UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Uskup Shao Dibebaskan setelah Ditahan Selama Tujuh Bulan

Januari 10, 2018

Uskup Shao Dibebaskan setelah Ditahan Selama Tujuh Bulan

Uskup Peter Shao Zhumin dari Keuskupan Wenzhou di provinsi Zhejiang dibebaskan oleh pemerintah China setelah ditahan selama tujuh bulan.

Uskup Peter Shao Zhumin telah dibebaskan oleh pemerintah China setelah ditahan selama tujuh bulan.

Uskup bawah tanah dari Keuskupan Wenzhou di provinsi Zhejiang dibebaskan 3 Januari dan diperkirakan akan segera kembali ke Wenzhou, salah satu kota Kristen terbesar di China.

Sebuah sumber yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan kepada ucanews.com bahwa setelah Uskup Shao dibawa pergi pada Mei 2017, pejabat dari Biro Urusan Etnis dan Agama Kota Wenzhou berusaha memaksanya menandatangani sebuah kesepakatan.

Kesepakatan tersebut meminta uskup untuk mendukung Administrasi Negara untuk Urusan Agama dan pemilihan sendiri serta penahbisan uskup.

Setelah mendapat banyak tekanan, Uskup Shao menandatangani kesepakatan tersebut untuk membuktikan bahwa dia telah membacanya namun memberikan ucapan bahwa dia tidak setuju dengan persyaratan tersebut, kata sumber tersebut.

“Apa yang pemerintah lakukan adalah seperti Revolusi Kebudayaan, menangkap dan memaksa seseorang untuk menandatangani dokumen untuk mendukung pihak berwenang,” kata sumber tersebut.

Sekarang uskup tersebut tinggal di rumah seorang Katolik di kota Xining, provinsi Qinghai di China tengah, 2.500 kilometer dari Wenzhou, dan akan pergi ke Beijing untuk pemeriksaan pendengaran 22 Januari sebelum kembali ke Wenzhou.

Uskup Shao menderita penyakit telinga bawaan. Selama penahanannya pada September lalu, dia dibawa ke Beijing Tongren Hospital untuk menjalani operasi telinga.

Setelah dioperasi, ia pun diantar ke Xining untuk pemulihan namun masih dipantau.
Uskup Shao dibawa dari keuskupannya pada tanggal 18 Mei 2017. Ini adalah penahanan keempat setelah dia dikonfirmasi sebagai uskup.

“Namun, ini adalah pertama kalinya pejabat dari Biro Etnis dan Agama Kota Wenzhou terlibat untuk menangkapnya; sementara hanya pejabat keamanan nasional yang melakukannya di masa lalu, “kata sumber tersebut.

Alasan untuk menyingkirkan uskup masih menjadi misteri, namun diyakini bahwa direktur baru Administrasi Urusan Agama Provinsi Wenzhou ingin menyelesaikan masalah mengenai Uskup Shao.

Uskup Shao berasal dari gereja bawah tanah Wenzhou dan menolak untuk bergabung dengan Administrasi Negara untuk Urusan Agama. Pada bulan September 2016, dia dikonfirmasi dalam misinya oleh Vatikan setelah kematian pendahulunya, Uskup Vincent Zhu Weifang.

Sumber tersebut juga percaya bahwa pihak berwenang melepaskannya sebagai akibat tekanan dari luar negeri dan doa dan puasa yang diselenggarakan oleh Keuskupan Wenzhou selama Natal.

“Berita tentang Keuskupan Wenzhou meluncurkan doa bulanan dan puasa untuk uskup itu mulai dari 18 Desember yang tersebar di luar negeri dengan cepat, menyebabkan pihak berwenang melakukan tindakan,” kata sumber tersebut kepada ucanews.com.

Vatikan mengeluarkan sebuah pernyataan pada tanggal 26 Juni 2017, menyatakan bahwa sangat sedih dengan situasi hilangnya Uskup Shao. Pemerintah Jerman juga secara terbuka mengungkapkan harapan agar uskup tersebut dapat dibebaskan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Vietnam
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi