UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Paus Samakan Gosip dalam Kehidupan Membiara dengan Terorisme

Desember 4, 2017

Paus Samakan Gosip dalam Kehidupan Membiara dengan Terorisme

Paus Fransiskus berbicara kepada para biarawan dan biarawati pada hari terakhir kunjungan tiga hari di Bangladesh, 2 Desember 2017

Paus Fransiskus membandingkan sikap kaum religius yang suka menebar gosip dengan teroris. Dia menjelaskan bahwa orang-orang seperti itu adalah “musuh” agama.

Paus berbicara kepada para religius dan seminaris di ibukota Bangladesh, Dhaka, menjelang akhir kunjungan tiga hari ke negara berpenduduk mayoritas Muslim, 30 November-2 Desember 2017.

Paus berbicara berangkat dari sebuah pidato yang telah dipersiapkan dan berbicara dengan lantang dalam bahasa Italia, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.

Paus Fransiskus menyamakan kehidupan seorang religius dalam mengembangkan kebijaksanaan, iman dan pelayanan seperti sebuah tanaman yang sedang tumbuh.

“Tuhan menabur benih, dan Tuhanlah yang menentukan pertumbuhannya,” kata Paus Fransiskus.

Meskipun demikian, dalam panggilan religius ada peran untuk dimainkan dalam memenuhi kebutuhan spiritual seperti perawatan anak atau orang sakit.

Paus kemudian berbicara tentang kecenderungan para imam, biarawati, dan religius untuk bergosip.

“Lidah, saudara dan saudari, dapat menghancurkan sebuah komunitas dengan berbicara buruk tentang orang lain,” kata Paus Fransiskus.

Paus menambahkan bahwa pembicaraan tentang orang lain di belakang mereka bisa mengakibatkan ketidakpercayaan, kecemburuan, dan perpecahan.

Gosip, seperti teroris, bertindak dengan cara diam-diam tanpa mengumumkan diri secara terbuka.

“Seorang teroris mengatakannya secara rahasia dan kasar, lalu melempar bom dan meledak,” kata paus.

Gosip akan melakukannya dengan baik untuk menahan lidah mereka, tambahnya.

“Berapa banyak komunitas yang telah dihancurkan melalui semangat gosip?” tanya Paus Fransiskus.

Berbicara sekitar 15 menit, Paus Fransiskus juga mengungkapkan kekagumannya pada imam, uskup, dan biarawati tua yang telah “menjalani kehidupan yang penuh.”

Paus, bagaimanapun, mengatakan bahwa hal itu secara pribadi menyakitkan ketika dia melihat imam, orang-orang yang dikuduskan, dan bahkan para uskup, yang tidak bahagia.

Dia menggambarkan mereka memiliki “muka masam” dan “wajah yang jelek” karena mereka hanya khawatir dengan pengakuan dan selalu berusaha membandingkan diri mereka dengan orang lain.

“Tidak ada sukacita dalam cara berpikir seperti itu,” kata Paus Fransiskus.

Sebaliknya, ada banyak hal yang bisa dicapai melalui doa.

“Berdoa berarti meminta Tuhan menjaga kita, agar memberi kita kelembutan yang harus kita sampaikan kepada orang lain,” kata paus.

Bruder OSC, Romeo Paul Rozario menggambarkan komentar paus tentang gosip sebagai peringatan tepat waktu.

“Adalah saat yang menyenangkan bagi saya untuk mendengarkan kata-kata paus,” kata Bruder Rozario, yang juga mengajar bahasa Inggris di Sekolah St. Paul di Keuskupan Khulna di bagian selatan Bangladesh.

Bruder Rozario menempuh perjalanan hampir sepuluh jam dari keuskupannya untuk bertemu dengan paus.

Usahanya tidak sia-siang karena ia bisa duduk sangat dekat dengan paus.

Dalam pidatonya, Paus Fransiskus mengulangi kekagumannya terhadap teladan Bangladesh dalam mempromosikan dialog dan harmoni antaragama, sesuatu yang dia katakan juga harus dipraktekkan di komunitas religius.

Paus Fransiskus mengakhiri kunjungannya ke Bangladesh dengan bertemu orang-orang muda di Universitas Notre Dame, satu-satunya universitas Katolik di negara ini.

5 responses to “Paus Samakan Gosip dalam Kehidupan Membiara dengan Terorisme”

  1. Jenny Marisa says:

    Bukan saja antara mereka dalam biara .. juga antar umat awam juga..

  2. robertus says:

    Betul sekali apa yg dikatakan Paus bahwa banyak yg terjadi dalam internal biarawan/i yg terjerumus Dunia gosip

  3. Freddy says:

    Proficiate Bapa Paus Fransiskus

  4. Bambang Ritanto says:

    Pedoman khusus buat kita yang mau bertumbuh dalam iman. Terima kasih, Bapa Paus.

  5. Ismawan ds says:

    Sebagai pemimpin tertinggi gereja Katolik melakukan kritik ke dalam gereja yang seringkali mengingkari tugasnya melaksanakan ajaran Yesus, para pimpinan rohani dan umat. Paus yang membumi!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi