasuk seorang anak dan dua orang muda, mengatakan kepada ucanews.com dalam sebuah wawancara bahwa paus berjanji untuk membantu menceritakan kisah Rohingya kepada dunia.

“Jangan menghabiskan sepanjang hari bermain dengan telepon genggam anda dan mengabaikan dunia di sekitar Anda,” demikian seruan paus kepada orang-orang muda beberapa jam sebelum dia terbang kembali ke Vatikan.

“Sungguh menyedihkan ketika kita mulai menutup diri di dunia kecil kita dan melihat batin sendiri … dan kita menjadi terjebak, tertutup sendiri,” katanya pada akhir perjalanan enam hari ke Myanmar dan Bangladesh.

Tema yang terus diulang dalam pernyataannya di Bangladesh, paus mengulangi lagi ajakan tentang dialog dan harmoni.

“Saya senang bahwa, bersama dengan umat Katolik, kami juga memiliki banyak teman anak muda Muslim dan orang-orang dari latar belakang agama lainnya,” katanya di acara universitas Notre Dame.

Dia memuji apa yang dia katakan sebagai tekad kaum muda negeri ini “untuk menumbuhkan lingkungan harmonis, merangkul orang lain, terlepas dari perbedaan agama Anda.”

Paus mengatakan bahwa dia selalu menemukan “sesuatu yang unik” tentang orang muda, terutama dalam antusiasme mereka, dan menambahkan bahwa hal itu membuat dia merasa menjadi muda kembali.

Paus mengaitkan “antusiasme muda” dengan semangat petualangan yang menurutnya membuat generasi baru “selalu siap bergerak maju” dan mengambil risiko.

“Saya mendorong Anda untuk terus bergerak dengan antusiasme ini di saat-saat menyenangkan dan masa-masa sulit,” kata Paus Fransiskus.

Dia mengingatkan para pendengarnya agar memastikan untuk memilih jalan yang benar dengan tidak “berkeliaran tanpa tujuan” dalam perjalanan mereka.

“Hidup bukan tanpa arah, (dan) kita memiliki tujuan yang diberikan kepada kita oleh Tuhan,” katanya. “Dia membimbing dan mengarahkan kita dengan anugerahnya,” tambahnya.

Paus mengatakan bahwa seolah-olah Tuhan menempatkan setiap perangkat lunak komputer yang membantu kita “untuk membedakan program ilahi-Nya.”

Dia mengatakan setiap individu memiliki kebebasan untuk menanggapi rancangan Tuhan, “tapi seperti semua perangkat lunak, juga perlu terus diperbarui.”

“Terus perbarui program Anda dengan mendengarkan Tuhan,” katanya, menambahkan bahwa “kebijaksanaan Tuhan” membantu orang untuk mengetahui bagaimana menerima orang lain.

Dia mengatakan hikmat Tuhan “membantu kita melihat melampaui diri kita untuk melihat kebaikan dalam warisan budaya kita.”

Dia mencatat budaya Bangladesh dan Asia untuk menghormati orang tua yang “membawa serta kenangan dan kebijaksanaan pengalaman, yang membantu kita menghindari pengulangan kesalahan masa lalu.”

Paus Fransiskus mengatakan bahwa orang tua memiliki “karisma untuk menjembatani kesenjangan” dan memastikan bahwa nilai penting diturunkan ke generasi berikutnya.

Sesaat sebelum perpisahan, paus mencatat bahwa ketika sebuah bangsa, agama atau masyarakat “berubah menjadi ‘dunia kecil,’ mereka kehilangan yang terbaik yang mereka miliki dan terjun ke dalam mentalitas cinta diri.”

Dia mengingatkan orang muda bahwa hikmat Tuhan “membuka kita kepada orang lain” dan “membantu kita untuk melihat melampaui kenyamanan pribadi kita dan kenyamanan palsu.”

One response to “‘Berhentilah Bermain Ponsel, Pedulilah Terhadap Orang Sekitar’”

  1. Bernardus Wato Ole says:

    Paus Fransiskus menegaskan berulang kali tentang hal ini. Di kesempatan lain Paus menyatakan kesedihannya menyaksikan banyak orang kristiani yang sibuk dengan alat HP-nya dan tidak menghayati misteri iman yang sedang dirayakan. Tidak berlebihan kalau dikatakan bahwa hal ini sudah menjadi tren umum. Di tingkat gereja Indonesia, perlu ada himbauan/ seruan para gembala (bapa uskup) pada momen perayaan Natal tahun ini untuk menggunakan sarana akomunikasi pada waktu dan tempat yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi