UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Serangan di Pemukiman Kristen Menewaskan Bocah Berusia 7 Tahun

Desember 5, 2017

Serangan di Pemukiman Kristen Menewaskan Bocah Berusia 7 Tahun

Relawan Pakistan memindahkan siswa yang terluka di sebuah lembaga pelatihan pertanian setelah serangan militan Taliban di Peshawar, 1 Desember 2017, yang menyebabkan 9 orang tewas. Sehari kemudian seorang anak berusia 7 tahun tewas di wilayah pemukiman Kristen di Baluchistan. (Foto Abdul Majeed/AFP)

Sebuah bom meledak di gerbang utama sebuah pemukiman Kristen di kota Chaman, Pakistan pada 2 Desember, menewaskan seorang anak laki-laki berusia 7 tahun dan dua lainnya, demikian laporan polisi setempat, sebuah insiden kekerasan terkini di provinsi barat daya Baluchistan yang bergolak.

“Serangan itu menggunakan granat tangan yang menyebabkan ledakan di gerbang pemukiman,” kata Gul Mohammad, seorang perwira polisi kepada English daily¬†Dawn. “Ledakan itu juga menghancurkan jendela rumah-rumah terdekat,” katanya.

Bocah Kristen yang tewas dalam ledakan tersebut telah diidentifikasi sebagai Lucky Saleem, menurut petugas polisi tersebut. Korban luka dilarikan ke Rumah Sakit Chaman untuk perawatan medis.

Serangan di Chaman terjadi sehari setelah orang-orang bersenjata Taliban yang mengenakan burqa menyerbu sebuah perguruan tinggi di wilayah barat laut negara tersebut, menewaskan sembilan orang, kebanyakan dari mereka adalah pelajar.

Sebuah faksi Taliban mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut dan mengatakan bahwa Institut Pertanian Peshawar adalah rumah aman bagi pejabat intelijen.

Kedua serangan teroris tersebut terjadi saat umat Islam merayakan Maulud Nabi Muhamad SAW.

Dalam sebuah pernyataan pers, Perdana Menteri Baluchistan Nawaz Sanaullah mengutuk ledakan tersebut dan menyatakan kesedihan atas hilangnya nyawa yang tidak bersalah.

Dia mengharapkan pihak berwenang untuk memastikan perawatan medis terbaik bagi yang terluka. Perdana Menteri memerintahkan pasukan keamanan untuk menangkap unsur-unsur teroris yang terlibat dalam serangan teroris tersebut.

Shezan William, Sekretaris Eksekutif Caritas Quetta, mengutuk ledakan tersebut.

“Orang-orang Kristen tinggal di komunitas yang tersebar di seluruh provinsi terbesar dan jarang diserang. Serangan tersebut menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan gereja-gereja terutama pada hari Natal. Kami berhubungan dekat dengan penduduk lokal dari pemukiman yang diserang dan berdoa untuk keluarga yang terkena dampak,” demikian William mengatakan kepada ucanews.com

Beberapa bulan terakhir, Baluchistan, yang memiliki perbatasan besar dengan Afghanistan dan Iran, dirampas oleh serangkaian serangan kekerasan dari kelompok separatis dan militan Islam.

Pada tanggal 15 November, Mohammad Ilyas, seorang perwira polisi senior, istri, anak laki-laki dan cucu laki-laki terbunuh saat orang-orang bersenjata menyerang kendaraan mereka di Quetta.

Sebulan sebelumnya, lima anggota komunitas minoritas Syiah terbunuh dalam tembak-menembak. Sedikitnya 20 pekerja migran yang mencoba menyelinap ke Iran dalam perjalanan mereka ke Eropa ditembak oleh kelompok separatis di provinsi tersebut bulan lalu.

Beberapa serangan tahun lalu, menewaskan lebih dari 180 orang di antaranya pengacara dan petugas keamanan di Balochistan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi