UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

32 Nelayan Katolik Tewas Saat Badai Melanda India

Desember 5, 2017

32 Nelayan Katolik Tewas Saat Badai Melanda India

Para nelayan memindahkan sampan mereka ke tempat yang lebih aman di pantai Valiathura, selatan Kerala, India, untuk menghindari amukan topan Ockhi. (IANS)

Terjangan topan -yang dikenal dengan sebutan Ockhi -di pantai selatan India selama akhir pekan merenggut nyawa setidaknya 32 nelayan Katolik yang berada di laut, sedangkan 200 lainnya masih hilang.

Ribuan penduduk pesisir lainnya telah mengungsi ke perlindungan sementara.

Angin kencang dan hujan lebat mulai menyerang pantai dekat ujung selatan India pada hari Kamis setelah pusaran angin di dekat Sri Lanka berkembang menjadi topan.

Kematian yang dikonfirmasi terjadi di negara bagian Kerala dan Tamil Nadu, menurut sumber pemerintah.

Semua korban tewas adalah orang-orang Katolik yang tengah melaut, kata Pastor V. Wilfred, pastor dari paroki Vizhinjam, sebuah desa nelayan di dekat ibu kota Kerala, Thiruvananthapuram.

“Angin topan yang tak terduga muncul saat nelayan masih berada di laut,” kata Pastor Wilfred.

Antony Silvaster, seorang nelayan Katolik di desa nelayan Vizhinjam, mengatakan tidak ada tanda-tanda sebelumnya. Dia menambahkan dengan adanya 200 nelayan masih hilang, kemungkinan jumlah korban tewas akan meningkat.

Yang terkena dampak terburuk adalah daerah pesisir dekat ujung selatan India, sebuah daerah Katolik yang berada di bawah ritus Latin.

Uskup Agung Soaki Pakiam dari Trivandrum dan imam setempat berkeliling ke daerah yang mengatur pasokan bantuan untuk orang-orang yang kehilangan tempat tinggal.

Pemerintah negara bagian Kerala telah membuka 29 kamp bantuan untuk menampung sekitar 3.000 orang dari sekitar 500 keluarga.

Sebanyak 200 rumah hancur total, kata Menteri Perikanan J. Mercykutty Amma kepada media setempat.

Pastor Justin Jude dari Poonthura mengatakan bahwa para nelayan kehilangan kapal dan jala. Pemerintah harus memberikan kompensasi yang memadai untuk membantu mereka memulai kehidupan baru, katanya.

Imam tersebut menambahkan bahwa jarang terjadi topan yang melanda pantai barat India, tidak seperti pantai timur India yang rawan.

Badai besar terakhir di pantai Kerala adalah pada tahun 1941, yang menewaskan 62 orang dan menghancurkan sekitar 50.000 rumah, media setempat melaporkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi