UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Petugas Keamanan Gereja Dipersenjatai Saat Perayaan Natal di Pakistan

Desember 20, 2017

Petugas Keamanan Gereja Dipersenjatai Saat Perayaan Natal di Pakistan

Petugas keamanan di luar Gereja Metodis Peringatan Bethel di Quetta, Propinsi Balochistan, setelah serangan teroris pada Minggu (17/12) yang menewaskan sembilan orang dan menciderai lebih dari 10 orang lainnya (Foto: Naseem James)

Para relawan yang akan mengamankan perayaan Natal di Negara Bagian Punjab, Pakistan, didesak agar memiliki senjata api menyusul insiden bom bunuh diri.

Pada Minggu (17/12) lalu terjadi serangan ke Gereja Metodis Peringatan Bethel di Quetta, ibukota Propinsi Balochistan, yang menewaskan sembilan orang termasuk tiga wanita dan menciderai sekitar 50 orang lainnya.

Di Lahore, dua hari kemudian, lebih dari 100 relawan mendapat pelatihan “tempur” seperti melompat dinding dan menembak.

“Simpan senjata api di tempat rahasia,” kata Ibadat Nisar, seorang polisi, saat memberikan pelatihan.

“Gunakan senjata api jika seseorang yang mencurigakan berusaha lari ke arah umat,” lanjutnya.

Aparat keamanan, katanya, hendaknya tahu “jalan pintas” di halaman gereja dan umat diarahkan keluar sesegera mungkin setelah perayaan berakhir.

Para relawan juga belajar cara mendeteksi senjata api dengan menggunakan detektor metal.

Sejumlah imam dan pendeta di negara bagian yang berpenduduk mayoritas Muslim itu juga telah menyebarkan informasi tentang pengamanan seusai ibadah Minggu.

Menurut Menteri Hak Minoritas dan Hak Asasi Manusia Punjab, Khalil Tapir Sindhu, 1.100 polisi akan dikerahkan untuk mengamankan gereja selama perayaan Natal tahun ini di Lahore.

“Bahkan gereja terkecil pun akan dijaga lima polisi,” kata Sindhu yang juga seorang Kristiani.

Semua Gereja diminta untuk merekrut relawan setempat supaya bisa mengidentifikasi umat mereka.

‘Kami waspada, sisanya terserah pada Allah,’ kata Sindhu.

Beberapa pemimpin Gereja meminta Sindhu untuk membatalkan perayaan Natal termasuk Malam Natal, namun ia menolak.

“Kami siap mati dan tidak akan kompromi dengan kewajiban agama,” kata Sindhu.

“Namun Natal tahun ini akan dirayakan secara sederhana,” lanjutnya.

Ia menyampaikan pernyataannya pada Selasa (19/12) malam saat acara peringatan bagi para korban bom di gereja itu.

Dalam acara tersebut, lebih dari 50 umat Kristiani, sebagian besar wanita dan anak-anak, sambil menangis berkata: “Terpujilah Tuhan Yesus” dan “hancurlah terorisme.”

Mereka juga melambungkan puji-pujian dan doa sambil berdiri di depan sebuah spanduk besar yang dihiasi sejumlah foto pasca-ledakan bom yang diambil di gereja itu.

Kepala Menteri Punjab Muhammad Shehbaz Sharif telah memerintahkan langkah-langkah pengamanan intensif.

Sebuah audit keamanan terhadap 1.077 gereja di seluruh Punjab yang dilakukan Oktober lalu menemukan bahwa 67 persen gereja tidak memiliki petugas keamanan.

Sebagian besar penduduk Punjab adalah umat Kristiani. Dalam dua dekade ini, serangan bom dan serangan massa terjadi di sini.

Pada tahun 2015, 15 orang tewas dan lebih dari 70 orang cidera ketika dua pelaku bom bunuh diri Taliban menyerang sejumlah gereja saat ibadat Minggu di Lahore.

Serangan itu terjadi di wilayah Youhanabad di mana terdapat sekitar 100.000 umat Kristiani.

Tidak ada data resmi tentang jumlah umat Kristiani di Punjab yang berpenduduk 27 juta orang. Namun diperkirakan penduduk beragama Kristiani berjumlah sekitar 10 persen, atau 270.000 orang.

Menurut Pendeta Simon Bashir dari Gereja Metodis Peringatan Bethel, serangan terhadap umat Kristiani di Propinsi Balochistan bagian barat daya adalah fenomena yang relatif baru.

“Saya biasa melakukan perjalanan mengelilingi propinsi ini bersama beberapa pengunjung tanpa rasa takut,” katanya.

“Umat Kristiani yang tinggal menyebar di seluruh propinsi ini hidup rukun dan damai. Namun teroris Daesh sekarang mengincar kami satu per satu,” lanjutnya.

Ditambahkan, perayaan Natal tahun ini di Quetta akan dirayakan di sebuah aula yang terletak di halaman Gereja Metodis dengan pengamanan ketat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi