UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Universitas di Cina Diminta Melarang Perayaan Natal

Desember 21, 2017

Universitas di Cina Diminta Melarang Perayaan Natal

Pemimpin Cina, Xi Jinping, memperketat kontrol terhadap semua agama di Cina Daratan. Sebuah peringatan yang melarang perayaan Natal di Universitas Farmasi Shenyang dikeluarkan oleh Liga Pemuda Komunis pada 11 Desember (Foto: AFP/Image ucanews.com)

Sebuah universitas di Cina diminta untuk melarang perayaan Natal tahun ini, sementara sebuah universitas lainnya telah menghukum seorang mahasiswa doktoral karena melakukan evangelisasi di kampus.

Sejumlah langkah represif muncul di tengah larangan yang semakin meluas terkait praktek ibadah di lembaga pendidikan dan semua segmen masyarakat.

Peringatan yang berisi larangan mengadakan perayaan Natal di Universitas Farmasi Shenyang tersebut dikeluarkan oleh Liga Pemuda Komunis pada Senin, (11/12).

Meski bukan merupakan dokumen publik, peringatan itu diedarkan lewat internet.

Peringatan itu meminta agar semua kegiatan Natal dibatalkan guna membangun kepercayaan dan kesadaran akan budaya Cina. Hal ini penting untuk mencegah budaya agama Barat menyebar di kalangan anak muda.

Peringatan itu juga menyampaikan keluhan terkait sejumlah anak muda yang “terlalu gembira” dengan perayaan asing.

Pastor Joseph, seorang guru di Cina, menceritakan bahwa ada kampanye anti-Natal pada tahun 2014 di beberapa universitas di Cina.

Namun, katanya, peringatan terakhir disampaikan secara pribadi kepada para petinggi universitas karena deklarasi publik semacam ini bisa digugat.

Hong Kong Cable News baru-baru ini memberitakan bahwa berbagai survei resmi terkait agama mahasiswa semakin marak akhir-akhir ini.

Sebuah survei di Universitas Keuangan dan Ekonomi Tianjin menyebutkan bahwa survei ini dilakukan berdasarkan semangat Kongres Nasional Partai Komunis Ke-19 yang diadakan Oktober lalu.

Kongres dianggap memperkuat kontrol terhadap lembaga agama dan penganut agama.

Pertanyaan dalam survei itu mencakup apakah ada misionaris Kristiani di kampus dan apakah ada tempat pertemuan untuk umat Kristiani.

Pertanyaan lain terkait apakah mahasiswa dan dosen menganut agama Kristen.

Namun seorang imam di Tianjin yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan ia menduga beberapa tokoh yang melakukan survei itu tidak serius dan hanya melaksanakan perintah atasannya.

Isu tersebut muncul dua bulan setelah para pejabat di Propinsi Jiangxi Timur mengganti gambar religi yang dipasang para keluarga Kristiani dengan foto pemimpin negara, Xi Jinping.

Sementara itu, Shou Chenxiao, seorang calon PhD di Universitas Xiamen di Propinsi Fujian bagian timur, menerima “peringatan serius” karena melakukan evangelisasi di kampus, demikian postingan @crossinchina community di Facebook.

Facebook itu juga memperlihatkan video sejumlah salib yang diturunkan dari beberapa gereja di Cina.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Vietnam
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi