UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Caritas-Filipina Kutuk Serangan Terhadap Tentara

Desember 20, 2017

Caritas-Filipina Kutuk Serangan Terhadap Tentara

Pada 18 Desember, sejumlah pengendara motor melintasi jalan yang rusak akibat tanah longsor di Kota Pinabacdao, Propinsi Samar bagian barat, di Filipina bagian tengah. tanah longsor terjadi meyusul hujan deras yang dipicu oleh badai Kai-tak (Foto: AFP)

Lembaga aksi sosial dari Konferensi Waligereja Filipina mengecam serangan terhadap sejumlah tentara yang tengah menyalurkan bantuan kepada para korban badai tropis.

“Serangan kepada sejumlah tentara yang sedang menyalurkan bantuan itu sangat tercela,” kata Pastor Edwin Gariguez, sekretaris eksekutif Caritas-Filipina, dalam sebuah wawanvcara.

Dalam “operasi kemanusian darurat,” katanya, tentara hendaknya tidak menjadi target serangan, “khususnya jika mereka sedang memberikan bantuan bagi para korban banjir.”

Para pemberontak dari Tentara Rakyat Baru menembaki tentara yang tengah memberikan bantuan kepada sejumlah keluarga yang menjadi korban badai tropis Kai-tak. Badai ini memporakporandakan Filipina bagian tengah seminggu menjelang Natal.

Para tentara dari Batalion Infanteri Angkatan Darat Filipina itu tengah melakukan “operasi tanggap bencana dan bantuan kemanusiaan” di Kota Catubig, Propinsi Samar Utara, ketika sekitar 10 pemberontak bersenjata melancarkan serangan.

Baku tembak yang menciderai dua tentara itu menimbulkan kepanikan di kalangan warga setempat.

Namun, Pastor Gariguez mengatakan serangan itu hendaknya tidak digunakan sebagai alasan bagi pemerintah dan pemberontak untuk menyatakan gencatan senjata Natal.

“Kami tengah melakukan advokasi resolusi damai dan adil atas konflik bersenjata ini,” katanya.

Ditambahkan, “pembicaraan damai hendaknya dilakukan dan gencatan senjata hendaknya melibatkan kedua pihak selama Natal dan bahkan setelahnya.”

Dewan Manajemen dan Pengurangan Resiko Bencana Nasional mencatat sedikitnya 41 orang tewas akibat badai tropis itu.

Namun, Romina Marasigan, juru bicara dewan itu, mengatakan kantornya masih harus memverifikasi informasi tersebut. “Insiden ini dilaporkan oleh polisi,” katanya.

Kantor polisi regional di Visayas Timur melaporkan 46 kematian akibat badai itu, sementara 26 orang lainnya hilang. Banyak di antaranya berasal dari Propinsi Biliran.

Sejumlah pejabat memperkirakan sekitar satu juta orang menjadi korban di Filipina bagian tengah. Sekitar 100.000 orang masih berada di 381 pusat evakuasi.

Pada Rabu (20/12), Keuskupan Agung Manila meminta donasi bantuan dan kebutuhan rehabilitasi bagi para korban di Filipina bagian tengah.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Vietnam
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi