UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Gereja tolak perayaan Natal diadakan di Monas

Desember 22, 2017

Gereja tolak perayaan Natal diadakan di Monas

Sekitar 40.000 orang dari kelompok Muslim radikal berkumpul di pelataran Monas untuk merayakan satu tahun Alumni 212 saat demonstrasi menentang Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dituduh melakukan penodaan agama.

Gereja menolak rencana pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengadakan perayaan Natal di pelataran Monas pada Januari mendatang.

Mereka khawatir dengan mengadakan perayaan tersebut di tempat terbuka dengan menyalahgunakan APBD dan berpotensi bias politik oleh pihak tertentu.

Keuskupan agung Jakarta, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), dan aras Gereja lain mengatakan dalam pernyataan mereka bahwa perayaan Natal tidak boleh diadakan di tempat terbuka.

“Perayaan Natal harus bebas dari pengaruh politik,” kata mereka. “Kami menyarankan untuk mengadakan di ruang indoor.”

Romo Antonius Suyadi, ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kemasyarakatan Keuskupan Agung Jakarta mengatakan lokasi perayaan yang direncanakan terlalu terbuka.

“Kami mendukung rencana pemerintah untuk merayakan Natal bersama umat Kristiani, tapi bukan di Monas,” kata Romo Suyadi kepada ucanews.com.

Juru bicara PGI, Jeirry Sumampow, mengatakan umat Kristen akan merayakan Natal di gereja masing-masing.

“Ada pihak tertentu yang berpotensi ingin menggunakan perayaan Natal demi kepentingan politik mereka sendiri,” katanya.

Ia mengatakan perayaan Natal harus mengutamakan nilai-nilai Kristiani seperti kasih, kesederhanaan,  dan perdamaian.

“Acara begitu cenderung boros dan tidak akan efektif tentunya. Lalu ini juga enggak terlalu sesuai dengan spirit kita untuk Gereja merayakan Natal. Kami mendorong Gereja-gereja merayakan Natal dengan sederhana,” ujarnya.

Romo Antonius Benny Susetyo mengatakan dana pemerintah untuk acara tersebut lebih baik disumbangkan kepada anak-anak miskin.

“Situasi sekarang sangat memprihatinkan. Dana itu lebih baik digunakan untuk hal-hal yang produktif saja,” katanya.

Natal, lanjutnya, bukanlah merupakan perayaan seremonial melainkan perayaan dalam menyambut datangnya Yesus Kristus yang harus dirayakan dengan sederhana.

‎Lucius Karus, pengamat politik, mengatakan ia mendukung perayaan tersebut, tetapi inisiatif Pemprov DKI tersebut sulit untuk dipahami dalam konteks memaknai perayaan Natal itu sendiri.

“Inisiatif Pemprov tersebut nampak hanya sebagai sebuah pencitraan saja. Disebut pencitraan karena Pemprov khususnya Gubernur dan Wakilnya tengah banyak disorot publik terkait sepak terjang mereka di awal jabatan mereka. Dan seolah-olah ingin mengajak warga untuk melupakan sepak terjang mereka yang mengundang kritik itu,” katanya.

Sebagai sebuah pencitraan, lanjutnya, ajakan perayaan Natal ini sesungguhnya syarat dengan kepentingan Pemprov DKI sendiri, yang tentu bisa sangat politis. Bila Gereja memenuhi undangan Natal tersebut, Gereja sangat mungkin terjebak dalam permainan kepentingan Pemprov. Ketika perayaan keagamaan dijadikan instrumen politik dari penguasa, maka Gereja sudah sewajarnya menolak.

“Urusan peduli dengan kebutuhan warga tak bisa dipersempit hanya dengan mengajak warga berpesta. Yang justru lebih penting adalah bagaimana menjamin perayaan keagamaan itu bisa dilakukan secara aman dan damai,” tambahnya.

Menanggapi penolakan itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pihaknya akan tetap menggelar  perayaan Natal  dan Pemprov DKI  tetap memfasilitasi perayaan tersebut.

 

2 responses to “Gereja tolak perayaan Natal diadakan di Monas”

  1. Tarcisius says:

    Setuju, Natal sebaiknya di gereja masing2 bukan di lapanga Monas.Umat Kristen jangan terjebak akal2 an anis-sandi,yang ingin memecah belah Umat.

  2. Emirensiana Nipu says:

    Selamat sukses bagi ketua komisi dan padre yg telah lontarkan dng tenang dan lantang Natal bukanlah seremoni melainkan pesta untk menyambut kedatangan Tuhan Yesus intinya: penuh kasih,damai dan kesederhanaan.

    Tetapakan
    ideologi khatolik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Vietnam
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi