UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Umat Membanjiri Kota Manila untuk Devosi Black Nazarene

Januari 9, 2018

Umat Membanjiri Kota Manila untuk Devosi Black Nazarene

Replika gambar Black Nazarene dihiasi dengan bunga di atas sebuah kereta selama prosesi tahunan pada 7 Januari, dua hari menjelang pesta sebenarnya. (Angie de Silva)

Jutaan umat Katolik Filipina mulai berduyun-duyun ke ibukota Filipina menjelang perayaan Black Nazarene pada 9 Januari untuk berdoa.

Para pendevosi berpakaian kaos kuning dan kemeja berbaris di sekitar Taman Luneta di Manila untuk mendapatkan kesempatan untuk mencium gambar Yesus berwarna hitam yang sedang memanggul salib.

Panitia berharap pesta keagamaan tahunan ini mampu menarik sekitar 20 juta orang untuk memperingati pemindahan dan penempatan gambar itu pada 400 tahun yang lalu ke gereja di distrik Quiapo di kota itu.

Kardinal Luis Antonio Tagle dari Manila mengingatkan umat Katolik untuk “mengenal Yesus secara mendalam” selama perayaan tersebut dan dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pesta tersebut.

Dengan banyaknya orang yang menghadiri perayaan tersebut, kardinal berdoa agar “aman, damai, dan bersih” selama kegiatan perayaan Black Nazarene

Penyelenggara kegiatan tahun ini telah mengubah rute prosesi 9 Januari untuk “alasan keamanan”.

Pejabat gereja mengatakan bahwa mereka mengharapkan lebih banyak orang untuk hadir tahun ini dari perkiraan 18 juta pendevosi pada tahun 2017.

Militer Filipina memperingatkan agar tidak berdesak-desakan selama acara keagamaan tersebut.

“Skenario terburuk kami adalah terjadinya aksi saling dorong, yang menyebabkan patah tulang, korban jiwa dan luka-luka,” kata komandan militer setempat Brigjen. Alan Arrojado.

Para pendevosi biasanya saling mendorong untuk mendekati gerbong yang membawa gambar Black Nazarene atau menyentuh tali yang digunakan untuk menariknya.

Beberapa orang yang ingin mendapatkan seutas tali dengan keyakinan bahwa ia memiliki kekuatan ajaib bahkan mencoba menggigit demi seutas tali tersebut.

Menghubungkan ke yang ilahi

Sementara para kritikus acara tahunan tersebut mengatakan bahwa devosi kepada Black Nazarene beda tipis dengan penyembahan berhala, Uskup Clemente Ignacio, mantan rektor Gereja Quiapo, mengatakan bahwa umat hanya mengekspresikan “penghormatan mereka”.

“Ungkapan kita dinyakatakan, dalam ungkapan konkret,'” kata uskup tersebut, ia menambahkan bahwa itu adalah sifat orang Asia. Dia mengatakan itu adalah sifat orang Filipina yang ingin menyentuh, mencium, atau memeluk benda-benda suci.

“Orang Filipina percaya akan kehadiran yang ilahi di barang-barang kudus dan tempat-tempat suci,” katanya.

“Orang ingin terhubung dengan yang ilahi, baik itu melalui antrean untuk mencium gambar atau menyentuh tali,” kata Pastor Ignacio.

“Ini adalah cara untuk mengekspresikan iman seseorang, ini adalah ekspresi dari penghormatan mereka,” katanya.

“Kita semua tahu kita tidak menyembah patung-patung, kita menyembah Tuhan dan jika patung-patung ini menjembatani kita dengan Tuhan, maka kita ingin berhubungan dengan Tuhan dengan menggunakan patung-patung ini,” tambahnya.

Gambar nazaret Hitam adalah gambar patung kayu Yesus yang berukuran besar dan berwarna hitam yang sedang memanggul sebuah salib, yang dibawa ke Manila oleh imam Augustin pada tahun 1607.

Tradisi mengatakan bahwa patung itu berwarna hitam setelah mengalami kebakaran di kapal Spanyol yang mengangkutnya.

Siaga dengan jas hujan

Dengan cuaca yang tidak menentu di Manila pada bulan Januari, panitia prosesi menyiapkan jas hujan untuk gambar Black Nazarene.

“Hujan atau cerah prosesi akan terus berlanjut,” kata Pastor Douglas Badong, imam Gereja Quiapo.

“Jas hujannya sudah siap, itu khusus dibuat untuknya,” kata imam itu, ia menambahkan bahwa jas hujan terbuat dari bahan transparan sehingga pendevosi masih bisa melihat gambarnya.

Pastor Badong mengatakan bahwa ketika hujan di masa lalu, gambar itu hanya terbungkus plastik. “Itu tidak rapi,” katanya.

Para pendevosi yang secara tradisional ingin menyeka gambar dengan saputangan dan handuk selama prosesi dapat memberikan kepada orang-orang yang menjaga gambar di atas kereta.

Keamanan tinggi

Sedikitnya 1.000 tentara dan sekitar 500 tentara cadangan telah dikerahkan untuk mendukung 5.000 petugas polisi yang ditugaskan untuk menjaga acara tersebut.

Jenderal Arrojado mengatakan pasukan keamanan waspada tinggi meski tidak ada laporan tentang ancaman teroris.

“Kami berharap yang terbaik tapi bersiap menghadapi yang terburuk,” katanya.

Pada tahun 2012, sebuah kelompok teroris dilaporkan merencanakan untuk melakukan serangan bom selama perayaan tersebut, yang membuat pihak berwenang memberi sinyal komunikasi di Manila.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Vietnam
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi