UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Surat dari Uskup Agung Menuai Protes Perdana Menteri India

Desember 7, 2017

Surat dari Uskup Agung Menuai Protes Perdana Menteri India

Perdana Menteri India Narendra Modi berpidato saat kampanye Partai Bharatiya Janata di Surendranagar, Gujarat, 3 Dember , 2017. ( Sam Panthaky/AFP)

Perdana Menteri India Narendra Modi memprotes keras seorang Uskup Agung Katolik yang memperingatkan bahwa “kekuatan nasionalis” dapat mengambil alih negara.

Perselisihan itu berawal dari surat kontroversial Uskup Agung Macwan dari Keuskupan Agung Gandhinagar, ibu kota Gujarat, pada 21 November yang dikirim kepada semua uskup di negara bagian tersebut.

Surat tersebut memperingatkan bahwa kaum nasionalis semakin dominan secara politik di India dan di ambang memegang kekuasaan di seluruh negeri.

Ini dilihat sebagai referensi yang jelas kepada Partai Bharatiya Janata (BJP) yang sangat nasionalis dan pro-Hindu.

Pemilihan akan diadakan pada tanggal 9 dan 14 Desember di negara bagian Gujarat, India barat, di mana BJP memerintah sejak 1995.

BJP menguasai secara nasional dan juga di sebagian besar 29 negara bagian di India.

Perdana Menteri Modi menjawab bahwa dia “terkejut” bahwa seorang pria beragama secara efektif berusaha mengarahkan umat Katolik tentang bagaimana memilih.

Modi sedang menghadiri sebuah pertemuan publik di Gandhinagar pada 2 Desember menjelang pemilihan di negara asalnya.

Pengamat percaya hasil pemilihan di negara bagian  akan mempengaruhi  pemilihan umum nasional pada 2019.

Uskup Agung Macwan, tidak secara khusus menyebut partai politik mana saja dalam suratnya, namun meminta doa untuk membantu pemilih memilih orang-orang yang akan tetap “setia” terhadap konstitusi sekuler India dan menghormati hak asasi manusia.

Orang yang kritis terhadap kelompok BJP dan kelompok Hindu garis keras  mendukung langkah uskup agung itu, dan mengatakan bahwa telah terjadi penurunan toleransi beragama di India dan adanya dorongan untuk mengabadikan dominasi Hindu di bawah Modi.

Modi tidak menyebut Uskup Agung Macwan saat menanggapi komentar tersebut.

Namun, Modi mengatakan dengan tegas bahwa mereka yang mengeluarkan fatwa agama terhadap nasionalis harus mempertimbangkan usaha yang dilakukan pemerintahnya untuk membebaskan dua imam Katolik yang diculik oleh teroris Islam.

Perdana Menteri mengatakan bahwa pemerintahnya dengan aman mengembalikan Pastor Thomas Uzhunnalil yang dibebaskan pada bulan September, 18 bulan setelah dia diculik di Yaman.

Dia mengatakan bahwa pemerintahnya juga berhasil  untuk membebaskan Pastor Alexis Prem Kumar pada bulan September 2015, delapan bulan setelah para tersangka militan Taliban menculiknya di Afghanistan.

Uskup Agung Macwan tidak bersedia berkomentar mengenai ucapan perdana menteri tersebut.

Komisi Pemilihan Umum Gujarat pada 25 November meminta Uskup Agung Macwan untuk menjelaskan mengapa suratnya tidak dipandang sebagai pelanggaran undang-undang pemilihan.

Prelatus tersebut mengatakan bahwa dia hanya mengeluarkan surat untuk meminta doa tanpa niat buruk terhadap partai politik tertentu.

Seorang juru bicara Keuskupan Agung Delhi, Pastor Savari Muthu, mengatakan kepada ucanews.com bahwa seharusnya tidak ada kontroversi mengenai surat tersebut karena prelatus tersebut telah mengeluarkan sebuah klarifikasi.

Uskup agung tersebut hanya menyatakan keprihatinannya terhadap situasi yang ada tanpa menyebut partai politik tertentu, kata Pastor Muthu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi